titip

1 0 0
                                        

Author pov.

Karna kejadiaan kemarin Arshu langsung meninggalkan pesta bersama anak² nya beserta keluarga Pankti. Jadi Rakesh pun sekarang berniat untuk menghampirinya ketoko kue bersama Aarti, kebetulan kini ia dan Aarti juga sedang bosan menunggu Tya yg sedang perawatan disalon langganannya.

.
.
.

"Halo semuanya..!!!" sapa Rakesh menyelonong memasuki ruangan Arshu sambil menggendong Aarti, setelah sebelumnya tadi dia bertanya pada salah waitress yg bekerja disana.

Arya dan Arsy yg kini telah asik bermain puzzle mosaik 3D dilantai tidak jauh dari Arshu yg kini sedang sibuk dengan laptopnya, begitu mendengar suara Rakesh langsung menengadahkan wajahnya melihat kekearah Rakesh yg kini berjalan menghampiri mereka.

"Om Rakesh...!!!"  sorak mereka dengan senyum sumringah menyambut kedatangan Rakesh.

"Kalian lagi main apa nih, Aarti boleh ikut gak..?" seru Rakesh ikut duduk diantara mereka sedangkan Aarti masih berdiri memegang pundaknya.

"Main puzzle mosaik om.." jawab Arya menunjukkan gambar rumah yg belum terbentuk sepenuhnya hasil karyanya bersama Arsy.

"Ayo Aalti sini main..!" ajak Arsy memegang tangan Aarti untuk mengajaknya ikut duduk disampingnya, dan dengan cepat Aarti pun langsung menurut dan mulai bermain bersamanya.

"Ya udah kalian main dulu disini yg pinter ya..!" perintah Rakesh tersenyum senang melihat kedekatan ketiganya, lalu beralih menatap Arshu yg kini juga sedang melihat kearah anak² sambil tersenyum tipis.

Rakesh pun bangkit untuk menghampiri meja kerjanya dan memilih untuk duduk dikursi yg ada diseberang Arshu.

"Sebenarnya aku gak nyangka loh mereka bisa sedekat ini, Aru..!" komentar Rakesh kembali memperhatikan ketiganya yg sedang asik bermain sambil sesekali tertawa bersama.

Mendengar itu Arshu melirik Rakesh sekilas lalu menarik kedua sudut bibirnya membentuk senyuman.

"Oh ya Arshu, kemarin kamu kenapa..?" tanyanya berbalik berubah ekpresi jadi serius menatap Arshu mengingat kejadian semalam.

Sontak Arshu pun tertegun beberapa saat mengingat kejadian kemarin lalu mengalihkan pandangannya menatap Rakesh.

"Oh itu, maaf ya.. aku tidak bermaksud untuk ribut diacara penting kamu" sesal Arshu merasa tidak enak.

"Ayolah Arshu, bukan itu masalahnya. Aku nanyain kamu..! Kamu kenapa berantem sama Arhan..?" jelas Rakesh membenarkan posisi duduknya.

"Nggak papa, oh ya omong² ngapain kamu kesini..? Tya mana..?" sahut Arshu berusaha mengalihkan pembicaraan.

"Tentu aja buat nemuin kalian, bosen nunggu Tya disalon..!" jawab Rakesh sekenanya karna tidak tertarik dengan pembicaraan itu, sedangkan Arshu hanya menanggapinya dengan manggut².

Hingga tiba² Rakesh mendapat panggilan dari sekretarisnya yg mengatakan klo ada metting mendadak yg harus dia hadiri sekarang juga.

"Astaga gimana nih Arshu, aku harus kekantor sekarang, tapi gak ada yg bisa jagain Aarti..! Arhan juga sekarang lagi kerjakan..?" adu Rakesh dengan wajah ditekuk.

"Ya udah kamu pergi aja, biar Aarti main disini sama Arya dan Arsy..!" usul Arshu menawarkan diri untuk menjaga Aarti.

"Kamu serius..? Makasih banyak ya Arshu..!" seru Rakesh lega mendengarnya.

"Iya sama² ... udah sana kamu pergi..!" seru Arshu melempar senyumnya yg diangguki oleh Rakesh lalu bangkit menghampiri anak² untuk pamit sebelum pergi.

Sepeninggal nya Rakesh, Arshu pun kembali melanjutkan pekerjaannya, karna anak² masih asik dengan berbagai mainan yg dimainkan mereka, hingga waktu menunjukan hampir jam makan siang.

"Sayang, kita makan siang dulu yuk..!" ajak Arshu seraya bangkit dari tempatnya untuk menghampiri anak² dan berjongkok diantara Arsy dan Aarti.

"Kita makan apa mah..?" tanya Arsy mengangkat wajahnya untuk menatap ibunya.

"Kalian mau makan apa emangnya..?" sahut Arshu balik bertanya sembari menatap ketiga anak yg kini juga sedang memperhatikannya.

"Nasi biryani mah..!" pinta Arya dengan cepat.

"Iya" angguk Arsy juga dengan antusias.

"Tapi Aarti maunya kue..!" tolak Aarti dengan wajah cemberut.

"Aarti mau kue ya.. mau kue apa sayang..?" tanya Arshu beralih menatap Aarti dengan senyuman yg terukir diwajahnya.

"Kue biskuit warna warni bulat yg ada krimnya..!" jawab Aarti mencoba menjelaskan dengan mata yg berbinar² kue yg dia liat disalah satu etalase sewaktu dia dan Rakesh memasuki toko kue ini tadi.

Arshu yg tidak mengerti kue apa yg dimaksud Aarti pun mencoba memutar otak dengan cepat, sampai akhirnya terlintas nama satu kue dipikirannya yg membuatnya dengan cepat beranjak untuk mengambil buku menu dimeja kerjanya.

"Maksud Aarti kue macaron..?" tanya Arshu menunjukan foto kue itu dihadapan Aarti yg membuat Aarti dengan cepat mengangguk kegirangan.

"Oke, kita makan macaron ... tapi setelah makan nasi biryani ya..?" usul Arshu dengan senyum lebar yg langsung diangguki setuju oleh ketiganya dengan senang hati, karna keinginan mereka semua dipenuhi.

Setelah selesai mendiskusikan itu, mereka pun beranjak menuju dapur sambil berlarian kecil yg disusul Arshu dibelakangnya mengawasi mereka.

Begitu tiba didapur, Arshu meminta salah satu pekerjanya menyiapkan meja makan untuk mereka bertiga menunggu selagi dia memasak nasi biryani. Setelah nasi biryaninya siap, Arshu menyajikannya untuk mereka dan dirinya sendiri.

"Gimana enak nggak..?" tanya Arshu pada mereka bertiga disela makan mereka, yg langsung diangguki oleh mereka bertiga dengan cepat sambil tersenyum senang.

"Enak banget tante..!" puji Aarti dengan mulutnya yg belepotan lalu ia kembali memakannya dengan lahap.

"Syukur deh klo kalian suka.." ucap Arshu terkekeh melihat tingkahnya lalu membersihkan mulut Aarti dengan tissu.

Begitu makanan mereka semua habis Arshu pun beranjak dari tempatnya untuk membereskan piring² bekas makan mereka dengan dibantu oleh mereka bertiga.

"Udah taruh disini aja sayang" perintah Arshu pada Aarti dan Arsy yg membawa piring bekas makan mereka masing² untuk meletakan nya ditempat cuci piring.

Lalu mereka bertiga kembali menghampiri Arya yg sedang mengelap meja makan bekas mereka tadi.

"Ayo kita ambil macaron buat Aarti kedepan, sama kue untuk kalian juga..!" Ajak Arshu yg langsung diangguki oleh ketiganya dengan antusias.

Namun sayangnya begitu tiba dietalase ternyata macaron yg diinginkan Aarti justru telah habis, hingga membuat Aarti hampir menangis karna kue yg diinginkannya tidak ada.

Melihat itu Arshu pun langsung berjongkok didepannya untuk membujuknya.

"Aarti, sayang.. jangan sedih gitu dong..! Emang kenapa klo macaronnya habis, tante kan bisa bikinin yg banyak  buat Aarti..! Aarti mau rasa apa..?" bujuknya sembari mengusap² rambut Aarti, hingga membuat Aarti menarik kedua sudut bibirnya membentuk senyuman yg lebar.

"Aarti mau semuanya tante..!" seru Aarti dengan mata berbinar membayangkan semua warna warni macaron.

"Boleh, klo Arya sama Arsy mau apa sayang..?" ucap Arshu tersenyum lega lalu beralih menatap kedua anaknya.

"Alsy mau kue coklat.." jawab Arsy bersemangat.

"Arya juga mah" sambung Arya menimpali lalu mereka berempat pun kembali kedapur untuk membuat brownies lumer yg dimaksud Arya dan Arsy serta macaron yg diinginkan Aarti.

Namun sayangnya ternyata stok salah satu bahan untuk membuat krim macaron malah habis, jadi Arshu pun terpaksa harus ke supermarket dulu untuk membelinya dengan mengajak Arsy, sebab dia merengek ingin minta ikut, sedangkan Arya tetap tinggal disana untuk menemani Aarti.

********

Maaf baru bisa up sekarang karna kemarin sibuk lebaran. Terima kasih😘

🙏🏻Mohon maaf lahir batin semua.🙏🏻

The FactTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang