14. Surat Cinta Penyihir

3.1K 443 19
                                        

Typo dimana-mana.

Kesepian kantin membuat dia leluasa berjalan tanpa adanya penghalang. Langkah kaki panjang itu terus berjalan menuju salah satu stand kantin favorit. Senyumnya lebar memerhatikan amplop merah berkelip ditangannya. Kata per kata sudah terangkai sedemikian rupa di dalam isi surat. Dia berharap, saat cowok itu membaca surat darinya, ia akan jatuh hati.

Walaupun ia hanya bisa memandanginya dari jauh, setidaknya dengan adanya surat ini, cowok itu perlahan bisa membuka hati. Bisa mendekati Tirex yang ganas dengan mudah adalah keinginan semua penggemarnya. Dia juga tau kalau persentase keberhasilannya hanya 9 persen. Atau mungkin, gagal.

Dia tidak tau bagaimana cara meluluhkan hati seorang Tirex. Dia saja terlalu takut untuk menatap iris coklat matanya. Takut jika nanti Tirex akan membenci dirinya. Atau bahkan membunuhnya. Sehingga, dia nekat menulis surat tanpa nama ini. Sekalipun dia menuliskan namanya, pasti Tirex tidak akan mengetahui siapa dia.

Ini hanyalan surat rahasia. Dari seorang rahasia.

Saat berada di depan penjaga kantin yang bernama Mbak Koyim, dia mengulurkan surat itu. Mbak Koyim terheran-heran melihat cewek familiar ini berada di kantin saat jam pelajaran.

"Tumben kamu kesini pas pelajaran?"

"Pak Hartono nggak di kelas soalnya Mbak,"

"Mau makan?"

Dia menggeleng, "Enggak Mbak, cuma mau nitip surat."

Mbak Koyim manggut-manggut. "Ini surat apa?"

Mbak Koyim membuka amplop itu. Namun, dicegah olehnya. "Jangan di buka Mbak."

Mbak Koyim memincingkan mata. "Kenapa?"

"Em- ituu..." ia menggantungkan ucapannya. "Untuk seseorang,"

"Oh, aku tau. Pasti untuk Mas Tirex kan?"

Dia tersenyum malu-malu. "I-iya Mbak,"

Mbak Koyim membelalakkan mata. "Beneran ini buat Tirex?"

Ia mengangguk.

Baru kali ini ada seseorang yang mengirimkan surat untuk Tirex. Kenapa Mbak Koyim bisa tau? Karna Tirex adalah pelanggan setianya. Setiap kali bolos dan tidak ikut pelajaran, Tirex selalu memesan makanan di standnya. Itu dikarenakan Mbak Koyim adalah istri dari supir pribadi keluarga.

Jadi apapun berita heboh tentang Tirex, Mbak Koyim pasti memberi tau Acha. Biasanya, para penggemar Tirex akan memberikan hadiah secara diam-diam di laci kelas. Terkadang mereka juga menitipkan pada Mbak Koyim lengkap disertai nama. Sayangnya, Tirex menyuruh beliau untuk mengambil semua hadiahnya.

"Kamu suka ya sama Tirex?"

Dia mengangguk lagi. Mbak Koyim tersenyum.

"Yaudah, nanti Mbak kasih ke Mas Tirex,"

"Bisakan Mbak rahasiakan ini?"

Mbak Koyim mengerutkan keningnya. Biasanya cewek lain akan senang jika namanya tertera, tapi cewek satu ini tidak. Dia meminta wanita paruh baya itu merahasiakannya.

"Dari lenggemar rahasia?" Ia menjawabnya dengan tersenyum.

"Oke sip,"

"Bisakan Mbak?"

Wanita paruh baya itu akhirnya mengangguk. "Bisa Ra,"

***

"Lo udah telat Dua jam pelajaran! Sekarang lari Lima kalii!" teriak Dina menggema.

"Dua jam, Dua kali ajalah Din,"

Secret MafiaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang