Day 7 : Pramuka

189 5 0
                                        

"Eh, bolos pramuka aja, yuk!" ajak Luna.

"Ayo, gue males banget masa. Mana panas banget lagi!" sungut Zaki.

"Yoi, gue takut item anjir." Keluh Angga sambil menatap kedua tangannya yang dia putar bergantian.

"Alah, lebay lo!" Cibir Vano sambil menggeplak kepala belakang Angga.

"Sakit anjir. Yang santai, dong!" Angga mengelusi kepala yang terkena pukulan.

"Woy! Ayo ke lapangan. Udah disuruh kumpul," ucap salah satu murid.

"Ayo Ki, ke sana." Nabila yang sedang memakai tasnya, menghadap ke cewek yang masih diam, mengajak.

Cewek berkepang dua itu menghela nafas panjang.

Entah kenapa dia merasa resah.

Feeling-nya berkata akan terjadi sesuatu pada dirinya. Sialnya, dia percaya dengan perasaannya itu dan... feeling-nya jarang sekali salah.

Dia berdiri, menyampirkan tasnya, dan berjalan di belakang mengikuti Nabila.

🍪🍪

"Siap g'rak!"

"Istirahat ditempat g'rak!"

Para siswa kelas 10 selalu mengikuti apa yang dikatakan pemimpin barisan.

Setelah itu, pembina pramuka mengajak mereka pemanasan dan memberitahukan kegiatan yang akan dilakukan di siang yang terik ini.

"Dengar semua! Setelah ini, kalian jalan dari sini ke bengkel masing-masing jurusan, kemudian lari dari bengkel kembali ke lapangan dalam waktu satu menit!" ucap salah satu pembina menggunakan mikrofon.

"Kalau ada yang ketahuan nggak lari, akan dapet hukuman dua kali lipat dari ini."

Siswa-siswi langsung dibuat heboh. Tidak terima dengan perkataan kakak pembina.

"Bisa diam nggak?!" bentak kakak pembina tadi dengan lantang tanpa mikrofon.

Mereka diam.

"Aah, panas banget~" keluh Luna.

"Ya kali, kita disuruh lari cuman satu menit!" gerutu seorang cewek yang baris di sebelah Luna.

"Jangan banyak protes! Dari sini ke bengkel kalian itu nggak jauh, kan," ucap seorang cowok, kakak pembina tadi menggunakan mikrofon lagi.

"Sekarang mulai dari kelas paling pojok. Pojok kanan."

"Siap g'rak! Maju jalan!"

Kelas yang menempati pojok kanan mengikuti intruksi yang diberikan. Diteruskan kelas yang lain.

"Wah, gimana, nih? Gue males, tapi juga gak mau dapet hukuman dua kali lipat," batin Kinan resah juga panik.

"Apa minta gendong Bila aja? Tapi, kan sama aja gak lari."

"Ck. Sial! Perasaan gue makin gak enak aja."

"Kenapa, Ki?" Nabila menatap Kinan yang melamun.

Kinan berkedip. Menoleh, menatap Nabila dan menjawab, "gak papa."

BrotherhoodCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang