Empat Puluh Tiga

190 31 1
                                        

Setelah liburan selesai semua mahasiswa kembali melakukan aktivitas kampus seperti biasanya. Saat ini Arsya berjalan memasuki kelasnya, seseorang menghampiri dirinya dan memberikan sebuah paperbag.

"Dari siapa ini. " ucap Arsya melihat kertas yang berada didalam

Kamu spesial...
Tuhan sengaja menciptakan kamu untuk selalu bahagia...
Hapus semua kesedihan didalam dirimu..
Tersenyumlah untuk dunia....

F. C

"Lagi lagi inisial yang sama. Siapa ya dia. " ucap Arsya tersenyum

"Pagi pagi udah senyum senyum sendiri aja. Nih ambil buat lo. " ucap Zweitson memberikan paperbag

Arsya melihat isi paperbag pemberian Zweitson, Arsya terkejut karna isi dari paperbag Zweitson sama persis dengan yang didapatkannya.

"Lo ngasih gua coklat? Kenapa? "

"Karna lo manis kayak tuh coklat. " ucap Zweitson membuat Arsya terkejut mendengarnya

"Barusan lo bilang gua manis. "

"Kenapa? Gak senang gua puji. "

"Ya gua kaget aja, tapi makasih ya coklatnya. "

"Coba sini coklatnya. "

"Yah kok diambil. "

Zweitson mengambil satu coklat dan membuka bungkusnya, lalu disuapkannya coklat tersebut ke Arsya. Tepat pada saat itu Fajri dan Fenly masuk kedalam kelas.

"Cepetan makan, pegel nih tangan gua. " ucap Zweitson

"Katanya lo gak suka Son, tapi kenapa? Kenapa lo tega. " batin Fajri keluar dari kelas

"Tunggu deh, itu kok kayak coklat yang gua kasih ke Arsya. " ucap Fenly berjalan menghampiri Arsya dan Zweitson
"Ekhem, kalau mau pacaran jangan disini."

"Siapa juga yang pacaran. " ucap Arsya

"Oh ya? Gua gak peduli, udah minggir gua mau lewat." ucap Fenly mendorong Arsya

"Lo jangan kasar dong sama cewek. "

"Oh iya lupa ada pacarnya, sorry ya udah dorong pacar lo. " ucap Fenly berjalan menuju bangkunya

"Nyebelin banget sih jadi cowok. "

"Sabar Sya, orang kayak dia mah biarin aja. "

"Huft, untung stok kesabaran gua masih banyak. "

"Gimana? Enak gak coklatnya?"

"Enak banget. Makasih ya Son. "

"Sama sama. "

Beberapa bulan kemudian

Shandy merasa sangat lelah, seharian ini dirinya mencari pekerjaan paruh waktu namun ternyata cukup sulit.

"Ternyata nyari kerja susah juga ya. "

"Tapi gua gak boleh nyerah. "

"Shandy. "

"Iya ada apa pak? "

"Ini surat dari kampus untuk kamu. "

"Surat apa ya pak? Perasaan saya gak pernah bikin masalah. "

"Ini surat tunggakan, kamu belum bayar uang semester ini. "

"Tolong kasih saya waktu ya pak. "

"Tapi jangan terlalu lama, bisa bisa kamu gak ikut ujian nanti. Gimana mau lulus. "

TRUE LOVE [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang