Ŕ

5 0 0
                                    


Disaat aku sedang menemani Arsy bermain boneka dirumah pohon tiba² ponselku yg tertinggal diatas meja yg tidak jauh dari rumah pohon berdering, dan begitu aku liat ternyata yg tertera dilayar ponsel itu adalah nama Arhan, hingga membuatku menyesal tadi telah bergegas mengambil ponsel ini karna mengira ada telpon penting.

"Ada apa..?" seruku sekenanya sambil menengadahkan kepalaku untuk mengawasi Arsy yg masih asik dengan bonekanya melalui celah jendela rumah pohon.

"Aku mau jemput Arya, hari ini dia masuk sekolahkan..?" ucapnya terdengar ragu².

"Iya, baiklah... selagi itu tidak merepotkan kamu..!" sahutku lalu menggigit bibirku karna kembali teringat kejadian kemarin.

"Tentu saja tidak, nanti juga aku mau sekalian ngajak Arya dan Arsy jalan² boleh..?" izinnya lagi namun kali ini terdengar tampak antusias.

"Iya tentu saja, makasih udah luangin waktu kamu" jawabku sembari berusaha kuat menahan air mataku yg lagi² tidak dapat kubendung.

"Maafin aku Arshu..." desisnya pelan yg membuatku memutar mata jengah mendengarnya.

"Klo sudah tidak ada yg ingin dibicarakan aku tutup dulu telponnya..!" putusku menahan emosiku yg sudah mulai membuncah lalu menutup telponnya sepihak.

Setelah memutuskan telponnya aku lalu kembali meletakan ponselku ketempatnya semula sembari menghemaskan tubuhku kekursi, lalu sambil memijat pelipisku aku berusaha memejamkan mataku rapat² untuk menetralkan emosiku.

"Mama..!" panggil Arsy sontak membuyarkan lamunanku, seketika semua bayang² Arhan yg mengganggu pikiranku lenyap dan membuatku sadar klo saat ini harusnya aku lebih fokus sama Arya dan Arsy ketimbang berlarut² memikirkan hal tidak penting ini.

"Ah... iya sayang, tunggu sebentar..!" seruku sembari melempar senyum menengadahkan wajahku menatapnya yg kini menjulurkan kepalanya dari jendela sambil melambai²kan tangannya memanggilku.

Baru setelah itu aku bergegas ingin kembali menaiki tangga menuju rumah pohonnya, namun sebelum naik aku menghela nafas panjang terlebih dahulu sambil menghapus sisa² air mata dari mataku, setelah dirasa cukup baru aku menghampiri Arsy.

"Ayo sayang siap² dulu, Arsy mau jalan sama papa kan..?" ajakku begitu tiba diatas sembari mengulurkan tanganku padanya yg kini sudah menungguku diambang pintu rumah pohon ini.

Begitu mendengar itu sontak dia membulatkan matanya sempurna, juga tersenyum sumringah kesenangan.

"Papa udah dateng mah..???  Kita mau jalan sama papa..???" cecarnya sangat bersemangat menghujaniku dengan berbagai pertanyaannya, dan langsung meraih tanganku lalu mengalungkan tangannya dileherku.

Tanpa sadar aku pun juga ikut tersenyum bahagia melihat reaksinya, lalu segera menggendongnya sembari kembali melangkahkan kakiku menuruni anak tangga.

"Iya, sekarang papa lagi jemput kak Arya. Tapi yg jalan sama papa cuma kalian aja, mama ada kerjaan... gak papakan sayang..?" jelasku dengan hati² karna tidak ingin merenggut senyum diwajahnya sekarang.

Tapi itu percuma saja, karna begitu mendengar itu sontak Arsy menatapku kaget dan menjadi sedih.

"Kok mama gak ikut sih..??? Alsy maunya mama juga ikut..!! Keljanya nanti aja ya mah.. kita jalan² aja dulu sama papa..." rengeknya dengan wajah cemberut menatapku.

Sejujurnya aku tidak tega melihatnya seperti ini, tapi mau gimana lagi... mana mungkin aku juga ikut bersama mereka, aku takut nanti tidak akan bisa mengendalikan emosiku, dan semakin mengacaukan keadaan ini.

"Gak bisa sayang, maafin mama ya...! Mama janji nanti kak Arya sama Arsy akan jalan² lagi sama mama, gimana..? Tapi sekarang kak Arya sama Arsy jalannya sama papa aja dulu ya..?" bujukku sambil membelai rambutnya seraya melangkahkan kakiku menuju kamarnya untuk mengganti pakaiannya sekalian mengambilkan pakaian ganti untuk Arya nanti.

"Gitu ya... ya udah deh, tapi nanti mama sama siapa klo Alsy sama kak Alya pelgi sama papa..?" bahasnya lagi masih mencemaskanku sambil memainkan rambutku.

"Mama kan kerjanya di toko kue sama temen² mama disana..." sahutku sembari tersenyum untuk meyakinkan dia.

Baru setelah itu dia mengangguk mengerti, dan menurut untuk memilih pakaian yg akan dikenakannya nanti. Setelah beberapa saat melihat² pakaian dilemarinya akhirnya pilihannya jatuh pada dress putih dengan corak bunga² berwarna merah lengkap dengan bando dan sepatu yg juga berwarna merah yg selaras dengan warna dressnya.

Selang 10 menit kemudian baru aku selesai menyiapkan Arsy serta menguncir rambutnya agar membuatnya lebih nyaman nanti saat bermain, lalu lanjut menyiapkan kemeja dan celana yg cocok untuk Arya.

Hingga tidak terasa akhirnya terdengar suara deru mobil didepan rumah yg membuat Arsy bersorak kesenangan.

"Mah, itu papa udah datang..!" soraknya dengan mata berbinar² menatapku.

Aku yg melihat itu jadi ikut tersenyum lalu mengangguk dan mengajaknya turun sambil membawa pakaian Arya yg telahku siapkan.

Benar saja baru kami menuruni anak tangga terdengar suara bell berbunyi beberapa kali, hingga Arsy yg mendengar itu semakin mempercepat langkahnya kegirangan karna tidak sabar ingin bertemu Arhan.

Namun begitu aku membuka pintu ternyata disana juga ada Aarti disisi kanan Arhan sambil memegang tangan Arhan, sedangkan Arya berada disebelah kirinya yg membuatku terpaku melihatnya. Seketika pikiran ku melayang entah kemana, begitu juga dengan Arsy yg agak kaget dengan kehadiran Aarti disana.

'Apa kali ini dia akan membatalkan janjinya lagi untuk jalan² sama Arya dan Arsy..?' Batinku bertanya². Lalu aku beralih melirik Arya dan Arsy, cemas memikirkan bagaimana perasaan mereka sekarang. Sebab kulihat tanpaknya Arya juga kurang nyaman dengan keberadaan Aarti.

"Ini maksudnya kamu gak jadi mau ngajak Arya sama Arsy..?" tanyaku menatapnya nanar.

"Tentu saja jadi..!" jawabnya sembari mengangguk bingung melihatku.

"Terus..???" ucapku tidak mengerti sembari melirik Aarti singkat lalu kembali menatapnya bingung.

"Oh ini, Aarti juga akan ikut ... tidak masalahkan..? Bukannya aku udah bilang dichat tadi..?" sahutnya jadi salah tingkah setelah mengerti maksudku.

"Oh, ba..baiklah" anggukku tersenyum getir lalu aku mengajak Arya untuk segera mengganti pakaiannya.

Setelah selesai berganti pakaiannya aku pun lalu menyisir rambutnya, sedangkan dia kini tengah asik mengobrol dengan Arsy mengenai perjanannya nanti bersama Arhan. Sampai akhirnya Arsy mengadukan padanya klo aku tidak akan ikut bersama mereka kali ini, hingga membuat Arya kaget dan langsung berbalik menatapku.

"Loh, kok mama gak ikut sih..!" sungutnya dengan wajah cemberut.

"Ya maaf ya sayang, soalnya mama banyak kerjaan..." bohongku sembari tersenyum mengusap puncak kepalanya.

"Ya udah klo gitu Arya sama Arsy juga gak jadi jalan deh sama papa..! Percuma kami jalan² sama papa klo gak ada mama..." rengeknya tidak terima.

"Eh, gak boleh gitu dong sayang... nanti gimana perasaan papa klo tiba² kalian batalin jalan²nya, lagian katanya kalian jugakan ingin jalan² sama papa..!" bujukku berusaha menyakinkan dia.

"Ya tapi gimana sama mama, Arya gak mau mama sendirian..!" elaknya mengkhawatirkanku.

Aku pun lalu berjongkok dihadapannya sembari memegang kedua tangannya untuk menenangkan dia.

"Kata siapa mama sendirian, mama kerjanya ditoko kue..! Disana ada banyak orang yg nemenin mama, jadi Arya tenang aja sayang..!" jelasku sambil tersenyum.

"Tapi mah..." ucapnya menggantung karna masih ragu.

"Udah gak ada tapi²an, ayo cepat kasian loh papa sama Aarti nunggu kalian dari tadi..!" sahutku lalu bangkit seraya menggandeng tangannya dan Arsy untuk turun menghampiri Arhan dan Aarti yg sedang menunggu diruang tamu.

******

Aku mohon maaf sebesar²nya ya, karna akhir² ini tidak teratur publish... dan mungkin untuk sementara waktu ini aku akan hiatus dulu untuk menyiapkan eps² terakhirnya, jadi sekali lagi aku minta maaf atas ketidak nyamanan nya.

🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻

Terima kasih udah mengikuti cerita ini hingga sekarang.😘


The FactTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang