Day 11 : Permintaan Maaf

132 3 0
                                        

Ting!

Bunyi adanya pesan masuk terdengar di benda pipih milik seorang remaja laki-laki yang sedang menidurkan diri di ranjang.

Cowok itu bangkit dengan tidak bersemangat. Mengambil ponselnya yang berada di atas nakas dan melihat siapa yang mengiriminya pesan.

Matanya langsung melek, semangatnya kembali. Namun, saat dia berdiri dan akan melangkah dia berhenti, senyumannya perlahan luntur, kelopak matanya terkulai.

"Apa bener mereka mau minta maaf?" tanya cowok itu ragu dalam hati.

"Ah, tau deh. Ke sana aja udah," monolognya. Kemudian, dia berjalan mengambil hoodie krem kebesaran dan kunci motor.

Berjalan keluar dengan memutar-mutarkan kunci motor di jari telunjuk kanannya dan bersenandung riang.

"Bunda, aku keluar bentar, ya."

"Mau ke mana kamu malem-malem gini?" tanya wanita itu dengan wajah garang.

"Maen, Bun. Anak muda, biasa."

"Ya, ke mana? Bunda tau kamu mau main."

Cowok itu cengengesan, "Mau ke itu, Bun. Cafe yang biasanya aku ke sana."

"Yaudah, hati-hati! Jangan pulang terlalu malem atau Bunda biarin tidur di luar!"

"Iya, Bunda cantiik."

Cowok itu mengulurkan satu tangannya. Sedangkan, ibunya malah menatap tangan itu bingung.

"Kenapa?"

"Iih, Bunda! Minta uang dong, salim sekalian." Cowok itu cemberut sambil menghentak-hentakkan kakinya kesal.

"Gak, ya! Emang udah habis uang yang tadi?"

"Iih, Bunda mah gitu! Pelit! Nanti kuburannya sempit, kan gak lucu kakinya mesti ditekuk!"

"Heh, omongannya!"

"Tau ah! Sebel!"

Cowok itu melengos, pergi meninggalkan sang ibu yang sedang geleng-geleng kepala melihat kelakuan putranya.

"Kabarin adek gak ya?"

"Mmm... gak usah deh, udah malem kasian."

Setelah monolog singkatnya, dia menaiki motor biru pastel yang dipadukan dengan hitam miliknya dan mengendarai kendaraan itu membelah jalan yang tidak terlalu ramai.

Sekitar 20 menit perjalanan, akhirnya sampai di lokasi tujuannya.

Memarkirkan motornya di depan sebuah cafe. Melepas helm full face miliknya, lalu turun. Celingukan mencari orang yang akan ditemui, tetapi tidak ada.

Ting!

Ponselnya berbunyi. Dia merogoh saku celana, mengambil handphone kemudian, membukanya.

084**********

Gue di deket gang.

Setelah membaca pesan, cowok itu berjalan ke arah gang yang dimaksud.

Eh!

Tubuh cowok itu ditarik ke tengah-tengah gang sempit dengan cahaya temaram.

"Si-siapa!? Hantu, ya!?"

"Ssttt! Bukan, ini gue," jawab seseorang yang tadi menarik cowok itu.

Anak itu menghela napas sambil mengelus dada akibat kaget. "Gue kira setan."

"Lama gak ketemu ... Ternyata lo masih sama aja ya, Galih." Orang itu tertawa remeh.

BrotherhoodCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang