Begitu Vinod pergi aku pun juga bergegas menyusulnya untuk menghampiri Arya dan Arsy yg sekarang masih menunggu diruang tamu, takutnya nanti dia ngomong macem² sama Arya. Namun baru saja aku diambang pintu Arhan malah mencegat lenganku, aku tau sekarang dia pasti ingin membicarakan masalah tadi."Lepasin, Arya sama Arsy masih dibawah..!!" jelasku seraya menepis tangannya lalu bergegas pergi sambil membersihkan luka dikeningku.
"Mama..!!!" Pekik mereka langsung berlari menghampiriki saat melihatku yg setengah berlari menuruni anak tangga, sebab aku melihat Vinod berdiri tepat dihadapan mereka.
Sekilas kulihat Vinod mengangkat pundaknya acuh sambil menatap kearah Arya baru setelah itu dia pergi.
"Kepala mama kenapa..??" serbu Arsy cemas melihat keningku yg sedang terluka bahkan dia sudah hampir menangis sekarang.
"Kok bisa sampai luka seperti itu mah..? Pasti itu sakit bangetkan..!" cecar Arya juga tak kalah khawatir seraya memegang tanganku.
"Gak papa kok sayang, tadi mama gak sengaja kebentur aja. Udah kalian tenang aja ini cuma luka kecil, sebentar lagi juga nanti sembuh" bohongku sambil tersenyum seraya berjongkok didepan mereka agar mereka tidak perlu takut lagi.
"Tuh kan, makanya mama harusnya hati²..!!" tegur Arya cemberut.
"Iya, maafin mama ya..!!" Seruku terkekeh melihat ekpresinya yg menggemaskan, namun detik berikutnya aku baru menyadari klo pintu rumah belum terkunci.
"Eh, tunggu bentar... mama mau ngunci pintu dulu" sambungku kemudian berdiri melangkah kearah pintu dan menguncinya, baru setelah itu aku kembali menghampiri mereka.
"Masih sakit gak mah..?" tanya Arsy menatap lukaku sedih.
"Udah enggak kok, oh ya tadi apa om Vinod ada ngomong sesuatu sama kalian..?" tanyaku was² menatap mereka bergantian.
"Nggak, emang kenapa mah..?" sahut Arya jadi balik bertanya.
"Gak papa..!" jawabku tersenyum lega baru setelah itu aku menuntun mereka menaiki tangga menuju kekamar mereka.
Begitu sampai dikamar mereka Arya langsung mengambil kotak p3k dan mulai membersihkan lukaku. Meski aku sudah menolaknya, namun dia dan Arsy trus saja membujukku hingga akhirnya aku setuju dengan syarat mereka akan tidur sendiri malam ini. Setelah selesai mengobatiku baru mereka mau berbaring dikasurnya masing² dan minta dibacakan dongeng seperti biasa.
Setelah mereka tertidur aku lalu menyelimuti mereka sambil mencium kening mereka bergantian, namun begitu aku berbalik betapa terkejutnya aku melihat Arhan sudah bersandar disudut pintu sambil menatap kami dengan senyuman tipis yg menghiasi wajahnya. Yg membuatku jadi kembali teringat pengakuan Tya tadi dan itu membuatku jadi merasa tidak enak dengannya, sebab selama ini aku slalu menyalahkan dia tanpa mau mendengarkan penjelasannya terlebih dulu.
"Mereka udah besar ya..! Arya bahkan udah bisa jagain kamu sekarang" serunya pelan tanpa mengubah posisinya yg menatap mereka dengan tatapan sendunya, begitu juga dengan senyum yg trus mengembang dikedua sudut bibirnya.
"Sejak kapan kamu berdiri disini..?" tanyaku setelah menghampirinya.
"Lumayan, kenapa gak boleh..?" sahutnya balik menatapku yg membuatku justru refleks menghindarinya.
"Bukan seperti itu..!" elakku seraya menutup pintu kamar mereka lalu berjalan mendahuluinya menuju kekamarku untuk membereskan kekacauan yg ada dikamarku.
"Arshu, aku mau bicara..!!" Ucapnya dengan cepat menyusulku lalu menahan tanganku yg sedang membereskan pecahan lampu tidur yg berserakan dilantai.
Dengan terpaksa aku melepaskan beling² itu kemudian segera berdiri, begitu juga dengannya yg ikut berdiri. Aku tau dia pasti sekarang ingin mempermasalahkan hal tadi.
"Aku gak mau Arya sampai tau itu sekarang, apalagi dari mulut orang lain..!" jelasku setelah menghela nafas panjang.
"Tapi bukan berarti kamu sampai segitunya kan..?! Lagipula walaupun dia ngasih tau Arya, apa kamu pikir Arya akan lebih percaya sama dia daripada kita..? Kita bisa ajakan nanti bilang sama Arya klo dia itu bohong..!" cecarnya menatapku tidak suka.
"Arya emang akan jauh lebih mempercayai kita..! Tapi apa kamu pernah mikirin gimana perasaan Arya setelah denger itu..??! Sedikit banyaknya Arya pasti akan terganggu dengan hal itu..!! Apalagi keadaannya sekarang lagi gak baik.." balasku jadi kesal dengan yg dia katakan barusan.
"Tapi sikap kamu sekarang ini udah keterlaluan Arshu..!! Kamu liat sendirikan, dia dan Kanya jadi semakin semena² sama kamu..! Dan kamu malah dengan mudahnya menurut gitu aja, kesannya kamu itu takut sama mereka..!" Marahnya menatapku dengan tatapan tajam.
"Ya, aku emang takut sama mereka..! Aku takut akan datang masalah baru lagi yg akan menimpa Arya..!! Aku udah gak sanggup lagi Arhan, aku capek..!!! Kamu pikir aku ini apa Arhan, aku juga perlu waktu untuk ngadepin semua ini.. aku gak tahan lagi Arhan, aku gak tau harus bersikap seperti apa, bahkan aku gak bisa berpikir lagi sekarang..!!! Apa kamu puas..!!!" Cecarku yg sudah tidak tahan lagi menahan semua ini seraya menarik kerah jaketnya, bahkan sekarang aku sudah tidak peduli lagi dengan air mataku yg sekarang mengalir dengan deras dihadapannya.
Yg membuat amarahnya seketika jadi mereda dan berganti menatapku dengan tatapan iba seraya mengulurkan tangannya ingin menghapuskan air mataku. Melihat itu aku pun segera menghapus air mataku dengan kasar sembari kembali mengendalikan emosiku, tapi sialnya air mataku malah trus saja mengalir.
Bagaimana bisa aku malah jadi lemah seperti ini sekarang. Batinku merutuki diriku sendiri menyesali tingkahku yg sudah seperti anak kecil tadi.
"Kamu kenapa..?" Tanyanya mengerutkan keningnya sembari ingin memegang pundakku, namun segeraku tepis hingga membuatnya mengerutkan keningnya tidak mengerti.
"Aku, aku.. cuma mau istirahat..!" jawabku asal karna sebenarnya aku juga bingung dengan diriku sekarang. Sebab meski sekarang aku sudah mengetahui yg sebenarnya tentang kondisinya, tetap saja rasanya seperti masih ada yg mengganjal. Aku masih merasa klo Arhan yg berdiri disini sekarang bukan untukku, dan itu semakin membuatku merasa bersalah dengannya, aku tau gak seharusnya dia mendapat perlakuan ini.
******

KAMU SEDANG MEMBACA
The Fact
Teen FictionApa jadinya jika setelah dikabarkan meninggal, tiba² setelah 3 tahun dia kembali lagi namun sebagai orang asing. *kelanjutan cerita dari baby Arya* Mohon maaf jika ceritanya tidak jelas atau ada salah kata dan ada kata yg kurang berkenan.