pilihan

3 0 0
                                        

Saat jam istirahat makan siang dibengkelnya, Arhan bergegas untuk pulang karna tadi Tya menelpon dan mengatakan klo dia bersama dengan Aarti sudah menunggu dirumahnya untuk makan siang bersama sesuai perjanjiannya dengan Aarti yg telah disetujui olehnya tempo hari.

Flashback on.

Waktu itu, setelah Aarti puas bermain berbagai permainan dimall, Arhan lalu mengajaknya untuk makan direstoran yg menyediakan menu masakan kesukaan Aarti. Dan selagi mereka menunggu pesanan mereka tiba, meski sebenarnya ia tidak tega namun akhirnya Arhan mengatakan nya juga pada Aarti dengan hati², klo dia tidak bisa menemani Aarti trus²an lagi seperti dulu. Tentu saja begitu mendengar itu Aarti langsung tidak terima dan mulai histeris karna takut Arhan akan meninggalkannya lagi. Namun setelah dibujuk oleh Arhan dengan mengatakan klo dia berjanji akan menemui Aarti setiap beberapa hari, akhirnya Aarti mulai mengerti dan terpaksa menyetujui kesepakatan itu.

Flashback of.

-----

"Papa..!!!" sorak Aarti antusias langsung berlari melompat kepelukan Arhan begitu melihat Arhan yg baru tiba keluar dari mobilnya.

Melihat itu Arhan pun langsung berjongkok untuk menyambut pelukan Aarti, kemudian menggendongnya seraya mencium kedua pipi Aarti.

"Papa kok baru dateng..? Aarti kangen banget sama papa..." sambungnya memonyongkan bibirnya menatap Arhan cemberut.

"Oh ya..??? Papa juga kangen sama Aarti, maaf ya soalnya tadi papa harus kerja dulu..!" sahut Arhan sembari mencoel hidung Aarti gemas.

"Kangennya pake banget atau kangen aja..?" tanya Aarti menyipitkan matanya menyelidik.

"Pake banget dong..!" jawab Arhan seraya tersenyum merapikan rambut Aarti.

Hingga membuat Aarti mengukir senyum lebarnya karna merasa puas dengan jawaban yg baru saja didengarnya, ia pun lalu kembali memeluk Arhan dengan erat.

"Ya udah klo gitu aku titip Aarti ya, aku mau pergi dulu..!" ucap Tya terpaksa menyela obrolan mereka karna sudah ada janji dengan teman lamanya.

Sontak Aarti dan Arhan pun menoleh kearahnya.

"Iya, makasih ya udah nganterin Aarti... eh, kamu kesini gak sama Rakesh..?" ucap Arhan baru menyadari klo hanya ada Tya disana.

"Iya, biasa... dia lagi sibuk ngurusin persiapan pernikahan kami nanti" jawab Tya tersenyum tipis.

Sedangkan Arhan kali ini hanya mengangguk² mengerti, karna memang sejak 5 hari yg lalu Rakesh sudah memberitaukan padanya mengenai pernikahan mereka yg rencananya akan berlangsung dalam waktu dekat ini.

"Hati² ya mah..!!!" seru Aarti melambaikan tangannya pada ibunya yg sedang mengeluarkan kepalanya dari jendela karna ingin memutar balikan mobilnya.

"Dah..!!!" sahut Tya juga seraya memberikan ciuman jauh pada Aarti sebelum meninggalkan rumah itu.

Begitu mobil Tya sudah benar² pergi baru Arhan membawa Aarti masuk kedalam rumahnya untuk makan siang bersama karna sebelumnya ia sudah menyiapkan makanan kesukaan Aarti.
Kemudian setelah selesai makan mereka lalu bermain sebentar, hingga akhirnya Aarti tiba² mengajukan pertanyaan yg sama sekali tidak pernah diduganya.

"Pah, papa gak bisa main sama Aarti kaya dulu lagi itu... karna sekarang udah ada Arya sama Arsy ya pah..?" lirih Aarti pelan saat mereka sedang bermain pesta minum teh kesukaan Aarti.

Deg...!

Sontak Arhan yg sedang berpura² menikmati teh yg baru saja disuguhkan Aarti pun menoleh kearah Aarti dan menatap manik hitam milik Aarti yg rupanya juga sedang menatapnya lamat².

Sebelum menjawab pertanyaan Aarti itu Arhan tampak menghela nafas berat untuk menetralkan kembali perasaannya yg sekarang sudah campur aduk, baru setelah itu dia melempar senyumnya seraya mengangkat Aarti kepangkuannya.

"Enggak dong sayang, kok Aarti ngomongnya gitu sih..." sahut Arhan sambil merapikan rambut Aarti.

"Abisnya kata mama, Arya sama Arsy itu anak papa yg beneran... jadi papa pasti sekarang udah gak sayang lagi sama Aarti karna Aarti ini bukan anak papa seperti mereka..!" oceh Aarti dengan wajah polosnya yg sekarang tengah cemberut.

"Aarti, gak boleh ngomong gitu..!!! Mau gimana pun keadaannya dan sampai kapan pun, papa itu akan tetap sayang sama Aarti seperti dulu... dan klo soal papa gak bisa menenin Aarti main kaya dulu lagi itukan sekarang udah ada papa Rakesh yg akan selalu nemenin Aarti..!" jelas Arhan yg membuat Aarti jadi terdiam menatap wajah Arhan lalu memeluk Arhan dengan erat untuk melepas rindunya.

Sambil mengusap punggung Aarti dengan penuh kasih sayang Arhan mencoba menghiburnya.

"Aarti, mau minum susu gak..? Papa buatin susu ya sambil papa bacain buku cerita..! Papa ada beliin buku dongeng loh buat Aarti" seru Arhan yg membuat Aarti melepaskan pelukannya lalu menatap Arhan dengan mata berbinar.

"Beneran pah..??? Makasih ya pah, Aarti sayang banget sama papa..!!!" sorak Aarti jadi kembali bersemangat sembari mengembangkan senyum manisnya lalu memeluk Arhan singkat, baru setelah itu dia membiarkan Arhan pergi kedapur untuk membuatkannya segelas susu stoberi favoritnya.

"Ini susunya, diabisin ya..!" Seru Arhan menyerahkan segelas susu yg masih hangat itu seraya kembali duduk dikursinya tadi.

Aarti pun langsung mengambil gelas itu lalu meminumnya, namun baru seteguk ia meminum tiba² ia berhenti karna teringat sesuatu.

"Makasih ya pah... buku ceritanya mana..???" oceh Aarti antusias dengan sisa susu yg menempel diatas bibirnya.

Arhan yg melihat itu pun menjadi terkekeh lalu membersihkan sisa susu itu menggunakan tissu yg ada diatas meja.

"Pelan² dong sayang minumnya..! Ini bukunya, Aarti emang mau papa bacain cerita yg mana..?" sahut Arhan sembari mengambil paperbag yg berisi beberapa buku dongeng yg baru dibelinya didalam laci.

Begitu melihat buku² itu Aarti pun langsung memilih² buku dengan gambar yg menarik menurutnya, lalu menyerahkan buku cerita 'princess sofia the first' itu pada Arhan dan kembali menyeruput susunya hingga tandas sambil mendengar Arhan bercerita dengan seksama.

Namun baru setengah dari cerita dibuku itu dibaca, Aarti sudah tampak menguap beberapa kali karna mulai merasa mengantuk, hingga tanpa sadar akhirnya dia tertidur bersandar dilengan Arhan.

Sedangkan Arhan masih saja terus membacakan isi buku itu sampai akhirnya ia menyadari Aarti sudah tertidur pulas dilengannya, baru setelah itu Arhan meletakkan bukunya sembarang diatas meja, kemudian perlahan² membaringkan Aarti kekursi baru setelah itu ia mengambil dua bantal dan selimut dikamarnya untuk Aarti dan dirinya. Sebab ia tidak bisa memindahkan Aarti kekamarnya karna tadi pagi dia tidak sempat membersihkan kamarnya.

Namun saat dia ingin meraih bantal tidak sengaja ia melihat labum foto bayi Arya dan Arsy yg ia minta dari Arya beberapa waktu lalu secara diam² tanpa sepengetahuan Arshu, ya meski sebenarnya hampir saja ketahuan karna tiba² Arshu yg sedang mencuci piring datang dan curiga. Tapi untungnya Arya dan Arsy tidak mengatakannya pada Arshu waktu itu.

Mengingat itu membuat Arhan mengembangkan senyumnya, namun detik berikutnya senyum itu hilang begitu dia kembali teringat klo sekarang Arshu masih belum mengizinkannya untuk menemui mereka.

Dia lalu menghela nafas panjang dan kembali menghampiri Aarti serta membawa album itu untuk kembali melihat foto² didalamnya untuk mengobati sedikit rasa kangennya.

*****

Mohon maaf sebesar² nya untuk semuanya, saya baru bisa publish sekarang karna ada kendala internet, sekali lagi saya ucapkan maaf🙏🏻🙏🏻🙏🏻


The FactTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang