Lelaki dengan surai berwarna putih itu bergegas memasuki rumah, mengundang atensi dari kedua orang penghuni yang tampaknya sedang memperhatikan sebuah kaki. Kaki itu atasnya tertutupi kain, diletakkan di atas meja, dengan wajah Ardan yang terlihat sedikit pucat.
Samuel bergerak menghampiri kedua orang itu, membuat Tala langsung mengeluarkan suara untuk bertanya, "Apa baik-baik saja di sana? Bagaimana dengan Lio dan Prim? Lalu di mana Kimura?"
Samuel menghela napas. "Ada kabar buruk ...."
"Kaki ini, kaki milik Lio, 'kan?" tanya Ardan sukses membuat Samuel menatapnya terkejut.
[Nama: Ardan Arnawama
Nama Pena: (belum didapatkan)
Nomor: MAP-4752-ADA
Jenis Kelamin: Laki-laki
Usia: 17 Tahun
Jenis Kemampuan: Alur
Kemampuan: Latar Belakang
Tingkat: B
Peringkat:
Kemampuan yang dipakai: 15%]
"Ardan, apakah kamu ...?" Samuel membelalak membuat Ardan menunduk pelan.
"Sesuai kata-katamu kemarin, Samuel. Namun, aku hanya bisa melihat objek atau subjek, bukan alurnya dengan kemungkinan yang kecil. Sekilas aku melihat Lio yang bertarung dengan seseorang bersama Prim." Ardan menatap Tala yang kebingungan. "Aku mendapatkan semua informasi itu tepat saat kamu baru saja memasuki rumah ini."
Tala meneguk ludahnya, ia pikir Ardan sedikit ragu ketika mengatakan semua itu padanya, karena selama Samuel dan Rei pergi menjemput Prim dan Lio, rumah dikuasai keheningan. Ardan terus menutup matanya dan Tala melihat mata itu terbuka satu detik sebelum Samuel datang ke dalam rumah.
"Aku ... mungkin bisa membantu." Tala menunduk pelan, membuat Samuel mengembuskan napasnya.
"Kalau begitu kita lanjutkan analisisnya, Ardan. Aku membutuhkanmu untuk mengetahui apa yang terjadi dengan rumah-rumah kokoh di sekitar sini." Samuel menatap jendela. "Mau bagaimana pun, latar belakang dari kompetisi lebih penting."
Tala sedikit menyingkir, membuat Samuel mendapatkan tempat untuk duduk di antara keduanya. Tala menyingkirkan kaki Lio yang tergeletak di atas meja, lantas menatap kedua orang di hadapannya yang tengah fokus menatap satu sama lain.
"Tala, jaga sekitaran sini." Samuel berujar membuat Tala sedikit tersentak. "Aku memiliki perasaan yang tidak enak."
Ardan mengangkat satu alisnya, kemudian menunduk sembari memejamkan mata.
Melihat ekspresi Ardan, Tala jadi sedikit menebak ... apakah lelaki itu baru saja mengetahui sesuatu tentang Samuel?
Pendeteksi.
Masih hal-hal yang normal.
* * *
Beruntungnya Lio langsung sigap menangkub, menghindari reruntuhan itu mengenai kepalanya. Dia sedikit mendongak, melihat orang-orang di dalam ruangan yang tampaknya kebingungan. Termasuk Jiwa yang menghela napasnya kasar.
"Mengapa kamu tidak menggunakan kemampuanmu?" tanya Kema membuat Lio tertawa gugup. "Bukankah kondisi ini membahayakanmu?"
Kema mengulurkan tangannya pada Lio, membuat lelaki Inggris itu langsung menerima uluran tangan Kema, dan segera membersihkan pakaian barunya.
"Pada awalnya aku memang tidak pernah menggunakan kemampuanku," jawab Lio membuat ruangan hening seketika.
Skya menganggukkan kepalanya, sedikit menyikut Jiwa. "Sudah kubilang jangan merusak rumah lagi." Dia berjalan sedikit untuk menghampiri Lio, sekaligus memeriksa sekujur tubuh Lio. "Aku tidak mencurigaimu sebenarnya, karena kami sudah memeriksamu beberapa kali tanpa pakaian."
KAMU SEDANG MEMBACA
MAKE A PLOT
FantasiSebuah karya telah dijadikan sebagai bahan kompetisi di awal tahun. Semua orang yang mengikutinya adalah orang-orang yang berkeinginan menjadi seorang penulis luar biasa. Tanpa mereka tahu jika kompetisi yang mereka alami bukan hanya sebuah kompetis...
