11. Jangan Hina Keluargaku!

3.1K 486 5
                                        

Pukul 07.20

Mata bulat beriris coklat itu masih memandang wajah manisnya dilayar ponsel. Filter Instagram tak membuatnya goyah untuk tetap memotret diri. Walaupun hawa didalam angkot Bang Jali terasa panas dan gerah, cewek itu tetap anteng membuat pose tubuh layaknya seorang model. Dia tak menghiraukan tatapan sinis para tetangga yang pulang dari pasar.

"Upload ah," dari seratus dua potretan gambar dirinya, hanya ada satu foto yang akan ia pamerkan di feeds Instagram.

"Upload ah," dari seratus dua potretan gambar dirinya, hanya ada satu foto yang akan ia pamerkan di feeds Instagram

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Disukai oleh dhina_righta dan 520 orang lainnya

_dinantikan Mencoba S teh tik.

Beberapa menit saja, fotonya mendapatkan ratusan likes dari pengikutnya di Instagram. Bukan hanya itu, ada beberapa orang yang meninggalkan jejak komentar di postingan Dina.

Firmanberkata_ Cantik banget deh,
_dinantikan Gue emang cantik dari lahir!
Cantique Ingin memiliki wajah glowing? Cek ig kita kakak.
maark.olando pacar siapa sih?

Dina menahan senyumnya. Dia menatap wajahnya di cermin bulat yang terdapat pada case ponselnya.

"Aslinya cantik, diapain pun tetep aja cantik," puji Dina. Kecantikannya bertambah berkali-kali lipat saat ia menatap cermin bergambar Pinokio itu.

Firmanberkata_ Kameranya maksud gue. Lo mah kagak cantik, nyeremin iya!"
_dinantikan @Firmanberkata_ Anjir lo!  @maark.olando Pacarnya Jeno Nct.
Gisel.Ar Woy sekolah! Mengselfie mulu lo!
Hanabiicutie Lo bolos boss?
_dinantikan santuy, sekertaris bebas dari hukuman 👻

"Emang sekarang jam berapa sih?" saat melihat ponselnya, matanya melotot sempurna ketika jam yang tertera menunjukkan angka 7.45 menit.

Cewek itu menghela nafas. "Masih belum jam delapan, santai lah."

"Kok perasaan gue gak enak yah?"

Matanya berkedip lambat, dia merasa ada yang tidak beres. Seperti ada sesuatu yang terlupa namun Dina tak tau apa? Perasaannya tiba-tiba saja tidak enak.

Setelah beberapa menit mengingat-ingat, ternyata memang ada terlupa. Dia pun memukul jidatnya. "Oh iya, sekarang kan gue ada piket kelas."

"Udah telat mau gimana lagi? Yaudahlah santai aja,"

Dina hampir lupa jika hari ini ia harus berangkat pagi ke sekolah dan piket kelas. Tapi apa daya, bangun pagi saja dia lupa apalagi harus berangkat ke sekolah pagi hari. Cewek itu hanya mengedikkan bahunya, lalu mematikan data seluler dan memasukkan ponselnya kedalam tas. Dia fokus dan mencoba menikmati perjalanan panjang menuju sekolah.

"Dina sekarang udah besar tambah cantik aja," puji Maria, wanita paruh baya teman sekolah Ibunya dulu.

Dina pun membalasnya dengan senyuman. "Makasih Buk Mar,"

Secret MafiaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang