Daniar mengeluarkan buah alpukat, buah jeruk dan buah mangga dari dalam kulkas. Kemudian mencuci bersih ketiga buah tersebut dan memotongnya dengan pisau.
Setelah menyiapkan buah, Daniar mengambil blender dari dalam lemari dapur. Daniar mencolokkan stop kontak dan memasukkan beberapa potongan buah ke dalam blender. Ia juga memasukkan susu kental manis untuk menambah rasa.
Daniar akan membuat tiga jus buah untuk dirinya, Gisel dan juga Firman. Ketiga jus itu yang nantinya akan menemani mereka saat bekerja kelompok. Sebenarnya, Daniar ingin satu kelompok dengan Dina, tetapi Pak Anton malah membiarkan dirinya satu kelompok dengan selebgram alay. Siapa lagi kalau bukan Gisel?
Gisel dan Firman sedang dalam perjalanan menuju ke rumah Daniar. Kebetulan ia sudah mengetahui jus kesukaan Gisel dan Firman. Sekarang tinggal memberikan es batu dan menyiapkan cemilan yang lain di atas meja.
"Daniar," teriak Gisel ditelinga Daniar.
Daniar terkejut bukan main sampai ia terjengkang ke belakang. Tidak ada suara ketukan pintu, tidak ada suara langkah kaki, tiba-tiba makhluk astral itu muncul di belakangnya. Jika Daniar memiliki penyakit jantung, mungkin ia sudah meninggal.
"Anj-" Gisel menutup mulut Daniar dengan biji alpukat. Daniar melototi Gisel.
Gisel memerhatikan dengan lekat ketiga jus buah tersebut. "Lo gak masukin sianida kan di jus gue?"
Daniar memukul kepala Gisel keras.
"Sakit goblok!"
Daniar melepaskan biji alpukat. Mulutnya terasa kaku. Daniar membuang biji alpukat ke sampah. "Gue lupa beli sianida, lo bawa sendiri kek biar gue gak perlu repot-repot buat bunuh lo!"
"Tadinya gue pengen beli dua racun tikus sih, satunya buat lo," kelakar Gisel.
"Setress!"
Daniar mengangkat nampan tapi Gise buru-buru merebut nampan dari Daniar. "Udah gue aja, lo mandi sono, bau amis!"
Daniar berdecak pelan. "Bau amis? Kan lo yang pake parfum ikan asin."
"Terimakasih atas pujiannya, Maimunah,"
Daniar membiarkan Gisel mengatur semuanya. Ia pergi ke kamar untuk mandi dan siap-siap belajar sembari menunggu Firman datang.
Gisel memandang punggung Daniar yang mulai tak terlihat. Ia mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Menaburkan sejumput obat ke dalam salah satu minuman tersebut.
Gisel menatap jus tersebut dengan tatapan yang tak bisa diartikan. "Maafin gue Daniar,"
***
"Ya Allah, kenapa gue harus satu kelompok sama orang-orang bego,"
"Lo sama gue masih begoan lo, Nyet," celetuk Gisel.
"Lo yang nyontek gue, lo juga peringkatnya di atas gue," kata Firman.
"Gue emang jauh lebih pinter dari lo,"
"Gue aja yang kurang beruntung nyontekin orang bego,"
"Lo juga nyontek!"
"Apaan, lo yang nyontek gue!"
"Tapi lo nyontek Dina!!"
"Lo berdua sama-sama bego, sama-sama nyontek, gak usah sok nyalahin," Daniar pusing mendengar celotehan dua orang tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Secret Mafia
Fiksi Remaja(Squel of Dia Acha) Judul sebelumnya : Dinasaurus vs Tirex Tirex bisa mencium aroma musuh dari jarak jauh. Apabila Tirex berhasil menangkap musuh, Tirex tidak akan melepaskan mangsa semudah yang dibayangkan. Hanya ada dua kemungkinan jika mau bermai...
