Ekstra Part 2

242 40 4
                                    

Hampir seminggu tim sar melakukan pencarian disebuah laut. Arsya terus berdoa untuk keselamatan Fenly. Sementara itu, saat ini Zweitson duduk melukis di kamar Fenly, tanpa sadar air mata Zweitson perlahan turun saat dirinya mulai melukis wajah Fenly.

"Fen, lo sebenarnya dimana?"

"Kak.... "

"Key.... "

"Kak Zweitson nangis? "

"Gak kok. "

"Kakak jangan bohong gitu dong, kita juga merasa kehilangan kak. Aku terus berdoa agar secepatnya kak Fenly ditemukan. " ucap Keysa memeluk Zweitson dari samping

"Hey, jangan nangis dong. Kamu lihat kan dilukisan ini kak Fenly tersenyum. Jadi kita juga harus senyum. "

"Zweitson, Keysa, turun yuk. "

"Kenapa tuh kak? "

"Ya udah kita turun. "

Zweitson dan Keysa turun menemui kedua orang tuanya, terlihat Fani yang menangis memeluk figura foto Fenly.

"Pa, ini ada apa? "

"Tim sar menghentikan pencarian, mereka berkata tidak ada korban yang selamat. "

"Papa bercanda kan, gak mungkin pa!"

"Zweitson, kamu harus tabah. "

"Gak ma! Kembaran Zweitson pasti masih hidup. FENLY GAK MUNGKIN PERGI TINGGALIN ZWEITSON!!!"

Zweitson berlari pergi menuju rumah Arsya. Setibanya disana Zweitson mengetuk pintu rumah Arsya.

"Son, ada apa? "

"Sya, papa dan mama gua bilang kalau gak ada korban yang selamat dalam kecelakaan pesawat itu. Mereka pasti bohong kan Sya. "

Arsya tak dapat berkata kata lagi, tubuhnya terasa dingin kakinya pun lemas. Tak lama kemudian Arsya tak sadarkan diri.

"Sya...."

"Son, Arsya kenapa? "

"Om bantu Zweitson bawa Arsya kedalam dulu. "

Ahmad menggendong tubuh anaknya dan menidurkannya di sofa rumahnya.

"Arsya sayang sadar dong.... "

Beberapa menit kemudian Arsya tersadar, kepalanya terasa sakit akibat pingsan tadi.

"Arsya kamu kenapa nak? "

"Ma, Fenly.... "

"Fenly kenapa Sya? "

"Tadi papa dan mama Zweitson bilang gak ada korban yang selamat pa. "

"Ya Allah.... "

Kedua orang tua Zweitson menyusuli Zweitson ke rumah Arsya. Mereka pun menjelaskan semuanya.

"Fani, Satya kalian yang tabah ya. "

"Mungkin ini sudah menjadi takdir Tuhan Mad. "

"Pa, Fenly....."

"Ma, Fenly sudah tenang diatas sana. Kita ikhlaskan semuanya ya. " ucap Satya

Keesokan harinya semua keluarga korban kecelakaan pesawat diundang untuk menaburkan bunga disekitar laut. Arsya masih tidak dapat merelakan kepergian Fenly.

"Kamu jahat Fen, katanya hanya tiga hari kamu pergi, tapi ini hampir seminggu Fen. " ucap Arsya menaburkan bunga

"Fen, lihat deh. Aku ngelukis ini untuk kamu. Ternyata begini ya rasanya kehilangan separuh jiwa, Fen aku berharap kamu pulang kembali ke rumah. Aku akan terus menunggu kamu....." ucap Zweitson memeluk kanvas yang berisikan lukisan wajah Fenly

TRUE LOVE [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang