Arshu yg kini sedang duduk dimeja kerjanya bersama tumpukan laporan penjualan dihadapannya yg harusnya segera dia periksa, justru hanya dipandanginya saja dengan tatapan kosong. Karna sejak kunjungan kerumah orang tuanya tempo hari dia terus saja dibayangi dengan rasa bersalah. Belum lagi terkadang anak²nya menanyakan teberadaan Arhan yg tidak kunjung datang selama beberapa hari ini.
'Apa aku minta Arhan kembali aja ya..? Ini jugakan udah beberapa hari, jadi mungkin Arhan udah nyelesaiin urusannya dengan Aarti...' batin Arshu setelah memikirkannya dengan matang.
Kemudian ia mengangguk pasti untuk meyakinkan dirinya sendiri sambil tersenyum, lalu merogoh isi tas selempangnya untuk mengambil kotak kecil yg selama beberapa hari ini selalu dia bawa kemana pun dia pergi. Isi kotak itu tidak lain adalah cincin pernikahannya.
Untuk beberapa saat sebelum mengenakan cincin itu kembali dijari manisnya, dia hanya memandangi cincin itu sembari mengingat momen² kebersamaan mereka dulu yg membuatnya tanpa sadar meneteskan air mata karna terharu.
Entah bangaimana itu membuatnya menjadi kembali bersemangat sekarang, rasanya dia tidak sabar ingin menemui Arhan. Tapi sebelum itu dia harus menyelesaikan semua pekerjaannya terlebih dahulu, jadi mau tidak mau dia harus menunggu dulu dan mulai fokus memeriksa setumpuk berkas itu satu persatu selagi anak²nya masih tidur siang.
Setelah menjelang sore hari akhirnya semuanya pekerjaannya beres, begitu juga dengan Arya dan Arsy yg baru selesai mandi kini sudah tampak rapi dan wangi. Baru setelah itu dia sendiri yg membersihkan dirinya sebelum kerumah orang tuanya untuk menitipkan Arya dan Arsy karna dia ingin menemui Arhan.
"Sayang, Arya sama Arsy... gak papakan mama tinggal dulu dirumah kakek..?" ucap Arshu berjongkok sembari mengenakan jaket Arsy.
"Loh, emang mama mau kemana..?" Sahut Arya yg juga sedang sibuk menenakan jaketnya sendiri sontak menatap mamanya kaget sekaligus penasaran.
"Alsy ikut mama..." sambung Arsy juga tidak terima dirinya akan ditinggal.
"Bentar aja kok, mama cuma mau jemput papa..." jelas Arshu mengukir senyumnya seraya merapikan jaket Arya.
"Klo gitu kenapa kami gak ikut aja sama mama..???" tanya Arya mengerutkan keningnya tidak mengerti.
"Iya, Alsy sama kak Alya ikut mama aja ya...!!!" seru Arsy bersemangat begitu mendengar akan bertemu papanya.
"Gak usah ya sayang, papa kan nanti mau ngasih surprise sama kalian... klo kalian ikut nanti gak jadi kejutan lagi dong" bujuk Arshu sambil memegang tangan mereka.
Arya dan Arsy yg begitu mendengar akan diberi kejutan pun langsung membulatkan matanya kesenangan dan langsung mengiyakannya tanpa pikir panjang lagi, karna tidak sabar ingin bertemu dan mendapatkan kejutan dari papanya.
Melihat itu Arshu pun juga ikut tersenyum lega, rasanya ia menjadi semakin tidak sabar ingin segera berkumpul bersama lagi seperti dulu.
.
.
.
.
.Namun sesampainya ia dirumah mereka dulu Arhan justru sedang tidak ada dirumah, hingga beberapa menit kemudian karna merasa bosan menunggu Arshu pun coba² memeriksa pot bunga tempat mereka dulu biasanya menyimpan kunci rumah. Dan benar saja tidak butuh waktu lama dia mengikis tanah dipot itu dia menemukan kunci yg ia cari, hingga membuat senyum diwajahnya kembali mengembang.
Dengan cepat ia pun bergegas membuka pintu itu berniat menunggu Arhan didalam rumah saja, sekaligus ia juga merasa kangen ingin memasuki rumah itu lagi. Namun betapa terkejutnya dia begitu pintu terbuka karna melihat ruang tamunya yg biasanya selalu terlihat rapi sekarang malah jadi berantakan layaknya kapal pecah.
Cangkir² teh bersama gelas bekas susu tergeletek begitu saja diatas meja, buku² dongeng yg berserakan, bantal² serta selimut yg juga berantakan diatas kursi, ditambah lagi dengan tata letak kursi dan meja tamunya juga tidak beraturan. Namun ada satu barang yg menarik perhatian Arshu, yg tak lain adalah album kumpulan foto² Arya dan Arsy sejak bayi. Seharusnya album itu tidak ada disini, sebab dia ingat betul klo dia telah membawa semua barang²nya kerumah barunya, tapi sekarang album itu malah tergeletak begitu saja dilantai rumah ini.
Ia pun lalu berjongkok mengambil album itu lalu kembali mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan, seraya meneteskan air matanya semakin merasa bersalah. Sebab ia berpikir klo Arhan sampai tidak mengurus dirinya sendiri dengan baik karna merindukan Arya dan Arsy.
"Apa yg telah aku lakuin...? Tanpa sadar aku malah semakin memperburuk masalah ini... aku udah melakukan kesalahan yg besar karna ketakutan tanpa alasanku, aku malah meragukan Arhan dan berpikir yg bukan² selama ini..." gerutunya terdengar tidak terlalu jelas karna bercampur dengan isakannya merutuki dirinya sendiri menyesali keputusannya mengusir Arhan tempo hari.
Setelah beberapa saat larut dalam penyesalannya akhirnya dia kembali berdiri sembari menghapus sisa air mata dipipinya, kemudian meletakkan tas dan album itu diatas laci, baru setelah itu mulai membersihkan seluruh ruangan itu dengan bersemangat.
******

KAMU SEDANG MEMBACA
The Fact
Teen FictionApa jadinya jika setelah dikabarkan meninggal, tiba² setelah 3 tahun dia kembali lagi namun sebagai orang asing. *kelanjutan cerita dari baby Arya* Mohon maaf jika ceritanya tidak jelas atau ada salah kata dan ada kata yg kurang berkenan.