Setelah dua hari, Vino sudah bisa kembali pulang ke rumah. Lebih tepatnya ke rumah Nevan, anaknya. Untuk sekarang Vino dan Kelly akan tinggal di rumah Nevan atas permintaan langsung dari Nevan.
Pria itu tidak akan membiarkan orang tuanya tinggal berdua di rumah mereka dalam kondisi Vino yang sedang sakit.
Dan hari ini Kelvan dan Daia berencana untuk pergi ke rumah Nevan untuk menjenguk Vino.
"Sayang, kamu udah siap?" tanya Kelvan seraya menghampiri Daia yang tengah duduk di depan meja riasnya.
"Udah!" jawab Daia sambil bangkit berdiri.
"Ya udah ayo kita berangkat!" ajak Kelvan sambil menggandeng tangan wanita itu, kemudian berjalan keluar rumah menuju mobil.
Setelah berada di mobil, Kelvan langsung memasangkan seatbelt untuk Daia. Entahlah, semenjak ia tahu bahwa istrinya tengah mengandung, Kelvan menjadi lebih perhatian dan menjaga Daia.
"Kekencengan nggak?" tanya Kelvan yang langsung diberi gelengan oleh Daia.
"Nggak kok!"
Kelvan tersenyum, kemudian mulai menyalakan mesin mobilnya. Sedetik kemudian, mobil pun melaju meninggalkan rumah tempat tinggal mereka.
"Van gimana kalo kita beli buah-buahan dulu buat kakek?" tanya Daia di tengah-tengah perjalanan keduanya.
"Hm, ide bagus! Kita berhenti di toko buah ya?"
"Iya!"
Kelvan menghentikan mobilnya tepat di pinggir toko buah yang sudah menjadi langganannya.
Daia membuka seatbelt-nya, berencana untuk turun dari mobil dan membeli buah. Namun dengan cepat Kelvan menahan wanita itu.
"Kamu mau ngapain? Udah biar aku aja yang beli. Sekarang panas lho, kasian kamu sama anak kita nantinya. Kamu mau nitip apa? Siapa tau kamu mau nyemil?" tawar Kelvan.
"Eum aku boleh nitip semangka nggak?" pinta Daia yang langsung diberi anggukan oleh Kelvan.
"Siap Ibu negara! Aku keluar dulu ya bentar!" ucap Kelvan sambil mengusap-usap rambut Daia, kemudian keluar dari dalam mobil.
Daia terus tersenyum sambil menatap suaminya dari balik jendela mobil. Kelvan sangat manis hari ini, membuat Daia merasa salting saja.
•°•
Kini Kelvan dan Daia sudah sampai di rumah orang tua Kelvan. Mereka langsung disambut dengan hangat oleh Indy, Nevan, Kelly dan Vino tentunya.
"Kakek udah sehat, Kek?" tanya Kelvan sambil duduk di sebelah Vino.
"Sudah dong. Kamu tidak lihat Kakek sudah sangat sehat?" balas Vino sambil terkekeh.
"Oh iya Kek, ini Daia sama Kelvan bawain buah-buahan buat Kakek!" ucap Daia seraya menaruh keranjang berisi di buah ke atas meja.
"Wah tidak usah repot-repot Daia! Terimakasih ya! Nanti Kakek makan buahnya!" ucap Vino sambil mengacungkan jempolnya.
"Oh iya Bunda, Ayah, Oma, Kakek, Kelvan mau ngasih pengumuman penting!" ujar Kelvan dengan tiba-tiba yang langsung membuat keluarga Ananda bertanya-tanya.
"Apa Kelvan? Pengumuman apa nih?" tanya Kelly sedikit penasaran.
Kelvan segera menatap ke arah Daia, kemudian menggenggam tangan wanita itu sambil tersenyum.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Manja Husband
RomantikSequel My Cute Little Wife Ketika celetukan lelaki manja bernama Kelvan membuat ia dan babunya berakhir di pelaminan. "Ekhem, jadi bagaimana Kelvan tentang tawaran Kakek waktu itu? Kamu mau ikut ke Jerman sama Kakek? Mengurus perusahaan Kakek yang a...
