"Persaingan besar ini yang akan menguasai kompetisi nantinya, banyak orang-orang dengan peringkat rendah akan menjadi korbannya. Bab awal dari cerita yang aku buat masih menceritakan tentang akhir dari Sebuah Dunia. Aku ingat, jika akhirnya semua karakter tidak ada yang selamat sama sekali, jadi aku membuat karakter baru."
Lio mengangguk sebelum Amaran kembali membuka suaranya. "Karena dunia ini memang penuh dengan fiksi dan pikiran dari kebanyakan penulis, tokoh utama yang kamu buat itu akan bertindak sesuai apa yang diinginkannya dan bisa saja dia melawan alur yang telah kamu buat? Terlebih lagi tentang antagonisnya?"
"Benar, walaupun begitu aku yakin dengan kejadian-kejadian nanti akan sesuai dengan alur. Maka dari itu kita harus berjaga-jaga. Kami sudah memiliki informasi, dariku, dan dari Amaran." Lio agak bingung sedangkan Amaran terkejut karena namanya disebut. "Untuk Lio, aku yakin pasti memiliki banyak kekuatan untuk membantu kami."
Lio tidak mengerti dengan kekuatan apa yang dimaksud Fane, dan dia lagi-lagi hanya bisa mengangguk sebelum memalingkan wajahnya karena mendapatkan lirikan sinis dari Amaran. "Terutama untuk membantu teman kalian yang saat ini sedang ditangkap oleh seseorang yang keberadaannya sama sekali tidak diketahui. Yang jelas, aku tidak ingin tahu jika itu dipenuhi dengan orang-orang berkemampuan tingkat tinggi."
"Aku bisa membantu kalian, sayangnya semua yang ada di dalam diriku sampah termasuk kemampuan dan tingkatanku." Fane yang sedang menggambarkan sesuatu di atas tanah dengan ranting kayu itu menoleh dan Amaran yang sedari tadi memperhatikan melempar wajah lelahnya ke arah Lio. "Kemampuanku adalah pembuat suasana, lebih mengenaskannya lagi ... tingkatku hanya E. Jadi apa kalian mengerti maksudku?" lanjutnya.
Amaran berdeham. "Mungkin memang itu kebenarannya, aku cukup takjub melihat kejujuranmu. Namun, aku yakin semua kemampuan yang kita miliki pasti akan bermanfaat suatu saat nanti. Jadi sebelum kamu pesimis seperti itu, kamu harus yakin terlebih dahulu apalagi untuk bekerja sama dengan kami."
Fane tersenyum gugup. Dia tidak benar-benar menuntut agar keduanya memiliki kemampuan yang cukup bermanfaat, begitu-begitu semua orang pasti akan memberikan bantuan jika mereka memiliki niat. Sebelum Fane menuliskan sesuatu dengan ranting yang agak panjang di tangannya, dia menghela napas panjang.
"Kemampuan pembuat suasana itu bisa terlihat sebagai hipnotis, tetapi tidak begitu kuat dengan kemampuan yang benar-benar mengalihkan kesadaran. Lio hanya perlu meningkatkan kemampuannya untuk menjadikan kemampuan itu sangat bermanfaat bagi semua orang termasuk kepentingan dirinya sendiri," jelas Fane membuat Lio menganggukkan kepalanya.
Amaran tersenyum sembari berujar dengan nada berbisik yang tidak nyaris terdengar, "Kamu benar-benar dapat diandalkan, Heaven."
"Begini, untuk menghentikan insiden yang akan berdatangan, kita harus membuat rencana, di antaranya adalah menghentikan salah satu tujuan dari kedua tokoh penting yang akan berjalan nantinya. Salah satunya adalah tokoh utama, yaitu Rafael River. Arth Elvis sudah cukup dewasa untuk lebih profesional dari tokoh utama, sedangkan Rafael masih seorang pelajar yang umurnya tidak jauh dengan kalian, dia masih terbilang pemula meskipun sudah beberapa kali mendapatkan penghargaan tentang menulis fiksi."
Amaran terdiam mencerna penjelasan Fane. "Jadi, maksudmu kita harus mencoba untuk menggugurkan Rafael meskipun Rafael jauh lebih hebat daripada aku dan Lio?"
"Rafael adalah seseorang yang melanjutkan alur Sebuah Dunia, dia juga yang menampakkan dirinya setelah kehancuran itu. Dia terbuat dari ambisi sang tokoh utama yang ingin melanjutkan alur novelnya, setelah kejadian besar itu, tokoh utamanya membuat dua orang yang akan melanjutkan konflik dalam cerita. Aku awalnya terkejut, apakah Rafael dan Arth akan mengetahui seorang tokoh utama yang menjadi penulis semua alurnya? Tapi itu semua tidak memungkinkan," lanjut Fane.
KAMU SEDANG MEMBACA
MAKE A PLOT
FantezieSebuah karya telah dijadikan sebagai bahan kompetisi di awal tahun. Semua orang yang mengikutinya adalah orang-orang yang berkeinginan menjadi seorang penulis luar biasa. Tanpa mereka tahu jika kompetisi yang mereka alami bukan hanya sebuah kompetis...
