"Sepintar apapun dirimu menyembunyikan sesuatu, pasti akan terungkap jua. Karna kebenaran hanya ada satu."
-Tirex Axay Ellovar-
Kekosongan kekuasaan ketika sang ketua sedang di rawat inap di rumah sakit membuat Raden semakin meningkatkan keamanan. Walaupun saat ini Antonio dan juga Eujihan tengah berada di dalam kamar inap dan mengobrol santai dengan Dina, tetap saja Raden merasa ada yang janggal.
Dengan tidak adanya Tirex di sini, Raden pamit undur diri untuk mengecek markas. Sebab Marko dan Hanabi sulit dihubungi.
Cowok itu mendekati Dina. Ia membisikkan sesuatu padanya.
"Gue cek markas,"
Dina mengernyitkan alisnya. "Kenapa?"
"Marko sama Hanabi gak angkat telpon gue."
Cewek itu menghela napas. Ia mengangguk kecil.
"Kalau ada apa-apa, langsung kabari gue."
Raden hanya mengangguk meski jika ada sesuatu yang terjadi di sana, ia tak akan membuat Dina masuk ke dalam bahaya.
"Gue titip Dina, bentar," ucapnya lalu melangkah pergi keluar.
Antonio mencekal tangan Raden. Ia menatapnya tajam.
"Mau pergi ke mana lo?"
"Bukan urusan lo!"
Setelah Raden menghempaskan tangan Antonio, ia bergegas pergi. Kemudian telepon Antonio berdering dan nama Tirex yang muncul di layar. Hal itu menandakan bahwa Tirex membutuhkannya.
Dina dan Eujihan menatap Antonio. Cowok itu melirik mereka berdua sekilas, lalu meraih ganggang pintu.
"Jihan,"
Eujihan menoleh.
"Jaga Dina, jangan biarin dia keluar dari sini."
***
Raden merasa ada yang sedang mengikuti dirinya. Ia melirik dari spion, dan benar saja Antonio mengendarai motornya dan terus mengikuti di setiap jalan yang Raden lalui.
"Sialan!"
Raden menancapkan gas dengan kecepatan di atas rata-rata. Bukan hanya dia, Antonio pun melakukan hal yang sama.
Raden berdecak kesal. "Sengaja dia." Cowok menampilkan senyuman smirk.
Lalu kemudian ia mengerem motornya dan memotong jalan Antonio. Antonio terkejut. Matanya mendelik. Ia segera melempar setirnya seraya mengerem motor dengan gesit hingga motor bagian belakang terangkat.
Ia memutar setir motornya berbalik arah. Hampir saja ia terjatuh jika tak bisa menyeimbangkan diri. Banyak cap ban motor yang sangat kentara disebabkan oleh motor Antonio.
Cowok itu langsung melepas helm-nya. "Mau cari mati lo?" teriaknya penuh emosi.
Raden melepaskan helm-nya. Ia mendatangi Antonio dengan langkah besar.
"Lo yang cari mati. Ngapain lo ikutin gue?"
"Cih!" Antonio memakai helm kembali, "gue gak ada waktu buat ladenin lo."
Cowok itu menancapkan gas kembali. Raden berlari menghadang. Antonio memutar bola matanya malas. Raden menganggu jalannya.
"Shit!" kesal Antonio.
KAMU SEDANG MEMBACA
Secret Mafia
Teen Fiction(Squel of Dia Acha) Judul sebelumnya : Dinasaurus vs Tirex Tirex bisa mencium aroma musuh dari jarak jauh. Apabila Tirex berhasil menangkap musuh, Tirex tidak akan melepaskan mangsa semudah yang dibayangkan. Hanya ada dua kemungkinan jika mau bermai...
