Sepulangnya dari tempat rekreasi anak² Arshu dan Pankti sekarang tengah menuju kepasar swalayan untuk membeli bahan² masakan karna ingin ngadain masak² dirumah orang tuanya sekalian makan malam disana.
"Enaknya kita masak apa ya..?" tanya Pankti menoleh kearah Arshu yg sedang asik melihat² sayuran.
"Apa ya, hm... gimana klo bikin masakan indonesia..???" sahut Arshu antusias setelah mencoba berpikir.
"Ide bagus..!" angguk Pankti tersenyum lebar membayangkan makanan indonesia yg pernah ia coba sewaktu mengunjungi Arshu di jakarta dulu.
"Masak mie goreng ya mah..!!!" sela Rishi berbinar² membayangkannya.
"Nasi goreng juga ya mah..???" pinta Arya juga tak kalah bersemangatnya membayangkan nasi goreng kesukaannya.
"Boleh..!!!" Setuju Pankti lalu mereka pun mulai berbelanja semua bahan² yg diperlukan, baru setelah itu mereka bergegas menuju kerumah orang tua mereka.
Sesampainya disana mereka disambut dengan suka cita oleh kedua orang tuanya yg sudah sangat kangen dengan cucu²nya serta anak dan menantunya, terlebih saat mereka mendengar dari Pankti klo Arhan dan Arshu udah bersama lagi, yg membuat kebahagiaan mereka jadi semakin bertambah.
"Terus sekarang Rohan sama Arhannya mana..? Kok gak bareng sama kalian..?" cecar sang ibu sangat antusias karna sudah lama tidak bertemu dengan para menantunya terlebih lagi dengan Arhan.
"Itu dia bu, mereka sekarang lagi sibuk jadi gak bisa ikut deh, iya kan Arshu..." jawab Pankti cemberut menyayangkan ketidak hadiran Rohan dan Arhan.
"I..iya" angguk Arshu juga jadi serba salah.
"Yah... sayang sekali padahal ayah ingin ngobrol² sama mereka" sahut ayahnya tidak bersemangat ikut menimpali begitu juga dengan ibunya yg jadi lesu karna sekarang rasanya kumpul keluarga ini jadi tidak lengkap tanpa kehadiran kedua menantunya.
"Ya udah, nanti klo mereka udah gak sibuk kami akan minta mereka kemari. Sekarang kita masak² dulu yuk bu, kami udah laper nih..." sahut Pankti yg membuat suasana kembali ceria.
"Iya, sana kalian masak gih, ayah mau temenin cucu² ayah aja" seru ayahnya lalu menghampiri cucu²nya yg sedang asik berlari² dihalaman rumah.
"Ayo sayang ikut sama kakek...! Sekalian kita beli es krim" sambungnya yg membuat semua cucunya bersorak kesenangan.
"Mama, ibu, nenek, Arya ikut sama kakek ya..?" izin Arya sembari menyalimi tangan Pankti, Arshu dan neneknya yg disusul Arsy juga ikut salim.
"Iya, yg pinter ya ikut sama kakek, jagain adik² nya..." pesan Arshu.
"Rishi juga ikut kakek ya mah..." pamit Rishi juga menyalimi mereka bergantian.
"Klo dibilangin kakek nurut ya..." pesan Pankti yg diangguki oleh Rishi.
Baru setelah itu mereka pergi menggunakan mobil kakeknya, sedangkan Pankti dan yg lainnya pun lantas kedapur untuk segera memasak.
.
.
.
.
.Disisi lain Arhan sekarang tengah bersiap ingin pergi bersama Aarti kemall, karna kemarin dia sudah terlanjur janji pada Aarti, agar dia mau diajak makan malam dengan Rakesh.
Ya, kemarin malam Aarti merengek padanya minta diajak makan malam bersama, namun berhubung kemarin dia juga ingin kerumah Arshu untuk mengusir Vinod sekaligus bicara pada Arshu jadi terpaksa ia menolak permintaan Aarti. Tapi seperti biasa dia juga tidak tega melihat Aarti menangis, hingga ia pun berusaha membujuk Aarti dengan menjanjikan akan mengajaknya jalan² kemall berdua saja, asal Aarti mau makan malamnya sama Rakesh dan Tya. Tentu saja begitu mendengar itu Aarti langsung berhenti menangis dan menyetujuinya.
Jadi seperti yg sudah disepakati kemarin, sekarang Aarti yg baru bangun dari tidur siangnya langsung mendesak Tya untuk menggantikan pakaiannya karna sudah tidak sabar ingin jalan² bersama Arhan.
"Ya sabar dong Aarti, papa Arhannya juga belum dateng kan..!" tegur Tya acuh seraya membalikan halaman majalah yg sedang ia baca, habisnya ia merasa jengah dengan ocehan² Aarti yg terus saja merecokinya sejak tadi pagi.
"Ya Aartikan mau jalan² sama papa... pokoknya Aarti mau pakai baju yg bagus..!!!" gerutu Aarti cemberut karna merasa ibunya tidak menghiraukan dia.
"Iya², emang Aarti mau pakai baju yg mana sih..? Sini biar papa aja yg siapin..!" lerai Rakesh yg berhasil menghentikan perdebatan itu.
Aarti yg mendengar itu pun lantas langsung berlari kearah Rakesh kesenangan.
"Yeyy, makasih ya papa Rakesh..!!!" sorak Aarti memeluk Rakesh singkat lalu menarik Rakesh kelemari pakaiannya untuk memilih baju yg akan dia kenakan.
Setelah cukup lama memilah pakaian² yg ada dilemarinya dengan dibantu Rakesh, akhirnya pilihan Aarti jatuh pada gaun princess yg baru dibelikan Rakesh tempo hari. Ia pun langsung bersemangat meminta Rakesh untuk mengenakan gaun itu padanya.
"Wah..!!! Tuan putri papa cantik banget..." puji Rakesh tersenyum kagum melihat penampilan putrinya yg sekarang sudah cantik mengenakan gaun princess Belle lengkap dengan rambutnya yg sekarang sudah dikuncir model ballerina bun.
******

KAMU SEDANG MEMBACA
The Fact
Teen FictionApa jadinya jika setelah dikabarkan meninggal, tiba² setelah 3 tahun dia kembali lagi namun sebagai orang asing. *kelanjutan cerita dari baby Arya* Mohon maaf jika ceritanya tidak jelas atau ada salah kata dan ada kata yg kurang berkenan.