PART 11- "Nikah sama gue yuk?"

12.7K 724 84
                                        

Setelah kegemparan yang Kelvan timbulkan beberapa menit yang lalu, meja makan kembali hening. Tak ada satu pun orang yang mau membuka suara.

Suasana meja makan yang tadinya ramai dan ceria berubah menjadi canggung dan sepi. Semua orang hanya melanjutkan sarapan masing-masing

Bahkan setelah sarapan selesai, tak ada pembicaraan lebih lanjut. Semua orang langsung kembali ke kamar masing-masing. Arlan dan Erlan juga langsung pulang ke rumah mereka yang berada di sebelah rumah ini.

Kelvan yakin bukannya mereka marah setelah mendengar ucapannya, mereka hanya terlalu syok dan tak percaya dengan ucapannya.

Kelvan menatap piringnya yang masih terisi penuh dengan nasi serta lauk-pauknya. Ia tak melanjutkan makannya, entah mengapa ia jadi tak berselera.

Ketika ia sedang asyik-asyiknya melamun seraya merutuki kebodohannya, ia dikejutkan oleh tendangan keras dari seseorang di kakinya.

"Van, gue pikir otak lo udah nggak ada isinya lagi," ucap Daia dengan tatapan tajam.

Kelvan yang masih meringis seraya mengusap-usap kakinya segera membalas.

"Sorry Dai, gue nggak sengaja," ujar Kelvan.

"Nggak sengaja lo bilang? Sekarang satu keluarga udah denger apa yang lo bilang tadi, Van! Gue nggak mau tau, lo harus klarifikasi ke mereka kalau apa yang lo bilang tadi itu nggak bener!" ucap Daia penuh dengan penekanan.

"Dai, setelah gue pikir-pikir, cuma itu satu-satunya cara supaya kakek nggak nyulik gue ke Jerman!"

"Jadi lo serius sama ucapan lo tadi?" tanya Daia dengan raut wajah serius. Kelvan yang melihat itu langsung meneguk salivanya. Daia benar-benar terlihat sangat marah.

"Iya Dai. Gue serius, gue minta tolong ke lo kar-"

"Kenapa harus gue?! Kenapa lo jadiin gue bahan dari kebohongan lo? Lo pikir gue apaan Van? Nikah? Lo nggak bisa seenaknya terus sama gue Van! Lo pikir nikah itu buat main-main?!"

"Dai dengerin gue dulu,"

"Nggak ada yang harus gue denger lagi Van. Sekarang tugas lo adalah bilang ke mereka kalau apa yang lo bilang tadi itu bohong!" ucap Daia sambil berbalik badan, hendak berjalan meninggalkan meja makan.

Namun langkahnya terhenti ketika Kelvan menahan tangan Daia. Daia menoleh, menatap lelaki itu dengan tatapan tak bersahabat.

"Lo belom sarapan Dai, mending lo sarapan dulu," ucap Kelvan.

Daia segera menepis tangan Kelvan dan kembali melanjutkan langkahnya. Ia sama sekali tak ingin berhubungan dulu dengan Kelvan.

•°•

Daia terus berjalan sambil menunduk. Kini ia tengah berkeliling komplek sendirian. Entahlah, setelah kejadian tadi, Daia merasa sangat malu dan segan untuk berada di rumah itu.

Celetukan Kelvan tadi itu benar-benar membuatnya kesal. Kenapa lelaki itu harus bilang bahwa dia akan menikahi Daia?

Daia terus mengumpat dalam hati. Kenapa Kelvan harus melakukan itu? Padahal Kelvan tahu bahwa kakek dan neneknya sangat sensitif dengan kata pernikahan.

Ya, mereka memang ingin jika cucu mereka satu-satunya itu menjadi pria sukses dan membanggakan. Namun di sisi lain mereka juga sangat ingin jika Kelvan cepat-cepat menikah.

Tiba-tiba saja ponselnya berdering, Daia menghela nafas panjang setelah mengetahui siapa sang penelepon. Dengan ragu ia menjawab panggilan itu.

My Manja HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang