Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

PART 23- Terciduk Lagi

9.6K 697 179
                                        

Kini Daia sedang bersiap untuk segera pulang ke rumah. Ia menatap ke arah sebelahnya, dilihatnya Kelvan yang sedang merapihkan alat menggambarnya dengan tenang.

Daia menghela nafas panjang, hari ini Kelvan terlihat sangat pendiam. Padahal biasanya lelaki itu akan selalu berkicau dan menyuruhnya ini-itu.

Ia segera keluar dari ruangan, kemudian menatap ke arah arlojinya yang sudah menunjukkan pukul empat sore.

"Dai!" panggil seseorang yang langsung membuat Daia menoleh ke arah sumber suara.

Ia melihat Erlan yang berjalan menghampirinya. Entah mengapa, tiba-tiba saja Daia merasa canggung, ingin sekali ia menghindari Erlan. Ia teringat oleh perkataan Kelvan kemarin.

"Eh Lan!" balas Daia sambil tersenyum kaku.

"Lo udah pulang? Mau bareng gue nggak? Hari ini gue bawa motor! Nanti gue beliin es krim!" ajak Erlan dengan semangat dan penuh harap. Semoga saja Daia mau diajak pulang bersama dengannya.

Daia kembali menghela nafas panjang. Bagaimana ini? Ia sudah berjanji kepada Kelvan untuk tidak dekat dengan lelaki lain selama ia masih menjadi istri Kelvan.

Daia sangat bingung, bagaimana cara ia menolak ajakan Erlan? Daia takut jika ia menolaknya, Erlan akan tersinggung.

"Anu Lan, gue--"

"Daia pulang bareng sama gue!" potong Kelvan yang tiba-tiba saja keluar dari ruangan seraya menggenggam tangan Daia.

Deg!

Jantung Daia berpacu lebih cepat begitu tangannya dan tangan Kelvan bertaut. Perasaan apa ini? Mengapa rasanya Daia ingin meledak?

"Sorry Lan, gue mau pulang bareng sama istri gue. Ya udah, kalo gitu, gue sama istri gue pamit dulu, see u besok!" ujar Kelvan sambil menekan setiap kata "istri" dalam kalimatnya.

Kelvan segera berjalan bersama Daia meninggalkan Erlan yang tertegun. "Jadi sekarang Kelvan suka sama Daia?" tanya Erlan pada dirinya sendiri.

•°•

Daia dan Kelvan hanya saling diam selama di perjalanan. Keduanya saling bungkam, hanya alunan lagu milik Pamungkas yang berjudul "To The Bone" yang kini menjadi backsound-nya.

Daia melirik sekilas ke arah Kelvan yang sedang fokus menyetir. Kelvan sangat pendiam hari ini, sepertinya lelaki itu memang masih marah padanya.

"Meoww~"

Tiba-tiba saja Kelvan mendadak menghentikan mobilnya ketika mereka sudah memasuki area taman komplek. Daia hampir membentur dashboard mobil jika saja Kelvan tak menahan tubuhnya.

"Van lo gila ya?! Kenapa ngerem mendadak sih? Untung kita nggak kenapa-kenapa!" omel Daia kepada Kelvan.

"Kayaknya gue nabrak sesuatu deh," ucap Kelvan dengan raut wajah panik.

"Hah? Serius lo?" tanya Daia yang ikut panik.

"Coba lo liat dulu!" sambung Daia menyuruh Kelvan untuk melihat apa yang sebenarnya mereka tabrak.

Namun Kelvan malah menggeleng. "Nggak mau, gue takut! Lo denger suara kucing nggak tadi? Gimana kalo kita nabrak kucing? Nggak, gue nggak mau liat!" tolak Kelvan.

Daia berdecih, Kelvan benar-benar menyebalkan. Dengan kesal, ia segera keluar dari mobil dan mengintip ke arah kolong mobil.

Matanya langsung melotot begitu mendapati kucing besar yang tengah diam di sana sambil menjilati jari-jari tangannya. Dan di sebelahnya, ada sebuah boneka kecil yang ternyata menjadi korban dari tabrakan ini.

My Manja HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang