kebun binatang

2 1 0
                                    

RAKESH

"Hai sayang, uuh.. tuan putri papa yg satu ini udah bangun ya...?" Sapaku seraya duduk ditepi ranjang lalu mengusap rambut Aarti yg baru bangun dari tidur siang.

Namun Aarti yg awalnya tersenyum manis seketika berubah jadi murung, setelah melihat yg datang menyapanya itu aku. Ya mungkin karna ia berharap yg datang menyapanya sekarang adalah Arhan bukannya aku.

"Aarti, itu papa lagi ngomong sama kamu. Jawab yg bener dong" tegur Tya setelah meletakan majalah yg baru saja ia baca, karna Aarti malah membelakangiku.

"Udah Tya, jangan dipaksa. Setidaknya sekarang Aarti gak nangis² lagi tiap bangun tidur nyari Arhan" ucapku tersenyum menatap Aarti yg sedang memeluk bonekanya.

"Maaf ya.. karna aku semuanya jadi kacau gini" kata Tya merasa bersalah.

"Lupain aja, oh ya Aarti gimana klo sekarang kita jalan² yuk..." ajakku mengalihkan pembicaraan.

"Sama papa..?!!" Sahut Aarti seketika berbalik menatapku antusias.

"Eh, enggak sayang.. Papa Arhan kan lagi sibuk, jadi cuma kita bertiga aja" jelasku seraya tersenyum kecut berusaha meredam kekecewaanku.

"Yah... trus papanya kapan datang..?" Tanya Aarti murung.

"Nanti ya, udah ah kita jalan² aja yuk.. papa bosen nih dirumah aja" bujukku.

"Iya nih mama juga bosen banget dari kemarin dirumah aja" tambah Tya seraya duduk samping Aarti.

"Ya udah ayo, tapi Aarti maunya kekebun binatang. Boleh..??" Sahut Aarti akhirnya setuju.

"Tentu saja, iyakan Tya" ucapku lalu menatap Tya.

"Yah.. baiklah" angguk Tya.

Setelah selesai bersiap² kami lalu segera berangkat kekebun binatang sesuai keinginan Aarti.

Sepanjang perjalanan aku trus mencoba mengajak Aarti bicara, namun dia tidak terlalu menggubrisnya dan menjawab setiap pertanyaanku sekenanya saja. Ya aku tau dia masih belum bisa menerimaku sebagai ayah kandungnya, karna sampai detik ini pun dia pasti masih menganggap Arhan sebagai ayahnya. Tapi aku tidak menyalahkannya sih, diakan masih kecil.

Jujur aku sangat iri dengan Arhan, dia itu sangat beruntung bisa mendapatkan hati semua orang yg kusayangi dengan mudah, tidak sepertiku yg harus slalu berjuang. Andai saja aku yg ada diposisi Arhan.

"Rakesh, kamu kenapa sih... kita udah melewati kebun binatangnya loh" tegur Tya membuyarkan lamunanku.

"Ah iya ya, sorry ya" jawabku lalu memutar arah.

Setelah memarkirkan mobil, aku pun segera menyusul Aarti dan Tya yg tadi sudah masuk terlebih dulu.

Saat melihat satwa disana Aarti mulai berbicara banyak hal, ya meskipun juga termasuk membicarakan pengalamannya bersama Arhan waktu sedang berkunjung kekebun binatang juga. Tapi setidaknya sekarang dia jadi sedikit senang dan itu juga turut membuatku senang melihatnya.

                           ______

Author

"Kalian suka disini..?" Tanya Arhan menatap anak²nya yg sedang tersenyum lebar melihat² binatang yg ada disana.

"Suka...!!! Makasih ya pah" sahut Arsy beralih menatap Arhan senang.

"Iya pah, kami juga sering loh kekebun binatang sebelumnya sama mama... terkadang juga sama ayah, ibu, Rishi, trus sama om Rakesh juga pernah" sambung Arya bersemangat.

"Om Rakesh..?? Emang kalian sering banget ya jalan sama om Rakesh" tanya Arhan sedikit tidak suka.

"Tentu aja, dia juga sering kasih kami hadiah loh pah" jelas Arya antusias.

"Kalian suka banget ya sama om Rakesh..?" Tanya Arhan lagi memastikan.

"Suka..!!" angguk Arsy.

Hingga membuat Arhan merasa agak tidak nyaman dengan itu, meski dia tau seharusnya dia tidak boleh merasa seperti itu.

Sedangkan Arshu yg sejak tadi hanya memperhatikan Arya dan Arsy, sekarang beralih menatap Arhan karna merasa klo sekarang Arhan sedang merasa terganggu. tapi beberapa detik kemudian dia menepis semua pikirannya itu.

"Mah, kita liat ikan disana yuk..." ajak Arya lalu menarik tangan Arshu yg kemudian disusul oleh Arhan yg sedang memegang tangan Arsy.

"Wow... Arsy, coba liat ikan yg itu" ucap Arya seraya menunjukannya pada Arsy bersemangat.

"Iya, yg itu juga..." tunjuk Arsy juga tak kalah antusias.

"Kalian mau coba kasih makan ikannya gak..?" Tawar Arshu menatap kedua anaknya setelah barusan membeli makanan untuk ikan.

"Iya...!!!" Jawab Arya dan Arsy kompak.

Tanpa mereka sadari tidak jauh dari tempat mereka sekarang, tampak Aarti yg sedang berjalan kearah mereka sambil sesekali menoleh menatap ikan² yg sedang makan itu meski sebebarnya ia tidak tertarik. Maka dari itu ia tidak terlalu mendengarkan omongan Rakesh yg sejak tadi sedang asik menjelaskan tentang ikan² itu.
Namun selang beberapa detik kemudian matanya seketika berbinar bahkan langkahnya terhenti karna melihat keberadaan Arhan disana.

"Papa...!!!" Panggilnya sangat bersemangat.

Hingga membuat Rakesh sontak terdiam dan ikut melihat kearah yg dituju Aarti. Sedangkan Arhan yg awalnya sedang asik ikut memberi makan ikan seketika menoleh kearah suara itu dan sangat kaget saat menyadari klo yg memanggilnya itu adalah Aarti. Dia lalu berbalik menatap anak²nya dan Arshu bingung.

"Sayang, papa pergi dulu ya bentar" pamit Arhan ragu.

"Papa mau kemana..?" Sahut Arsy menatapnya kaget.

"Iya pah, emang mau kemana sih.. kami ikut ya..?" Sambung Arya juga tidak terima.

"Bentar aja kok, kalian sama mama dulu ya" ucap Arhan gelagapan.

Hingga Arshu yg melihatnya jadi bingung lalu kemudian mengerti saat menyadari klo tidak jauh dari sana ada Aarti dan Tya yg sedang menunggunya.

"Udah sebaiknya kamu sana cepat pergi, yuk sayang kita kesana aja" ucap Arshu lalu mengajak anak² nya pergi kearah yg berlawanan.

"Tapi mah, kenapa kita gak ikut papa aja..?" Tanya Arya menatapnya bingung.

"Iya mah, Alsy juga mau sama papa" tambah Arsy juga menatapnya.

"Maaf ya sayang tapi sekarang papa lagi sibuk. jadi gak papa ya sama mama aja dulu" jelas Arshu sambil mengusap rambut mereka lembut.

"Tapikan kita baru aja jalannya sama papa trus tadi juga katanya gak kerja, kok sekarang malah sibuk sih.." protes Arya cemberut.

"Mama ngerti kok kalian sekarang kesel... tapi papa juga sebenarnya mau jalan sama kalian kok, cuma papa harus kerja buat kita jugakan" ucap Arshu mencoba tersenyum untuk menenangkan Arya seraya berjongkok dihadapan anak²nya.

Setelah mendengar penjelasan Arshu, Arya dan Arsy pun akhirnya mau mengerti keadaan orang tuanya. Dan mereka pun kembali berjalan untuk melihat hewan yg lainnya.

********






The FactTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang