Setelah liburan selesai semua mahasiswa kembali melakukan aktivitas kampus seperti biasanya. Saat ini Arsya berjalan memasuki kelasnya, seseorang menghampiri dirinya dan memberikan sebuah paperbag.
"Dari siapa ini. " ucap Arsya melihat kertas yang berada didalam
Kamu spesial...
Tuhan sengaja menciptakan kamu untuk selalu bahagia...
Hapus semua kesedihan didalam dirimu..
Tersenyumlah untuk dunia....
F. C
"Lagi lagi inisial yang sama. Siapa ya dia. " ucap Arsya tersenyum
"Pagi pagi udah senyum senyum sendiri aja. Nih ambil buat lo. " ucap Zweitson memberikan paperbag
Arsya melihat isi paperbag pemberian Zweitson, Arsya terkejut karna isi dari paperbag Zweitson sama persis dengan yang didapatkannya.
"Lo ngasih gua coklat? Kenapa? "
"Karna lo manis kayak tuh coklat. " ucap Zweitson membuat Arsya terkejut mendengarnya
"Barusan lo bilang gua manis. "
"Kenapa? Gak senang gua puji. "
"Ya gua kaget aja, tapi makasih ya coklatnya. "
"Coba sini coklatnya. "
"Yah kok diambil. "
Zweitson mengambil satu coklat dan membuka bungkusnya, lalu disuapkannya coklat tersebut ke Arsya. Tepat pada saat itu Fajri dan Fenly masuk kedalam kelas.
"Cepetan makan, pegel nih tangan gua. " ucap Zweitson
"Katanya lo gak suka Son, tapi kenapa? Kenapa lo tega. " batin Fajri keluar dari kelas
"Tunggu deh, itu kok kayak coklat yang gua kasih ke Arsya. " ucap Fenly berjalan menghampiri Arsya dan Zweitson
"Ekhem, kalau mau pacaran jangan disini."
"Siapa juga yang pacaran. " ucap Arsya
"Oh ya? Gua gak peduli, udah minggir gua mau lewat." ucap Fenly mendorong Arsya
"Lo jangan kasar dong sama cewek. "
"Oh iya lupa ada pacarnya, sorry ya udah dorong pacar lo. " ucap Fenly berjalan menuju bangkunya
"Nyebelin banget sih jadi cowok. "
"Sabar Sya, orang kayak dia mah biarin aja. "
"Huft, untung stok kesabaran gua masih banyak. "
"Gimana? Enak gak coklatnya?"
"Enak banget. Makasih ya Son. "
"Sama sama. "
Beberapa bulan kemudian
Shandy merasa sangat lelah, seharian ini dirinya mencari pekerjaan paruh waktu namun ternyata cukup sulit.
"Ternyata nyari kerja susah juga ya. "
"Tapi gua gak boleh nyerah. "
"Shandy. "
"Iya ada apa pak? "
"Ini surat dari kampus untuk kamu. "
"Surat apa ya pak? Perasaan saya gak pernah bikin masalah. "
"Ini surat tunggakan, kamu belum bayar uang semester ini. "
"Tolong kasih saya waktu ya pak. "
"Tapi jangan terlalu lama, bisa bisa kamu gak ikut ujian nanti. Gimana mau lulus. "
KAMU SEDANG MEMBACA
TRUE LOVE [END]
Fiksi RemajaBagi Zweitson tidak ada yang namanya cinta apalagi cinta sejati. Baginya cinta hanyalah sebuah permainan dan buang buang waktu. Namun apa jadinya jika dia bertemu dengan Arsya seorang cewek yang sangat percaya dengan adanya cinta sejati.
![TRUE LOVE [END]](https://img.wattpad.com/cover/258753977-64-k275868.jpg)