hilang

25 2 0
                                        

Arishfa.

Sesampainya dipasar swalayan.

"Ayo ambil, kalian mau beli apa" kataku sambil memegang tangan Arsy dan keranjang sedangkan Arya memegang tangan Arsy.

Mereka lalu bersemangat mengambil makanan yg mereka mau, mulai dari coklat, snack, permen, roti, dan biskuit.

"Permennya jangan banyak²" kataku mengingatkan mereka.

"Ok" kata mereka mengangguk.

"Udah selesai, yakin cuma mau ini aja..?" Kataku menatap mereka bergantian.

"Iya" kata mereka kembali mengangguk.

"Ya sudah, klo gitu temenin mama beli sayur sama ikan ya" kataku tersenyum.

"Baiklah" kata mereka lagi.

Ketika aku sedang memilih sayur tiba² Arya sudah tidak ada disampingku lagi.

"Loh, Arya mana, Arya... Arya..." kataku panik melihat kesekitar.

Ketika aku sedang mencari² Arya Arsy menarik tanganku.

"Ada apa sayang...?" Kataku menatapnya.

"Kak Alya..." katanya sambil menunjuk ketempat ikan².

"Kak Arya kesitu...?" Kataku dan mendapat anggukan darinya.

Aku pun segera bejalan kearah sana sambil menggendong Arsy tidak mempedulikan keranjang belanjaan kami tadi yg tergeletak dilantai.

"Arya... Arya..." kataku hampir menangis karna disana pun tidak ada Arya.

Aku benar² gak tau lagi harus mencarinya dimana karna sekarang pikiranku sangat kacau, aku hanya bisa berteriak² memanggilnya tidak peduli orang² sekarang sedang memperhatikan kami.

10 menit kemudian.

"Mama... ini Arya ada disini sama om baik, maaf ya ma... tadi Arya pergi gak bilang dulu sama mama..." terdengar suara Arya. Aku pun lalu segera berlari ketempat itu.

Sesampainya disana aku melihat Arya sedang tersenyum senang melihatku.

"Arya, gak papa kan sayang...? Tadi Arya kemana..? Kenapa gak bilang sama mama..?"  Kataku memeluknya.

"Arya gak papa kok kan ada om baik, maaf ya ma... tadi Arya pergi liat ikan gak bilang sama mama" katanya juga memelukku dan Arsy.

"Om baik..?" kataku melepaskan pelukan.

"Iya... namanya om Arhan, dia yg udah bawa Arya kesini trus beliin Arya es krim juga" katanya sambil menghapus air mataku.

"Apa...??!! Trus sekarang dia dimana..?" Kataku sangat kaget.

"Baru aja pergi, kan ini hari ulang tahun anaknya..." kata Arya.

"Apa...??!! Mak... maksud Arya...?" Kataku bingung.

"Iya... katanya hari ini anaknya ulang tahun, tapi dia tetap mau nemenin Arya disini... makanya Arya kasih gantungan yg mama kasih, gak papakan ma..." kata Arya menjelaskan.

"I...iya" kataku masih bingung.

"Mama kenapa...?" Kata Arya dan Arsy menatapku.

"Ah... sayang dia tadi perginya kearah mana..? Bisa tunjukin" kataku berdiri.

"Kesana" kata Arya seraya menunjuk kearah luar.

"Ya udah yuk" kataku langsung memegang mereka berdua lalu berjalan kearah yg ditunjuk Arya tadi.

Tapi dia sudah tidak ada padahal aku sudah mencarinya sampai keparkiran dan menanyakannya pada beberapa orang disana tapi tidak ada yg melihatnya, jadi aku kembali masuk untuk mengambil belanjaanku tadi.

Apa benar itu Arhan..? tapi kenapa dia malah pergi, trus anak siapa yg di bilang Arya tadi..? Apa jangan² itu anak Rakesh..? Pikirku.

Setelah membayar semua belanjaan kami, kami lalu pergi ketaman.

"Sayang kita pulang yuk, ini udah sore loh... kitakan belum sholat ashar" kataku.

"Sebental lagi ya ma..." kata Arsy cemberut.

"Iya ma sebentar aja..." kata Arya.

"Ya sudah, 10 menit lagi setelah itu kita pulang. Ok" kataku tersenyum sambil mengacak rambut mereka.

"Makasih mama" kata mereka senang lalu kembali mengajakku bermain.

--------

Malam harinya.

Setelah selesai makan malam dan sholat isya seperti biasa aku membacakan dongeng sampai mereka tertidur.

"I love you baby" kataku lalu mencium kening mereka.

Tok...tok...tok...

"Siapa ya" gumamku lalu berjalan menuju pintu.

"Kamu...? Ngapain kamu kesini" kataku menatap tidak suka karna ternyata yg datang itu adalah Rakesh.

"Maafkan aku Aru, tidak seharusnya kemarin aku seperti itu" katanya menahan pintu yg ingin kututup.

"Tolong pergi dari sini" kataku masih kesal.

"Aku mohon... setidaknya tolong biarkan aku ketemu sama anak²" katanya menatapku.

"Mereka sudah tidur"

"Aru... tolong maafkan aku..."

"Aku butuh waktu, jadi untuk sementara tolong jangan temui kami dulu. Maaf" kataku lalu menutup pintunya dan kembali kekamar.

"Arhan, hiks... kamu sebenarnya dimana sih hiks..." isakku sambil melihat salah satu koleksi foto yg ada diponselku.

******

******

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.




The FactTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang