Mayang berjalan menghampiri Kelvan, kemudian tangannya mengusap-usap dada telanjang milik Kelvan. "Masih ada sisa jusnya Pak!"
Kelvan yang merasakan sentuhan tangan Mayang di dadanya segera menepis tangan itu dengan sedikit kasar, membuat Mayang terperanjat kaget.
"Kamu ngapain?!" tanya Kelvan tak percaya dengan apa yang baru saja Mayang lakukan.
Ini memang hal yang tak bisa ia terima. Tak ada seorang pun yang pernah menyentuh tubuhnya seperti ini kecuali Daia.
"M-maaf Pak!" ucap Mayang dengan cepat seraya menundukkan kepalanya. Kelvan membuang nafas kasar, bisa-bisanya Mayang melakukan hal ini.
"S-sekali lagi maaf Pak! Saya nggak berniat lain! M-maaf Pak!" ulang Mayang dengan suara bergetar yang kini sudah bersujud di lantai, membuat Kelvan merasa tak enak saja.
"Berdiri, Mayang!" titah Kelvan. Namun Mayang tetap berada di posisinya.
Mau tak mau Kelvan membantu Mayang untuk berdiri. Sambil menangis, Mayang terus meminta maaf kepada majikannya itu.
"M-maaf Pak! M-maafin saya!" lirih gadis itu.
Kelvan mengusap wajahnya gusar, kemudian menatap ke arah gadis yang kini tengah menangis di hadapannya.
"Udah-udah! Jangan ulangi lagi! Saya nggak suka kalo orang lain nyentuh saya seenaknya! Saya harap kamu bisa tau batasan kamu!" ujar Kelvan memberi peringatan kepada Mayang.
Mayang mengangguk cepat. "Iya Pak! Maaf!"
Kelvan menghela nafas panjang, kemudian berbalik badan dan berjalan meninggalkan Mayang yang masih menangis di tempatnya.
•°•
Kelvan yang baru saja turun dari lantai atas sedikit bingung karena Arlan yang tadinya tengah disidak oleh Daia sudah hilang entah ke mana.
"Lho, Erlannya mana Dai? Udah kamu telen ya?" tanya Kelvan dengan ekspresi wajah terkejut, membuat Daia berdecak kesal.
"Nggak usah bercanda!" ujar wanita itu. Kelvan langsung terkekeh, kemudian duduk di sebelah istrinya.
"Dia udah pulang, kasian juga aku marahin kayak tadi," sambung Daia menjelaskan kepada Kelvan.
"Yah, padahal aku belom nonton sampe abis!" ucap Kelvan dengan raut wajah kecewa.
"Van lama-lama malah kamu yang aku telen!" ucap Daia kesal melihat tingkah suaminya.
"Telen aku dong Dai!" Kelvan malah melanjutkan candaannya membuat Daia menerkam pria itu saat itu juga. Ia menggigit tangan Kelvan sehingga membuat pria itu berteriak kesakitan.
"Aw! Kok digigit sih?" tanya Kelvan tak percaya dengan apa yang baru saja istrinya lakukan.
"Baru digigit, belom ditelen!" cibir Daia. Kelvan malah tertawa, kemudian berbalik menerkam Daia.
Daia diterkam oleh kecupan-kecupan dari Kelvan di setiap bagian wajah wanita itu, membuat Daia tertawa geli sambil terus memberontak.
"Van udah ih! Hahaha geli!" ujar Daia. Bukannya berhenti, Kelvan malah semakin gencar melakukan aksinya.
"Bu, Pak ini minumnya!" Kelvan dan Daia segera menghentikan kegiatan mereka, kemudian menatap Mayang yang baru saja menaruh dua gelas berisi jus stroberi di atas meja.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Manja Husband
RomanceSequel My Cute Little Wife Ketika celetukan lelaki manja bernama Kelvan membuat ia dan babunya berakhir di pelaminan. "Ekhem, jadi bagaimana Kelvan tentang tawaran Kakek waktu itu? Kamu mau ikut ke Jerman sama Kakek? Mengurus perusahaan Kakek yang a...
