indonesia

181 4 0
                                        

"Hai..." sapa pria berambut ikal yg sedang mengenakan kemeja navi memberikan senyum lebarnya begitu pintu apartemen terbuka.

"Oom..." sambut Arsy langsung berlari antusias dari dalam begitu tau yg datang itu adalah Rakesh, yg selama ini sering mengunjunginya.

"Arsy, jangan lari² nanti jatuh" tegur Arshu yg masih memegang knop pintu seraya menepi memberi ruang antara putrinya dan Rakesh.

"Ini coba lihat, om bawa apa buat Arsy.." seru Rakesh langsung menyerahkan boneka kucing yg terbungkus rapi dalam plastik bening dengan pita merah yg terikat diatasnya.

"Wow... ini buat Alsy...? Makasih ya om" sorak gadis gempal yg bernama Arsy tadi kegirangan menerima boneka yg lumayan besar jika dibandingkan tubuh kecilnya sekarang.

"Tentu saja.." angguk Rakesh berjongkok seraya mengacak rambut Arsy gemas.

"Makasih, harusnya kamu gak perlu repot²" sela Arshu merasa tidak enak dengan barang² pemberian laki² itu untuk kesekian kalinya.

"Kamu slalu gitu deh, inikan cuma boneka" kilah Rakesh tersenyum simpul seraya kembali berdiri.

"Buat Arya mana...?" timpal anak laki² yg tak lain adalah Arya setelah berlarian kecil ikut bergabung diantara mereka.

"Eh, ada Arya juga ya, yah... om gak bawa apa² buat Arya" sahut Rakesh jadi beralih pada Arya sambil menyembunyikan tawanya.

"Loh kok gitu sih" sesal Arya seketika berubah memasang wajah cemberutnya.

Hingga mengundang tawa Rakesh yg memang sengaja menggodanya. "Hehehe... bercanda, ini buat Arya" serunya ditengah tawanya menyerahkan kotak mainan yg berisi robot harimau.

Melihat itu tentu saja wajah Arya jadi kembali berseri langsung memeluk erat hadiahnya."Wah... makasih ya om" pekiknya.

"Iya, tapi om boleh masuk gak nih...?" balas Rakesh sedikit menyindir halus kearah Arshu yg sejak tadi hanya tersenyum tipis membiarkannya tetap berdiri diambang pintu.

"Tentu saja, iyakan mah..." jawab Arya dengan cepat kemudian menoleh kearah mamanya. Yg sontak mengangguk seraya membuka lebih lebar pintunya mempersilahkan tamunya masuk.

"Om kita makan bareng ya, mama udah masak loh" ajak Arya antusias ketika mereka melangkah masuk.

"Wah..! kebetulan dong om lagi laper sekarang, bolehkan Arshu aku ikut makan" sambut Rakesh dengan senang menerimanya seraya melirik Arshu yg berjalan dibelakangnya.

Namun detik berikutnya dia langsung meralat ucapannya begitu mendapat tatapan tidak suka dari ibu dua anak itu. "Eh, maksudku Aru" sengirnya jadi salah tingkah sendiri.

Baru setelahnya Arshu kembali tersenyum kecil padanya "Tentu saja. ayo Arsy, Arya taruh mainannya trus cuci tangan" perintahnya beralih menatap anak²nya dan segera dituruti oleh mereka yg berlari menuju wastafel setelah meletakan mainannya diatas meja.

"Kamu kenapa sih setiap aku panggil Arshu gak suka" keluh Rakesh seraya duduk dimeja makan.

"Gak papa" geleng singkat Arshu yg kini sibuk menata meja makan.

"Ayolah Aru, ini sudah hampir 3 tahun... kamu harus bisa melupakan Arhan, dia udah gak ada" cetus Rakesh lagi kali ini menunjukan wajah capek.

Mendengar hal itu tadinya Arshu yg enggan menatapnya spontan langsung menoleh kearahnya, terlihat jelas jika sekarang dia jadi sedikit panik."Bisa gak jangan bicara seperti itu, nanti anak² dengar" peringatnya dengan serius kemudian melirik kearah anak²nya yg berjarak lumayan dari meja makan.

"Mau sampai kapan kamu akan bilang sama mereka klo ayah mereka lagi kerja..? Kamu harus bilang yg sebenarnya sama mereka" sahut Rakesh jengah.

"Klo kamu kesini cuma untuk mengatakan itu sebaiknya kamu pergi" marahnya kini mulai emosi.

The FactTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang