PART 12- Sejak Kapan?

10.8K 664 127
                                        

"Kelvan sama Daia mau nikah Kek," potong Daia yang tiba-tiba saja datang dari arah pintu masuk dengan senyum yang mengembang.

Semua orang yang mendengar hal itu langsung terkejut. Jadi apa yang Kelvan katakan benar adanya?

"Apa maksud kamu Daia?" tanya Kelly.

Daia melangkah maju dan duduk di sebelah Kelvan, kemudian ia langsung menggenggam erat tangan lelaki itu, membuat Kelvan menganga lebar.

"Kelvan sama Daia mau nikah Oma, tolong restuin kami ya," jawab Daia yang lagi-lagi tersenyum sambil menatap Kelvan.

Kelvan mematung. Apa yang baru saja ia dengar? Daia menerima lamarannya? Gadis itu bersedia untuk menikah dengannya? Bukankah Daia menolak keras ide gila ini? Sesaat Kelvan berpikir bahwa Daia sedang kerasukan.

"Jadi Kelvan serius dengan ucapannya?" Kini Gilang yang bersuara.

"I-iya Kek. Kelvan mau nikahin Daia," jawab Kelvan sedikit ragu.

"Sejak kapan kalian berhubungan? Maksud Ayah, sejak kapan kalian pacaran? Bukannya kalian sangat sering bertengkar?" tanya Nevan yang sedari tadi hanya diam.

"Kita udah pacaran lumayan lama Yah," jawab Kelvan.

"Sudah berapa lama?" tanya Nevan lagi.

"1 bulan!" jawab Daia.

"1 minggu!" jawab Kelvan.

"Shit!" umpat Daia dalam hati setelah dengan tak sengaja mereka menjawab pertanyaan Nevan dengan tidak kompak.

"Apa ini? Siapa yang benar?!"

"Anu Yah, maksud Kelvan 1 bulan. Ayah kan tau kalo lidah Kelvan suka kepeleset," bela Kelvan sambil menggaruk tengkuknya.

"Di mana Kelvan menyatakan perasaannya ke kamu, Daia? Kelvan, kamu juga harus menjawab," ujar Resti.

Daia menggigit bibir bawahnya. Ia harus berbohong apa lagi kali ini? Kelvan juga ikut berpikir keras, dia harus menjawab apa?

"Di kafe Nek," jawab Daia.

"Di warung seblak," jawab Kelvan.

Daia kembali mengumpat dalam hati. Ia segera melirik Kelvan dengan sorot mata tajam membuat Kelvan bergidik ngeri.

"Jadi yang benar siapa? Kenapa dari tadi jawaban kalian tidak pernah kompak? Apa kalian sedang membohongi kami?" tanya Vino dengan nada serius yang langsung membuat dua muda-mudi di hadapannya menunduk.

"Sudah, Pa. Mereka jujur kok," ucap Kelly. Semua mata langsung menatap ke arahnya.

"Walau mereka sering bertengkar, mereka juga melakukan adegan-adegan romantis layaknya sepasang kekasih," sambung Kelly.

"Waktu itu Oma melihat mereka hampir bersilahturahmi bibir di dapur, bahkan Oma juga pernah melihat mereka berdua sedang saling membelai di atas ranjang. Saat itu Oma sudah yakin bahwa mereka memiliki hubungan lebih dari pertemanan, namun tidak ada yang mempercayai Oma."

"Sekarang Oma merasa bahwa Kelvan dan Daia harus segera dinikahkan. Oma tak ingin mereka berbuat zinah di luar pernikahan. Kasihan mereka jika hanya bisa bermesraan secara diam-diam, Oma yakin mereka berdua merasa berat menjalani hubungan ini karena mereka sudah berteman sejak kecil. Oma harap kalian semua mau merestui Kelvan dan Daia."

Semua orang hanya diam seraya meresapi perkataan Kelly yang cukup panjang itu. Mereka jadi ikut merasakan penderitaan Kelvan dan Daia ketika harus menjalani hubungan yang cukup sulit ini.

Tiba-tiba Vino berdeham.

"Ekhem, sekarang, ayo kita pilih tanggal pernikahan yang tepat!"

My Manja HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang