27. Kisah Romeo dan Juliet

2K 365 9
                                        

Tirex berjalan memimpin anggotanya masuk ke dalam kelas. Semua anggota Tirexay mengikuti pelajaran setelah jam istirahat. Karna tadi, mereke membolos. Tidak ada Dina, mereka bebas keluar masuk kapan saja. Telat pun tidak ada yang berani menghukum mereka. Ketua kelas saja takut padanya.

Kelas ricuh menjadi senyap sesaat setelah kedatangan Tirex. Cowok itu memasang wajah ganas. Tidak ada senyum seperti biasa. Hanya ada guratan  kemarahan.

Firman dan Coki pun ikut diam. Tak berani membuka mulut. Firman duduk di samping Tirex, namun, cowok itu mencegahnya.

"Biarin gue sendiri,"

Firman mengangguk. Ia pun pindah duduk di samping Coki. "Pak Ketua lagi pms," bisiknya menahan takut.

Daniar masuk seraya membawa sebuah kertas. Ia berdiri di depan kelas. Sebagai perwakilan Osis dari kelasnya, ia menyampaikan pengumuman hasil rapat. Siang ini semua siswa lengkap kecuali, Dina. Beberapa anggota Tirexay pun hadir.

"Woy! Kuping di pasang semua! Gue akan menyampaikan sesuatu dalam sekali bicara, tidak menerima pertanyaan ataupun pengulangan kalimat! " teriak Daniar.

"Nggak salam, dateng-dateng teriak," sindir Coki.

"Oh iya Assalamu'alaikum," seru Daniar sopan.

"Wa'alaikumsalam," jawab semua kompak.

"Setelah Dina masuk sekolah nanti, kita akan segera melaksanakan praktek renang. Diharapkan semua orang hadir, karna hanya kelas kita saja yang belum praktek."

"Satu lagi, Minggu depan petugas upacaranya adalah kelas kita. Jika kelas tidak mengikuti aturan, akan di denda sebanyak Tiga juta rupiah dan hukuman membersihkan lingkungan sekolah selama satu Minggu penuh."

"Saat latihan, nanti kita akan di bantu oleh beberapa anggota Paskibra. Untuk ketua kelas, dipersilahkan menyusun para petugasnya. Sekian, terima gaji." Daniar menundukkan kepalanya ke bawah.

"Baru dapat gaji, sombong kali yang habis open BO," gumam Gisel mengundang tawa.

Daniar mendongak. "Lo ngomongin diri sendiri?"

"Lo lah!"

"Anjir lo ya! Enak aja bilang sahabat sendiri open BO."

"Emang kenyata-"

Tak!

Penghapus papan tulis mendarat sempurna di dahi Gisel. Ia terbengong melihat wajahnya di siaran langsung Instagram dipenuhi tinta hitam. Ia tak terima Daniar melempar penghapus papan tulis. Gisel pun membalas perbuatannya. Ia melempar penghapus. Daniar berhasil menghindar.

"Bangsat lo Daniar!"

Daniar lari keluar kelas. Gisel mengejar cewek itu tanpa ponselnya. Ia meninggalkan ponsel yang masih menyalakan live Instagram.

Coki mengambil ponsel Gisel, melanjutkan siaran langsungnya.

"Halo para fans Coki? Coki di sini,"

@AyuSarta_ Mon maap gue fans Tirex 🙂

@Jumintenbohayy Mana Tirex? Kok nggak muncul? Panggil Tirex dong, cok!

@Rahasimen_ Gue bacanya pakai nada misuh :'))

@_Andalane Coki teh saha?

@Granah.a jajanan coklat kesukaan adek gue, Coki-coki

Secret MafiaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang