Day 13 : Sayonara

120 5 0
                                        

Makasih buat yang udah baca. Maap bangettt ceritanya gak jelas )

***

"Pagi semua." Sapa Nabila dengan senyuman cerah yang baru saja menginjakkan kakinya di ruang kelas.

"Pagi," balas murid yang lain.

Mendudukkan bokongnya di bangku. Menaruh tas di atas meja, lalu menengok ke belakang.

"Belum berangkat," gumamnya.

Tak berselang lama, seorang cewek masuk dan langsung duduk mengambil tempat di belakang Nabila.

"Pagi Ki," sapa Nabila pada Kinan setelah mengetahui kehadiran temannya itu.

"Pagi."

"Tugas lo udah belom?"

"Tugas? Ada?"

"Ada, lah. Bahasa indo, lo lupa?"

Kinan membulatkan mulutnya sebagai jawaban. Dia menidurkan kepalanya di meja dan menutup mata. "Udah."

"Ayo, semuanya duduk!" pinta seorang guru perempuan berkacamata.

"Berdoa terlebih dahulu seperti biasa. Setelah itu, baru kita mulai pembelajaran."

Setelah mengucapkan itu, sang ketua kelas memimpin berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing.

"Baiklah, kita mulai pembelajaran hari ini."

"Baik, Bu."

Pembelajaran berlangsung selama tiga jam untuk mapel bahasa Indonesia.

Guru itu keluar setelah bel berbunyi menandakan jam ketiga sudah habis.

"Teman-teman! Minta perhatiannya sebentar." Ketua kelas mengalihkan atensi semua murid kelas itu padanya.

"Sudi banget gue merhatiin lo, anjir! Homo." Ledek Zaki dengan wajah dibuat jijik.

Murid lain tertawa.

"Makanya cari pacar! Biar dapet perhatian," Vano ikut meledek dengan nada bercanda.

Si Ketua kelas memberi jari tengah di kedua tangannya sembari menatap datar teman-temannya.

"Iih. Astagfirullah!"

"Astaga!"

Banyak berbagai ucapan tidak menyangka dari teman-temannya.

"Dosa apa kami punya ketua kelas mines akhlak macem ini," Zaki mulai mendramatis. Dia menggerakkan kepalanya ke kanan kiri sambil mengelus dada.

"Serah! Katanya habis ini sampe jam istirahat kedua kita jamkos."

Mereka langsung bersorak heboh setelah mendengar apa yang disampaikan ketua kelas. Sungguh informasi yang sangat menyenangkan.

"Tapi kenapa? Gurunya ijin? Tumben banget." tanya Nabila dan diangguki yang lain. Mereka juga penasaran.

"Gak tau. Nanti pak guru ke sini."

"Pak guru siapa, Al?" tanya Zaki jahil, menaikkan satu alisnya.

Aldo, ketua kelas itu menghentakkan pundaknya bersamaan. "Tau. Lupa gue."

"Ooh, kamu lupain bapak, nih?"

Seseorang yang tergolong masih muda baru saja memasuki kelas. Kemungkinan baru berkepala tiga.

"Eh, bapak." Aldo cengengesan sambil menggaruk belakang kepala yang tidak gatal.

"Udah sana duduk."

BrotherhoodCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang