Sambil menungggu Kelvan pulang dari kantor, Daia duduk di sofa seraya memandangi Michel dan Misell yang tengah asik bermesraan.
Kedua kucing baru saja menjalin hubungan asmara itu terlihat tengah mengobrol.
"Meoww~"
"Oww Meoww~"
"Kalian lagi ngomongin apa sih? Ikutan dong!" ujar Daia yang tentunya tidak mendapat respon dari Michel mau pun Misell.
"Jahat kalian! Gue nggak diajak!" Daia tertawa kecil, kemudian meraih remote televisi yang berada di atas meja.
Ia menyalakan televisi, kemudian mengganti channel dengan kartun kesukaan Kelvan yang kini juga menjadi kartun kesukaannya, apa lagi kalau bukan Upin & Ipin.
Ketika tengah asik menonton, tiba-tiba saja Daia merasakan sesuatu di perutnya. Ia tercekat, menatap bagian perutnya yang sedikit menonjol.
Dug!
Lagi-lagi sebuah tendangan dari dalam perutnya cukup terasa, membuat Daia seketika berkaca-kaca.
Ini memang bukan yang pertama bagi Daia merasakan sesuatu mulai bergerak dari dalam perutnya. Namun kali ini berbeda, tendangan dari bayi-bayi mungilnya terasa lebih keras.
Sangking fokusnya terhadap perutnya, Daia sampai tak menyadari bahwa Kelvan sudah pulang ke rumah. Pria itu menatap bingung ke arah Daia yang tengah melipat bibirnya sambil menangis.
"Daia!" panggil Kelvan yang kesekian kalinya, membuat Daia menoleh.
"Dai, kamu kenapa bengong aja? Aku panggil kamu dari tadi lho! Eh, kamu nangis?" Kelvan segera duduk di sebelah Daia, kemudian mendekap wanita itu.
"Kenapa Dai?" tanya pria itu lagi.
Bukannya menjawab Daia malah memperlihatkan perutnya kepada Kelvan. Kelvan yang awalnya bingung, langsung tercekat begitu melihat tendangan anak-anaknya di perut Daia.
"Itu apa Dai?" tanya Kelvan yang masih bingung dan tak percaya.
"Anak-anak kamu nakal Van! Aku ditendang!" jawab Daia. Seketika Kelvan langsung menutup mulutnya dengan tangannya.
Tiba-tiba saja matanya ikut berkaca-kaca, kemudian mengusap-usap perut Daia. Tak lama sebuah tendangan kecil kembali membuat keduanya berbinar.
"Udah pinter-pinter banget sih anak-anaknya Daddy!" ucap Kelvan seraya mengusap-usap perut Daia lagi.
Kemudian ia menatap Daia, kemudian menghapus air mata wanita itu. "Sakit ya?" tanya Kelvan yang langsung diberi gelengan kepala oleh Daia.
"Enggak Van, cuma ngilu dikit! Tapi aku seneng banget ngeliat mereka aktif!" jawab Daia.
Kelvan tersenyum kemudian kembali mendekap tubuh Daia dengan tangannya yang terus mengusap-usap perut wanita itu.
•°•
Setelah selesai makan malam, Lisa mendatangi Daia yang tengah menonton drama Korea di kamarnya, ditemani oleh Kelvan yang sebelumnya dipaksa oleh Daia.
"Kenapa Teh?" tanya Daia bingung.
"Anu, Teteh boleh keluar sebentar nggak?" ucap Lisa.
"Boleh kok, emangnya Teteh mau ke mana?"
"A Aris ngajak ke pasar malam!" jawab Lisa dengan wajah berseri-seri.
"Oalah mau pacaran nih! Silahkan Teh, pulangnya nitip cimol ya!" ucap Kelvan yang langsung diberi acungan jempol oleh Lisa.
"Siap Van!" Lisa segera keluar dari rumah dengan terburu-buru, menuju Aris yang sudah menunggunya di depan pagar.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Manja Husband
RomanceSequel My Cute Little Wife Ketika celetukan lelaki manja bernama Kelvan membuat ia dan babunya berakhir di pelaminan. "Ekhem, jadi bagaimana Kelvan tentang tawaran Kakek waktu itu? Kamu mau ikut ke Jerman sama Kakek? Mengurus perusahaan Kakek yang a...
