Setelah melihat kedekatan Aarti dan Arsy Arhan jadi semakin sering mengajak anak²nya untuk menghabiskan waktu bersama Aarti, entah itu cuma sekedar main ditaman atau kemall. Bahkan ia juga sudah beberapa kali membelikan mereka pakaian yg sama layaknya anak kembar, contohnya seperti sekarang ini ia tengah sibuk mengajak anak²nya berbelanja pakaian dimall yg nantinya akan mereka kenakan dipernikahan Tya dan Rakesh.
"Aarti, Arsy, coba liat kalian lebih suka gaun yg ini atau ini..?" tanya Arhan menunjukan dua gaun dengan motif berbeda yg sedang ia tenteng.
Aarti, Arsy, dan Arya yg tengah asik memperhatikan pakaian² yg ada disana begitu dipanggil langsung serempak berbalik menatap Arhan, dan tanpa pikir panjang Arya langsung menunjuk gaun warna biru dongker bertaburan bintang yg kebetulan juga ditunjuk oleh Aarti secara bersamaan.
"Ya udah klo gitu kita beli yg ini ya buat Aarti dan Arsy" seru Arhan tersenyum senang karna ia juga lebih menyukai gaun itu, ia pun segera meminta pelayan toko tersebut untuk membungkus dua gaun yg seperti itu dengan ukuran yg berbeda. Selain itu Arhan juga membeli setelan jas yg cocok untuk Arya dengan warna senada seperti gaun Arsy dan Aarti.
Setelah membayar semua belanjaan mereka ia lalu beralih melirik Arsy yg sejak tadi hanya diam seraya menanyakan pendapat Arsy. "Arsy juga sukakan sama gaun ini..?"
"Iya" sahut Arsy mengangguk kecil sembari tersenyum menampilkan deretan gigi kecilnya yg membuat Arhan juga ikut tersenyum lega lalu mengusap rambut Arsy gemas.
"Pah, ayo kita cari baju buat mama sama papa lagi..!" seru Arya antusias sembari menunjuk salah satu toko pakaian wanita yg ada didekat mereka.
Arhan yg sontak beralih menatap kearah toko yg ditunjuk Arya seketika terdiam untuk beberapa saat sebab ia tidak yakin akankah Arshu mau menerima baju darinya..? Mengingat setiap kali dia menjemput Arya dan Arsy saja Arshu terlihat enggan untuk berhadapan dengannya, tak jarang juga bahkan seringkali hanya Arya dan Arsy yg membukakan pintu setiap kali dia datang menjemput mereka dengan alasan Arshu tengah sibuk kerja hingga tidak bisa menemuinya.
"Papa..!!! Kok papa diem aja sih, ayo kita beliin baju buat tante.." tegur Aarti sambil menarik² tangan Arhan hingga membuat Arhan kembali tersadar dari lamunannya.
Ia pun akhirnya terpaksa menuruti permintaan anak² untuk masuk ketoko itu dan mulai memilih pakaian yg cocok untuk Arshu, sampai akhirnya pilihan mereka jatuh pada dress selutut yg juga bewarna biru dongker. Begitu juga dengan Arhan yg juga membeli pakaian dengan warna sama.
Setelah selesai berbelanja mereka lalu mampir ke outlet es krim, untuk menikmati es krim favorit mereka sambil istirahat sejenak sebelum kearena bermain anak². Dan karna keasikan menemani anak²nya bermain Arhan sampai baru tersadar ketika jam telah menunjukan pukul 07.30 pm.
"Sayang, udah malam nih..! Kita pulang yuk" serunya dengan terburu² karna merasa tidak enak memikirkan Arshu yg kini pasti sedang khawatir dengan anak².
Sontak anak² yg sedang asik bermain pun langsung merubah raut wajahnya jadi lesu begitu diajak pulang, karna mereka masih ingin bermain disana.
Arhan yg menyadari perubahan itu pun lalu berjongkok dihadapan mereka sembari mengulum senyumnya melihat tingkah mereka yg menurutnya menggemaskan.
"Ya udah klo gitu gimana klo makan malam di MCD dulu sebelum pulang..?" bujuk Arhan yg langsung mendapat persetujuan dari Aarti sebab dia sangat menyukai nugget disana.
"Ayo Arsy, Arya..!! Nuggets disana enak loh..." ajaknya dengan mata berbinar sembari menarik lengan Arsy dan Arya.
Ya meski awalnya Arya slalu terlihat tidak suka saat mendengarnya memanggil Arhan dengan sebutan 'papa', tapi setelah mereka menjadi semakin dekat dan akrab kini Arya sudah tidak keberatan lagi dengan hal itu apalagi Arsy sangat suka bermain dengan Aarti.
"Baiklah" angguk Arsy dan Arya menyetujuinya. Lalu mereka pun segera pergi menuju MCD dan makan malam bersama sambil berbincang baru setelah itu Arhan bergegas mengantarkan Arya dan Arsy pulang.
Disisi lain seperti dugaan Arhan kini Arshu tengah menunggu anak²nya didepan rumah dengan gelisah, entah sudah keberapa kalinya ia melirik layar ponsel yg sedang dipegangnya untuk memeriksa kalau² ada notifikasi dari Arhan, sekaligus melihat jam yg tertera disana yg telah menunjukan pukul 08.59 pm. Sebenarnya sudah sejak tadi dia ingin sekali menghubungi Arhan, tapi niat itu langsung ditepisnya karna ia merasa enggan untuk bicara dengan Arhan.
Hingga akhirnya terdengar suara deru mobil yg dikenderai Arhan memasuki pekarangan rumah yg membuat senyum diwajahnya mengembang sempurna.
"Mama..!!!" teriak Arya dan Arsy begitu keluar dari mobil langsung berhambur kepelukan Arshu yg tengah berjongkok untuk menyamakan tinggi mereka.
"Akhirnya kalian pulang juga, mama kangen banget tau..!" balas Arshu seraya mencium pipi Arya dan Arsy gemas setelah mereka melepaskan pelukannya.
"Hehehe... maaf ya mah, tadi kami main dulu" sahut Arsy sembari memperlihatkan deretan giginya.
"Iya mah, tadi seru banget jadi sampai lupa deh klo udah malam.." sambung Arya cengengesan yg membuat Arshu tertawa kecil melihat tingkah mereka.
"Maaf ya Arshu, sampai larut gini baru nganter mereka.." sela Arhan yg sedang berdiri dibelakang Arya sembari menenteng pakaian Arshu serta anak² dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya sedang menggandeng Aarti.
Begitu menyadari kehadiran Arhan sontak Arshu pun berdiri sembari mengangguk sekenanya.
"Oh ya mah, tadi kami beli baju, kata papa nanti buat dipakai pas pestanya mama Aalti" oceh Arsy antusias yg membuat Arshu kembali beralih menatapnya.
"Iya, papa juga tadi beliin buat mama loh.. mama pasti suka..!" sambung Arya juga tak kalah hebohnya.
Begitu mendengar itu seketika raut wajah Arshu yg awalnya tersenyum berubah, ia lalu menatap Arhan dengan tatapan tanpa ekpresi, hingga membuat Arhan menjadi salah tingkah lalu menyerahkan paperbag² itu.
"Ah iya ini..." seru Arhan tersenyum kikuh berusaha mencairkan suasana.
"Makasih, tapi gak perlu.. aku juga ud--"
"Mama... mama, kok ngomongnya gitu sih..! Papakan udah beliin buat mama, bajunya bagus loh mah ... coba mama liat dulu deh" kilah Arya dengan ekpresi cemberut memotong perkataan Arshu.
"Iya mah, itu papa sendili yg pilihin..." ucap Arsy juga tidak terima hingga membuat Arshu jadi serba salah lalu dengan terpaksa menerima paperbag² itu, karna ia tidak ingin Arya dan Arsy jadi curiga klo masih bersikeras menolaknya.
"Terima kasih banyak, kurasa ini sudah terlalu larut untuk anak²..." ucap Arshu menahan kekesalannya.
"Oh iya, sayang... papa pamit dulu ya, kalian yg pinter" sahut Arhan lalu berjongkok dihadapan Arya dan Arsy kemudian mengusap kepala mereka dengan lembut.
"Ok papa, papa sama Aarti juga hati² ya.." angguk Arya mengukir senyumnya.
"Pasti sayang.." jawab Arhan juga tersenyum bangga menatap putranya.
"Nanti papa kesini lagi ya..." pesan Arsy sembari memeluk Arhan singkat.
"Tentu saja" sahut Arhan lalu mencium kening Arsy dengan penuh kasih sayang.
Melihat pemandangan itu tanpa sadar membuat Arshu menjadi berkaca² karna terharu, dia sangat bangga pada kedua anaknya yg slalu pengertian dengan situasinya. Padahal dia tau betul entah Arya atau Arsy pasti sangat ingin Arhan untuk tinggal bersama mereka layaknya seperti keluarga pada umumnya, namun setelah dijelaskan klo Arhan masih harus bekerja mereka lagi² menerimanya tanpa merengek².
*****
KAMU SEDANG MEMBACA
The Fact
Novela JuvenilApa jadinya jika setelah dikabarkan meninggal, tiba² setelah 3 tahun dia kembali lagi namun sebagai orang asing. *kelanjutan cerita dari baby Arya* Mohon maaf jika ceritanya tidak jelas atau ada salah kata dan ada kata yg kurang berkenan.
