"Sayang ayo bangun, kita sarapan dulu" panggilku setelah selesai memasak.
"Uhm.. iya" gumam Arya dan Arsy seraya duduk.
"Syukurlah demamnya udah turun... masih pusing gak sayang..?" Tanyaku setelah memegang kening Arsy.
"Nggak mah" jawab Arsy sambil menggelengkan kepalanya.
"Ya udah yuk kalian mandi dulu, nanti makanannya keburu dingin loh" perintahku seraya berdiri.
"Ok mama" kata Arya lalu beranjak dari kasur.
"Mah, papa mana..? kok dari memarin gak ada..?" Tanya Arya setelah selesai mandi.
"Ah... i..itu, papa kan kerja" sahutku refleks bingung harus jawab apa.
"Tapikan papa baru pulang, masa kerja lagi..?" Protes Arya jadi cemberut.
"Iya... gak bilang sama kami lagi" sambung Arsy jadi murung.
"Kalian kan kemarin tidur... jadi papa gak tega buat bangunin kalian, udah ayo kita makan dulu mama lapar nih" jelasku sambil mengusap rambut mereka.
"Kok mama gak bilang sih klo mama lapar, ayo mah kita makan" ajak Arya bergegas.
"Iya, halusnya mama bilang dali tadi, klo mama lapal" oceh Arsy sambil berjalan menuju meja makan.
"Hehehe... maaf ya" ucapku sambil tertawa gemas melihat mereka yg semakin pintar.
"Iya, tapi lain kali bilang ya mah..?" Ucap mereka kembali memperingatkanku.
"Iya... ayo duduk" anggukku seraya mendudukan Arsy kekursinya.
"Wah... nasi goreng...!!! Makasih ya mah..." Sorak mereka kegirangan saat melihat nasi goreng kesukaan mereka.
"Iya sama², ayo baca doa dulu baru makan" ucapku sambil menuangkan susu kegelas mereka masing².
Tok...tok...tok...
"Siapa ya...? Tunggu bentar ya sayang mama mau bukain pintu dulu" pamitku kembali berdiri.
"Ok, mama" kata mereka kompak.
Tok...tok...tok...
"Iya tunggu sebentar" kataku sambil berjalan menuju pintu.
"Kamu..??!! Ngapain lagi kamu kesini..?" Marahku karna yg datang itu adalah Arhan.
"Aku mau ketemu anak², bolehkan..?" Sahutnya sambil tersenyum.
"Papa..!!! Aku kira papa gak akan pulang² lagi" sorak Arya yg tiba² muncul kesenangan.
"Hehehe... maaf ya sayang, papa gak akan seperti itu lagi kok" sahutnya seraya berjongkok lalu mencium kening Arya.
"Beneran pah..??" Tanya Arya senang.
"Iya dong, masa papa bohong" angguknya tersenyum sambil mengacak rambut Arya gemas.
"Yeyy... makasih ya pah, oh iya ayo pah ikut sarapan bareng kami, mama masak nasi goreng enak loh..." ajak Arya antusias.
Namun Arhan jadi terdiam lalu beralih menatapku untuk meminta persetujuanku.
"Pah, papa kok diem. Ayo masuk, Arsy pasti seneng banget liat papa pulang" kata Arya bersemangat. Sedangkan Arhan terlihat ragu untuk menjawabnya.
"Iya ayo masuk" kataku terpaksa. Baru setelah itu dia tersenyum lebar lalu ikut masuk.
"Papa...!!! Papa udah pulang..?" Sorak Arsy senang saat melihat Arhan.
"Iya, Arsy sudah sembuh..?" Ucapnya lalu mencium kening Arsy.
"Udah dong" jawab Arsy sambil tersenyum lebar.
"Syukurlah..." ucapnya juga tersenyum lalu duduk.
"Udah ayo makan, mama mau ambilin makanan buat papa dulu" ucapku lalu kedapur untuk mengambil sisa nasi goreng tadi karna aku masaknya berlebih.
"Ini..." kataku seraya menyerahkan piringnya.
"Loh, kok nasi papa gak berbentuk kaya punya kita mah..?" Protes Arya sambil menatap nasi Arhan dan punyanya.
"Papa lebih suka gini kok, udah gak papa ayo makan sekarang" ralatnya sambil mengusap rambut Arya.
"Oh gitu ya..." angguk Arya lalu mulai makan.
Setelah selesai makan aku lalu mencuci piring sedangkan dia menemani Arya dan Arsy belajar.
"Sebenarnya apa sih tujuan dia itu..? Bukannya dia sendiri yg bilang untuk jangan ganggu hidupnya yg sudah bahagia itu..? Trus kenapa sekarang malah muncul..? Keterlaluan..!! Dia pikir dia itu siapa.. bisa seenaknya aja" gumamku melampiaskan kekesalanku pada piring² yg sedangku bersihkan.
"Arshu.." panggilnya.
"Ah... kamu itu kenapa sih ngagetin orang aja" matahku kaget karna tiba² dia sudah berada dibelakangku.
"Maaf... kamu marah ya aku datang kesini..?" katanya menatapku.
"Pikir aja sendiri. Lagian ngapain sih kamu kesini segala..? Kamu sengaja ya manfaatin Arya sama Arsy..?" Sahutku kesal.
"Manfaatin..? Buat apa aku manfaatin anakku sendiri.." ucapnya kaget.
"Anak kamu..? Sejak kapan kamu ngakuin klo mereka anak kamu..? Kamu lupa pernah bilang apa waktu itu..? Atau perlu aku ingatkan lagi..?" Sahutku tidak terima.
"Iya aku tau aku salah..." katanya menyesal.
"Sudahlah aku gak mau mereka nanti denger, cepet sana ngapain kamu kesini... katanya tadi mau ketemu anak²..." kataku mengalihkan topik lalu menyibukan diri.
"Iya, aku kesini buat ngambil minum. Katanya mereka haus" jawabnya.
"Nih, udahkan..? Sana pergi, oh ya... jangan terlalu deket sama Arya dan Arsy, aku gak mau nanti mereka makin sedih... saat kamu pergi" ucapku setelah menyerahkan air putih.
"Apa..?? Kok mamu ngomong gitu sih.. emang aku mau pergi kemana..? Kenapa aku harus pergi..?" Katanya malah balik bertanya.
"Loh, emang kamu akan pergikan nanti cepat atau lambat buat keluarga baru kamu. Aku gak mau ya nanti dituduh perusak hubungan orang" jawabku menatapnya tajam.
"Arshu, kamu salah paham-"
"Salah paham..? Salah paham apalagi..? Aku rasa semuanya udah jelas. bukannya kamu sendiri yg waktu itu bilang... udah deh ya ngomong sama kamu itu gak pernah selesai²..." bantahku memotong perkataannya lalu pergi menghampiri Arya dan Arsy.
*********
KAMU SEDANG MEMBACA
The Fact
JugendliteraturApa jadinya jika setelah dikabarkan meninggal, tiba² setelah 3 tahun dia kembali lagi namun sebagai orang asing. *kelanjutan cerita dari baby Arya* Mohon maaf jika ceritanya tidak jelas atau ada salah kata dan ada kata yg kurang berkenan.
