selisih

4 0 0
                                        

Author pov.

Setelah mengantar Arya sekolah, Arshu meminta supir taxi mereka untuk menuju ke alamat rumah Arhan.

"Mah, kita mau kemana..???" tanya Arsy yg sedang duduk dipangkuannya menengadahkan wajahnya untuk menatap Arshu karna merasa tidak asing dengan jalanan yg mereka lewati sekarang.

Arshu yg merasa berdebar² dengan perasaan campur aduk karna sudah semakin dekat dengan rumah yg sebelumnya pernah ia tinggali cukup lama bersama keluarga kecilnya dengan Arhan, pikirannya tengah sibuk memikirkan akankah dia sanggup setulus Arhan untuk bisa menerima Aarti nanti..? Lalu mau mulai bicara apa nanti dia dengan Arhan, dan akan seperti apa reaksi Arhan nanti, mengingat sikapnya slama ini pada Arhan sudah sangat kasar, membuatnya jadi semakin gelisah dengan itu semua.

"Mama..!!!" panggil Arsy cemberut sambil memukul² pelan tangan Arshu yg melingkar diperutnya karna merasa diabaikan oleh Arshu.

"Eh, iya sayang..?" tanya Arshu sontak menunduk menatap Arsy begitu tersadar dari pikirannya sendiri.

"Kita mau pulang kelumah lama kita..?!" ucap Arsy dengan senyum yg mengembang diwajahnya setelah menyadarinya karna taxi mereka memasuki kawasan perumahan mereka.

"Iya sayang, kita akan ketemu papa..!" jawab Arshu menyunggingkan senyumnya lalu menyandarkan kepalanya kepundak kecil Arsy dan semakin mengeratkan pelukannya untuk menepis semua pikiran² negatifnya.

"Yeyyy..!!! Mama udah gak marah lagi sama papa..?" celetuk Arsy sangat bersemangat.

"Iya, Arsy senang..?" sahut Arshu semakin melebarkan senyumannya, kemudian membalik tubuh Arsy untuk berhadapan dengannya.

"Iya, Alsy bisa main sama papa lagi..???" serunya menatap ibunya dengan mata berbinar.

"Tentu saja..!" angguk Arshu terharu melihat reaksi putrinya yg sangat senang untuk hal sekecil itu, ia bahkan kini sudah bersorak kegirangan tidak sabar ingin bertemu dengan Arhan.

"Maafin mama ya sayang.." sesal Arshu menempelkan keningnya dikening Arsy.

"Makasih mama..!!!" Sorak Arsy memegang kedua pipi Arshu lalu mencium hidung Arshu, setelahnya dia terkekeh sendiri merasa lucu dengan hal yg baru saja dia tiru dari seorang ibu yg memcium putrinya seperti itu direstoran saat dia malam malam tempo hari bersama Arhan.

"Bu, kita sudah sampai..!" tegur supir taxi itu menyela kebersamaan ibu dan anak itu setelah dia menghentikan mobilnya ditepi jalan depan rumah Arhan.

"Eh, iya maaf pak" seru Arshu lalu mengeluarkan sejumlah uang bayaran taxinya dan segera keluar sambil menggendong Arsy memasuki kawasan rumah mereka yg tampak sepi.

Setelah mengetuk pintu beberapa kali tapi tidak juga dibukakan pintu Arshu lantas mencoba mencari kunci duplikat ditempat biasa mereka menyimpannya.

"Arhan.." panggilnya memasuki rumah itu dengan menuntun Arsy untuk mengikuti langkahnya mengelilingi rumah mencari Arhan.

'Apa mungkin Arhan sudah kebengkel ya..?' pikir Arshu karna tidak menemukan Arhan disemua ruangan, dia lalu mencoba menghubungi Arhan namun ponsel Arhan sedang tidak aktif.

"Papanya mana mah..?" tanya Arsy dengan wajah ditekuk merasa kecewa karna tidak bertemu Arhan.

"Mama juga kurang tau sayang, ayo kita ketempat kerja papa..! Mungkin papa sudah berangkat kesana.." tutur Arshu meski sebenarnya dia juga tidak yakin dengan hal itu, perasaannya kini jadi tidak karuan melihat situasi rumah yg terlihat rapi namun juga sunyi dan gelap.

.
.
.
.
.

Diwaktu yg sama kini Arhan sudah bersiap untuk pergi setelah selesai sarapan bersama dengan keluarga kecil Rohan. Ya sejak kemarin Arhan sudah menginap dirumah Rohan untuk menghabiskan waktu bersama Rishi dan berbincang dengan Rohan dan Pakthi.

Tentu saja kedatangannya yg hanya seorang diri itu awalnya membuat Rohan dan Pakthi bingung, tapi dengan cepat dia menjelaskan pada mereka dengan berbohong mengatakan Arshu sangat sibuk mengurus renovasi toko kuenya yg tempo hari mengalami kebakaran kecil, sedangkan Arya dan Arsy memilih untuk menemani Arshu saja. Makanya dia hanya sendiri kesana untuk berpamitan.

"Kamu yakin akan berangkat hari ini..? Bukannya kamu baru aja kembali, Arya sama Arsy pasti masih ingin menghabiskan waktu bersama kamu..!" cecar Pakthi masih tidak setuju dengan keputusan Arhan semalam yg tiba² bilang ingin kembali keIndonesia untuk pekerjaan penting.

"Iya Arhan, kasihan Arshu sama anak².. masa kamu mau ninggalin mereka lagi, kamu gak tau aja gimana kerasnya usaha Arshu cariin kamu selama ini..!" sambung Rohan juga ikut membujuk Arhan berharap agar dia membatalkan kepergiannya.

"Iya mau gimana lagi, aku memang harus pergi..!" kilah Arhan menarik sudut bibirnya membentuk senyuman yg terkesan dipaksakan.

"Kenapa Arshu sama anak² gak kamu ajak aja sekalian..?" usul Rohan merasa kasihan sebab dia tau betul bagaimana Arya dan Arsy sangat merindukan kehadiran Arhan selama ini, begitu juga dengan Arshu yg bahkan sampai rela jauh dari keluarganya sendiri hanya untuk mencari Arhan.

"Itu, tidak mungkin..! Arya baru pindah sekolahkan, kalian semua juga ada disini, dan aku juga udah bilangkan klo Arshu harus mengurus tokonya yg ada disini" bantah Arhan memberikan berbagai macam alasan yg sudah dipikirkannya sejak awal.

"Baiklah, jika memang itu yg terbaik, jaga diri kamu baik²..!" putus Rohan tidak bisa berbuat apa² lagi, begitu juga dengan Pakthi. Sekarang mereka hanya bisa mengantar kepergian Arhan sampai depan rumah dengan berat hati.

Arhan lalu mengemudikan mobilnya menuju rumah Rakesh, dia ingin menyempatkan waktu untuk berpamitan dengan Aarti dulu sebelum pergi, tanpa tau Arshu dan Arsy kini sedang dalam perjalanan menuju bengkelnya.

*******

The FactTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang