kembali

12 1 0
                                    

Malam harinya setelah mengantar keponakan Rohan dan ibunya kebandara, kami semua lalu mampir kepasar malam untuk main komedi putar dan beberapa permainan lainnya lalu makan malam baru setelah itu pulang.

"Kalian tidur dikamar ibu aja ya malam ini bareng Rishi..?" ajak Pankti.

"Tapi mama gimana..?" Kata Arsy ragu.

"Iya... masa mama tidur sendirian" kata Arya juga bimbang.

"Udah klo kalian mau tidur sama Rishi mama gak papa kok" kataku tersenyum.

"Emang mama gak takut...?" Kata Arsy menatapku.

"Kenapa harus takut..? Kan ada kalian... Nanti klo ada apa² pasti mama panggil kalian" kataku sambil mengacak rambut mereka gemas.

Pankti yg melihatnya pun jadi tertawa.

"Ya udah deh" kata mereka tersenyum.

"Ya udah yuk kita tidur... esokkan kalian mau berangkat" kata Pankti mengulurkan tangannya.

"Ok" kata mereka senang setelah mencium pipiku lalu memegang tangan Pankti.

"Inget... kalian nanti gak boleh nyusahin ibu, harus jadi anak yg pinter. Ok..?" Kataku memperingatkan mereka.

"Ok mama..." kata mereka lalu ikut Pankti masuk kamar baru setelah itu aku juga masuk kekamar.

---------

Keesokan harinya.

Setelah selesai sarapan kami lalu berangkat menuju bandara diantar oleh Pankti dan Rohan begitu juga dengan Rishi.

"Makasih ya" kataku tersenyum pada mereka setelah sampai bandara.

"Iya, kamu juga hati²" kata Rohan tersenyum sambil memegang tangan Rishi.

"Iya... nanti klo udah sampai hubungi ya..?" Kata Pankti lalu memelukku.

"Iya.."

"Kalian juga jagain mamanya, trus jangan asal bicara sama orang asing. Ngerti..?" kata Rohan berjongkok dihadapan anak².

"Ok" kata mereka tersenyum lalu mencium pipi Rohan baru setelah itu Rishi.

"Ibu gak dicium nih...?" Kata Pankti ikut berjongkok.

Mereka pun lalu mencium Pankti.

"Pinter nya..." kata Pankti gemas lalu mencium mereka.

"Sini sayang..." kataku seraya berjongkok. Rishi pun lalu menghampiriku dan langsung memelukku.

"Nanti ibu kesini lagi kan...?" Katanya.

"Tentu aja dong... tapi Rishi nya harus jadi anak yg pinter. Ok..?" Kataku sambil mengusap rambutnya.

"Ok..." katanya lalu melepaskan pelukannya.

"Pinter..." kataku tersenyum lalu mencium keningnya, kemudian dia juga ikut mencium pipiku.

"Ya udah cepat sana nanti kamu ketinggalan pesawat lagi..." kata Pankti.

"Oh iya, klo gitu aku pergi dulu ya.." kataku lalu berdiri.

Arya dan Arsy lalu salim pada Rohan, Pankti dan Rishi. Begitu juga Rishi kemudian salim denganku. baru setelah itu kami pergi.

🛫🛫🛫🛫🛫

Jakarta.

Begitu sampai apartemen aku lalu menghubungi Pankti.

"Hai..." kataku setelah dia mengangkat video callku.

"Hai... udah sampai ya..?" Katanya tersenyum.

"Iya, ini baru aja sampai" jawabku.

"Syukurlah, anak² mana..?"

The FactTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang