Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

PART 74- Romantis

3.8K 322 76
                                        

Setelah kembali ke vila, keduanya segera membersihkan tubuh masing-masing di kamar mandi. Kemudian mereka berbaring bersama di atas ranjang.

Mereka tengah asik menonton drama Korea di telivisi. Akhir-akhir ini memang Daia sangat sering menonton drama Korea. Entahlah, wanita itu bilang ia ingin melihat para pria tampan dan wanita cantik dalam drakor, siapa tau anak-anaknya nanti bisa mirip dengan aktor dan aktris yang ia tonton.

Ya, setelah melakukan USG tiga bulan yang lalu, akhirnya Daia dan Kelvan bisa mengetahui jenis kelamin dari bayi kembar yang tengah Daia kandung. Dokter bilang di dalam kandungan Daia, terdapat sepasang bayi kembar perempuan dan laki-laki.

Mendengar itu, Kelvan dan senang bukan main. Rumah tangga mereka benar-benar diberkati. Di kehamilan pertama Daia, mereka sudah bisa mendapatkan sepasang bayi kembar.

Bahkan ayah dan bunda sampai membuat perayaan besar-besaran di restoran milik ayah setelah mengetahui jenis kelamin cucu-cucu mereka.

"Aku mirip sama dia kan Dai?" tanya Kelvan seraya menunjuk ke arah televisi yang menampilkan visual Song Kang yang berperan sebagai pemeran utama dalam drama yang mereka tonton.

Ingin sekali Daia berkata "TIDAK" dengan sangat keras. Namun ia tak ingin membuat Kelvan kesal atau pun cemburu hingga akhirnya ia mengangguk cepat.

"Iya! Eh tapi gantengan suami aku deh!" ujar Daia sambil merapikan rambut Kelvan.

Mendengar hal itu, Kelvan langsung berdeham sambil kembali fokus ke arah televisi tetap bersikap cool seakan-akan ucapan Daia barusan adalah ucapan yang sering terdengar di telinganya.

Daia tersenyum kecil melihat tingkah suaminya yang masih bisa menjaga image di depannya. Padahal sangat terlihat jelas bahwa Kelvan tengah salah tingkah. Apalagi rona merah di wajah dan telinga pria itu semakin membuat Daia merasa gemas dengan tingkah suaminya.

"Udah Dai jangan ngeliatin aku terus, kegantengan aku nggak bakal ilang kok. Ayo nonton lagi dramanya, kasian kang Song Kang dianggurin!" ujar Kelvan sambil mengusap-usap perut Daia.

Daia terkekeh, kemudian memusatkan perhatian pada telivisi. Di sela-sela waktu menonton, Daia ikut mengusap-usap perutnya, pikirannya jadi teralihkan sehingga membuatnya melamun. Kelvan yang menyadari hal itu segera bertanya kepada istrinya.

"Kenapa Dai?"

Daia segera menatap wajah Kelvan. "Nggak kerasa banget usia kandungan aku udah 32 minggu. Nggak lama lagi kita bisa ngeliat anak-anak kita, Van!"

"Iya Dai! Aku excited banget dan nggak sabar buat gendong anak-anak kita nanti!" ucap Kelvan, kemudian mengecup perut buncit Daia.

"Tapi Van, kadang aku ngerasa khawatir." Tiba-tiba saja raut wajah Daia berubah menjadi gelisah.

"Ini kali pertama buat aku hamil dan nanti juga bakal jadi kali pertama aku ngelahirin. Di kali pertama ini aku nggak nyangka bakal harus ngelahirin dua anak sekaligus, padahal kita tau kan Van ngelihirn satu anak aja udah perjuangan hidup dan mati! Nggak gampang deh Van."

"Selama aku hamil aja udah capek banget jiwa raga, aku nggak tau deh gimana nantinya pas aku ngelahirin, aku juga nggak kebayang bakal sesakit apa." Daia terkekeh tipis sebelum melanjutkan ucapannya.

"Ya aku tau hamil dan melahirkan itu adalah anugerah terindah bagi setiap wanita atau seorang ibu. Dan bukannya aku nggak mensyukuri anugerah itu Van, cuma kadang aku ngerasa khawatir dan takut. Apa aku bisa ngelahirin mereka?" tanya Daia sambil menatap Kelvan dengan raut wajah gelisahnya.

Kelvan kembali membawa Daia ke dalam pelukannya. Ia mengusap-usap rambut wanita itu mencoba untuk menenangkan Daia.

Kelvan mengerti akan kekhawatiran yang tengah Daia rasakan. Bahkan Kelvan pun sering berpikir bagaimana jika Daia akan sangat kesakitan nantinya ketika melahirkan si kembar? Membayangkannya saja membuat Kelvan meringis.

My Manja HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang