Pagi harinya Arya dan Arsy bersikap seperti tidak pernah terjadi apa² hingga membuat Arshu semakin takut. Bahkan sekarang Arya sedang bersiap² untuk kesekolah meski Arshu sudah membujuk nya untuk libur saja hari ini.
"Arya, ayo dimakan sarapannya sayang" tegur Arshu karna Arya hanya mengaduk² makanannya saja tanpa berniat untuk memakannya.
"Iya mah, maaf..." sahut Arya kemudian milai menyuap makanannya.
"Suami kamu yg nyeselin itu mana..? Kok tumben gak keliatan" tanya Vinod membuka obrolan seraya menyuap makanannya dengan santainya hingga membuatnya mendapat tatapan tajam dari Arya dan Arshu.
"Urus saja urusanmu sendiri" jawab Arshu kesal.
"Kenapa sih pagi² udah galak banget" goda Vinod tersenyum miring.
"Bisa gak, kamu diem aja sekarang" sahut Arshu memutar matanya malas.
"Ayo sayang, abisin makanannya nanti kita telat" ucap Arshu lagi menatap Arya dan Arsy sambil tersenyum.
Setelah Arshu dan anak²nya menghabiskan makanannya mereka pun segera pergi menggunakan taxi menuju sekolahnya Arya. Disepanjang perjalanan tidak banyak yg dibicarakan hingga akhirnya mereka sampai dihalaman sekolah, Arshu lanras merapikan penampilan Arya sebentar lalu mencium kedua pipinya, baru Arya menyalimi tangan Arshu kemudian mencium kening Arsy baru berjalan menuju kelasnya.
Setelah Arya benar² masuk kelas, baru Arshu meminta supirnya untuk kembali jalan menuju kerumah Rohan.
"Mah, kita mau kemana..?" Tanya Arsy menatap ibunya karna merasa jalan yg dia lewati sekarang terasa tidak asing.
"Kita kerumah ayah, Arsy suka..?" Ucap Arshu menatap Arsy seraya tersenyum tipis.
"Suka..!!" jawab Arsy girang.
Setibanya disana Arshu lalu memencet bellnya dan setelah beberapa saat kemudian dibukakan oleh bibi yg bekerja dirumah ini.
"Panktinya ada bi..?" Tanya Arshu tersenyum ramah.
"Eh, ada diruang kerja. silahkan masuk.." jawab bibi itu sembari membukakan pintunya lebih lebar.
"Makasih bi" ucap Arshu sambil melangkah memasuki rumah lalu berjalan menuju ruang kerja Pankti.
Tok...tok..tok...
"Iya masuk" ucap Pankti yg sedang sibuk mengajari Rishi dari dalam ruangan.
"Hai ibu..." sapa Arsy dengan senyum sumringahnya setelah ibunya membukakan pintu itu.
"Eh, ada Arsy ya rupanya.. sini sayang cium ibu dulu, duh kangennya" sorak Pankti lalu mencium pipi Arsy gemas.
"Alsy juga kangen, ayah nya mana..?" Tanya Arsy seraya mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan.
"Ayahnya lagi kerja sayang" jawab Pankti.
Sedangkan Arshu sekarang sedang sibuk memeluk dan mencium Rishi gemas.
"Rishi lagi belajar apa sih sayang..?" Tanya Arshu antusias.
"Berhitung.." jawab Rishi seraya menunjukan bukunya.
"Wah pinternya.. anak ibu yg 1 ini" puji Arshu mengusap rambut Rishi gemas setelah melihat buku yg ditunjukan Rishi tadi.
"Ada apa Arshu, kok tiba² dateng kesini pagi²" tanya Pankti beralih menatap Arshu.
Bukannya menjawab Arshu malah jadi terdiam kemudian menghembuskan nafas panjang. Pankti yg melihat itu pun langsung mengerti klo sekarang Arshu sedang ada masalah.
"Sayang, kalian main diluar dulu ya sama bibi" pinta Pankti beralih menatap Arsy dan Rishi.
"Ok mama.." sahut Rishi mengangguk.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Fact
Teen FictionApa jadinya jika setelah dikabarkan meninggal, tiba² setelah 3 tahun dia kembali lagi namun sebagai orang asing. *kelanjutan cerita dari baby Arya* Mohon maaf jika ceritanya tidak jelas atau ada salah kata dan ada kata yg kurang berkenan.
