PART 49- Berdebat (2)

6.2K 486 171
                                        

"Mau dibawa kemana istri gue?" tanya Kelvan dengan raut wajah kesal kepada Erlan.

"Mampus gue!" batin Erlan.

"Ini Van, Daia--"

"Ayo Dai pulang dulu, aku mau ngomong sesuatu!" potong Kelvan dengan tiba-tiba seraya keluar dari dalam mobil.

Pria itu menghampiri istrinya, kemudian merangkulnya. Ia melirik sekilas ke arah Erlan, lalu memberikan kunci mobilnya kepada pria itu.

"Gue duluan ya Lan, oh iya ini mobil gue tolong parkirin sekalian!" ujar Kelvan seraya merebut Michel dari tangan Erlan, kemudian berlalu bersama Daia meninggalkan Erlan yang mematung di tempatnya.

Ia menatap kunci mobil Kelvan yang digenggamnya. Kemudian berdecih.

"Sejak kapan gue beralih profesi jadi kang parkir?" tanya Erlan kepada dirinya sendiri kemudian melangkah dengan berat hati menuju mobil Kelvan.

•°•

"Kamu kenapa sih Van? Aku tadi belom sempet nyapa tante Rosa sama om Firman padahal!" tanya Daia setelah ia dan Kelvan sudah berada di kamar Kelvan.

"Nyapanya bisa nanti kok! Nanti aku temenin deh ke sana!" jawab Kelvan seraya menuntun Daia untuk duduk di atas ranjang.

Daia menghela nafas panjang. " Oh iya katanya tadi kamu mau ngomong sesuatu Van?" tanya Daia lagi seraya membuka dasi yang melilit di leher suaminya.

"I love you!" jawab Kelvan yang langsung membuat Daia menghentikan kegiatannya.

Tiba-tiba saja pipinya memanas, apa-apaan ini? Mengapa ia sampai bereaksi ini? Huh! Kelvan terlalu tiba-tiba menyatakan perasaannya.

"Alay kamu!" ledek Daia sambil mengalihkan pandangannya dari Kelvan, ia masih malu setelah dengan tiba-tibanya Kelvan berkata bahwa ia mencintai Daia.

"Lho kok alay? Harusnya kamu seneng dong punya suami romantis kayak aku!" ucap Kelvan.

Pria itu semakin mendekat ke arah Daia, kemudian melingkarkan tangannya di pinggang wanita itu.

"Ya udah coba ulang!" pinta Daia sambil menahan senyumnya.

"Sini tatap wajah ganteng aku dulu!" ucap Kelvan seraya menangkup wajah Daia dan mengarahkannya agar wanita itu menatap wajahnya.

Daia menaikkan sebelah alisnya sambil terus menahan senyum. Cukup seru memang melihat aksi absurd Kelvan yang tak ada habisnya.

"Daia Jihan Anastasia, istriku tercinta, yang 17 kali lebih cantik dari Rapunzel, i love you!" ucap Kelvan, kemudian mengecup bibir Daia agak lama, membuat Daia yang tadinya ingin tertawa sekeras-kerasnya menjadi diam mematung.

Kelvan melepaskan kecupannya, kemudian menyingkirkan anak-anak rambut di kening Daia, dan lagi-lagi mengecup kening wanita itu.

Daia hanya tersenyum sambil menatap Kelvan. Entahlah, kelakuan Kelvan memang sering membuatnya kesal, namun terkadang pria itu juga bisa menjadi Kelvan yang sekarang, Kelvan yang sok romantis, namun mampu untuk membuat hati Daia luluh seketika.

"Nggak dibales nih?" tanya Kelvan dengan wajah kecewanya yang langsung membuat Daia tertawa kecil.

Dengan gemas Daia balik menangkup wajah Kelvan dan tersenyum sambil menatap mata pria itu.

My Manja HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang