Sepulangnya dari rumah Rakesh, Arshu hanya diam menatap sendu anak²nya yg kini sedang berbisik² satu sama lain sambil tertawa kecil kesenangan membayangkan papanya menyicipi kue fav Arsy itu. Mereka pikir mereka sudah berhasil memberikan kue pada Arhan tanpa diketahui Arshu.
Padahal tanpa sepengetahuan mereka, diam² Arshu tadi mengikuti mereka yg tiba² mengajak Aarti untuk kekamar Aarti, padahal saat itu mereka semua sedang bicara diruang tamu bersama Rakesh.
Begitu tiba didepan pintu kamar Aarti, dengan perlahan Arshu membuka pintu itu sedikit dan melihat anak² nya tengah menyerahkan toples kecil yg berisi brownies pada Aarti agar diberikan pada Arhan nanti.
"Aarti, ingat ya..! jangan sampai papa kamu tau, soalnya nanti om Rakesh ngasih tau ke mama klo kami ngasih kue ini untuk papa" pesan Arya samar² yg didengar Arshu ketika setoples itu diterima Aarti.
"Iya, aku tidak akan kasih tau siapa²..!" sahut Aarti dengan senyum kecilnya.
"Jangan sampai lupa ya Aalti, kasih kuenya kepapa..! Papa pasti suka" sela Arsy juga ikut bicara.
"Iya" angguk Aarti pasti sembari menyimpan toples itu kedalam tasnya.
"Makasih ya Aarti.." ucap Arya senang.
"Iya, ayo kita main.. kemarin papa beliin aku barbie loh..!" Ajak Aarti antusias lalu menunjukan boneka barbie yg ada dimeja bermainnya pada Arsy dan Arya.
"Aaa.." intrupsi Arsy yg entah sejak kapan sudah berdiri dihadapan Arshu sembari mengulurkan tangannya yg berisi sepotong brownies tepat didepan mulut Arshu. Yg membuat Arshu terlonjak kaget dan membuyarkan bayangan mereka bertiga dipikiran Arshu.
"Ayo ma, makan kue nya..! Kami udah makan banyak loh.." seru Arya dengan senyum lebarnya berdiri disamping Arsy sembari memegang piring brownies itu.
Dengan tangis nya yg tertahan Arshu membuka mulutnya dan memakan kue itu sambil tersenyum bangga menatap anak²nya, namun beriringannya dengan kunyahan kue dimulutnya habis senyum diwajah Arshu juga perlahan berubah menjadi senyum getir.
"Sayang, tadi kalian--" desisnya tertahan seolah kalimat yg ingin disampaikannya tersangkut ditenggorokan.
"Ada apa mah..?" tanya Arsy dengan alis yg bertautan bingung melihat perubahan ekpresi mamanya.
"Tadi kenapa mah..?" sambung Arya mulai merasa tidak nyaman dan salah tingkah.
"Suka main sama Aarti..?" ucap Arshu malah mengalihkan pembicaraannya sambil mengukir senyum tulusnya kembali, sebab ia melihat respon Arya yg agak takut yg membuatnya merasa tidak sanggup jika harus melihat anak²nya sedih lagi nanti kalo membahas masalah ini sekarang.
"Oh, Arya kira tadi mama uda--" sahut Arya hampir keceplosan dan langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"Suka..!!! Aalti punya balbie bagus loh mah.." seloroh Arsy yg masih tidak mengerti arah pembicaraan yg dimaksud, dan mulai mengoceh menceritakan mainan² barbie milik Aarti dengan sorot mata kagum. Yg didengarkan dengan seksama oleh Arshu sambil tersenyum gemas melihat cara Arsy bercerita, sedangkan Arya kini tersenyum lega menatap Arsy yg secara tidak sengaja berhasil menyelamatkan dirinya.
Setelah menjelaskan itu semua panjang lebar, tiba² raut wajah Arsy jadi berubah agak murung menatap Arshu.
"Kata Aalti, semua balbie itu papa yg beliin ... Alsy juga mau dibeliin papa balbie.." adu Arsy menundukan wajahnya sambil memilin² ujung bajunya.
"Arsy, mau boneka barbie..? Nanti mama beliin ya..?" hibur Arshu masih berusaha tersenyum untuk menutupi sesak yg dia rasa sekarang.
"Tapi Alsy mau nya dibeliin papa.." rengek Arsy cemberut merasa Arshu tidak mengerti apa yg ia inginkan.

KAMU SEDANG MEMBACA
The Fact
Teen FictionApa jadinya jika setelah dikabarkan meninggal, tiba² setelah 3 tahun dia kembali lagi namun sebagai orang asing. *kelanjutan cerita dari baby Arya* Mohon maaf jika ceritanya tidak jelas atau ada salah kata dan ada kata yg kurang berkenan.