Kericuhan terjadi di siang hari yang panas. Jeritan yang begitu keras menyeruak masuk ke dalam telinganya. Padahal telinganya senantiasa tertutup maskot tebal. Tapi suara riuh di sekitarnya masih terdengar bahkan membuatnya terganggu, hingga akhirnya ia pun ikut penasaran. Matanya berkeliling mencari titik fokus perhatian di kerumunan.
Ia termangu. Sosok cowok tampan pelanggan pertamanya tengah berdiri tegak menantang mobil hitam. Balon-balon karakter miliknya terlepas dari tangan. Bukan tanpa sengaja tapi memang di sengaja. Detak jantungnya seakan ikut lepas bersama balon saat melihatnya berhadapan dengan maut.
Dia melepas sepatunya tergesa-gesa. Secepat kilat ia berlari dan langsung memeluk cowok tersebut. Lalu berguling menghindari lajunya mobil hitam. Keduanya sama-sama terlempar di atas rumput sejauh dua meter. Tirex berhasil diselamatkan oleh penjual balon yang masih mengenakan maskotnya.
Sedangkan mobil tersebut terus melaju kencang hingga akhirnya menyenggol tiang. Kendaraannya terguling dan terbalik hebat sebab rem yang tidak berfungsi. Mobil tersebut meledak dan terbakar. Antara senang dan sedih. Senang karna anak kecil dan Tirex selamat dan sedih karna mobil serta pengendara terbakar.
Sebagian orang berlari menolong Tirex. Sayang sekali, mereka tidak bisa menolong pengendara sebab apinya terlalu besar dan bahaya. Terpaksa mereka harus menunggu pemadam kebakaran datang untuk menyelamatkan kebakaran hebat di area taman. Masyarakat hanya bisa membantu menyiramkan air sedikit demi sedikit menggunakan ember.
Kepala Tirex terbentur batu. Terdapat sedikit luka dan terasa pusing. Saat ia membuka mata, Tirex tidak menemukan seseorang yang telah menyelamatkannya. Orang tersebut seakan menghilang secara misterius di tengahnya keramaian.
"Anak itu..."
"Anak itu di mana?" Tirex segera berdiri. Dia mencari keberadaan anak kecil yang ia selamatkan.
Semua orang berbalik, ikut mencari keberadaan anak tersebut. Mereka terlalu fokus pada kecelakaan mobil sehingga melupakan keberadaan anak tersebut.
"DI MANA ANAK ITU?! KEMANA DIA PERGI? KENAPA BISA HILANG?!!"
"Dia cudah pelgi," seru anak perempuan yang berusia sekita 4 tahunan.
"Adik tau ke mana dia pergi?" tanya Tirex melembut. Ia mengelus pucuk rambutnya
"Ke cana," ia menujuk ke arah Utara.
"Dia pergi sama siapa?"
"Cama mamanya,"
Tirex menghela napas lega. Ia berpikir jika mamanya telah membawa anak itu pergi ke rumah sakit. "Syukurlah,"
"Kamu gak papa, Nak?" tanya ibu anak perempuan tersebut.
Tirex tersenyum. "Saya baik-baik saja. Ngomong-ngomong siapa yang nolongin saya?"
"Si penjual balon, tapi gak tau dia ke mana? Tiba-tiba hilang,"
"Hilang?"
"Dia lari cari balonnya," sahut Dardar, penjual es krim.
Tirex mendongak ke atas. Beberapa balon karakter terbang di atas langit.
Makasih, batinnya.
"Mobilnya hangus terbakar dan pengendara tidak bisa diselamatkan,"
"Kasian banget, gara-gara rem-nya blong dia jadi celaka,"
"Kita do'akan saja, semoga khusnul khotimah,"
"Aamiin," samar-samar Tirex mendengar obrolan mereka.
Tirex menoleh dan memastikan. Benar kata mereka, mobil yang hampir menabraknya meledak setelah terguling hebat. Cowok itu melangkahkan kaki menghampiri kecelakaan. Api merambat cepat, hampir tak ada celah untuk melakukan upaya penyelamatan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Secret Mafia
Genç Kurgu(Squel of Dia Acha) Judul sebelumnya : Dinasaurus vs Tirex Tirex bisa mencium aroma musuh dari jarak jauh. Apabila Tirex berhasil menangkap musuh, Tirex tidak akan melepaskan mangsa semudah yang dibayangkan. Hanya ada dua kemungkinan jika mau bermai...
