Dia tidak mengetahui apa pun karena baru saja terbangun dari tempat tidurnya, menatap sebuah benda bercahaya di hadapannya saat ini.
[Kemampuan! Berdasarkan unsur tulisan, para peserta berhak mendapatkan kemampuannya masing-masing untuk mempertahankan nomor dukungan kompetisi. Kemampuan dibagi menjadi lima, yaitu: Karakter, Alur, Latar, Sudut Pandang, dan Kata yang Beragam. Jumlah yang akan diberikan Karakter 35%, Alur 10%, Latar 30%, Kata 23%, dan Sudut Pandang 2%. Untuk kemampuan akan dibagikan sebentar lagi!]
[Memuat...]
Sebenarnya tentang apa semua ini?
Dia bahkan tidak mempedulikan pemberitahuan memuat itu, dia justru merasakan hidungnya yang mencium bebauan tanah dan reruntuhan. Namun, ada lagi yang membuatnya tetap diam di atas tempat tidur.
Mata berwarna coklat gelap itu terlihat bersinar, apalagi setelah terkena pantulan cahaya dari benda ajaib yang melayang di depannya itu, karena ada sesuatu yang semakin membuatnya heran.
[MAP-4752-ADA dengan kemampuan alur! Nama kemampuan: Latar Belakang. Keren sekali, Ardan! Anda dapat melihat alur latar belakang yang terus berhubungan dengan alur. Slogan, "Sang Penulis dengan alur yang tertata! Sungguh, latar belakang itu penting untuk semua kemampuan! Tingkat Kemampuan: C+]
Slogan? Alay banget ....
Ardan tidak peduli, dia segera bangkit karena mendengar sesuatu yang roboh dari luar sana. Dia langsung membuka jendela kamar, melihat seluruh kawasannya yang dipenuhi reruntuhan. Namun, tidak separah itu, hanya ada beberapa bangunan yang runtuh total.
Bahkan sebagian bangunan tetap berdiri kokoh seperti bangunan yang ia tinggali saat ini.
Mengapa ini terjadi? Ardan baru saja menutup mata, dan dia disambut sebuah bencana aneh di malam hari ini. Lelaki itu tetap mengabaikan sistem yang terus memberikan pemberitahuan, justru meraih ponsel yang terletak di atas nakas. Tidak ada sinyal, bahkan ponsel itu tidak menyala lagi.
[Babak 1: Awal Kehancuran. Dimulai!]
"Apa ini?!" Ardan panik, sebelum papan pemberitahuan itu kembali lagi dengan beberapa peraturan. Dia ingin berteriak, jantungnya berdegup begitu kencang, kakinya berlari keluar dari rumah toko tersebut, sebelum dia benar-benar melihat secara keseluruhan kondisi di luar rumahnya.
Hening dan sepi.
Tidak ada yang bisa ia lakukan, karena tidak ada seorang pun yang terlihat. Semuanya bagai ditelan bumi.
"Kamu ... hidup?"
Kepalanya menoleh. Ardan melihat wajah yang tampak asing, berdiri menghampirinya. Seorang wanita yang sepertinya berasal dari luar.
* * *
[Nama: Ardan Arnawama
Nama Pena: (belum didapatkan)
Nomor: MAP-4752-ADA
Jenis Kelamin: Laki-laki
Usia: 17 Tahun
Jenis Kemampuan: Alur
Kemampuan: Latar Belakang
Tingkat: C+
Peringkat:
Kemampuan yang dipakai: 0%]
"Latar belakang?" Lio mengangkat satu alisnya, menatap Ardan yang baru saja menyajikan segelas minuman air putih. Lio kembali menutup pill-nya, dia semakin kebingungan, apalagi tulisannya untuk babak keempat belum rampung, tetapi tidak sopan jika Lio tetap menulis begitu saja seperti di pantai sebelumnya.
Ardan hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
"Jadi kamu sendiri sebenarnya tidak tahu tentang peraturan sistem karena kamu tertidur?" tanya Samuel membuat Ardan mengangguk lagi.
Lelaki itu telah bercerita banyak, karena pada dasarnya dia juga penasaran dengan dugaan Samuel dan Lio sebelumnya. Mereka mengatakan kawasan ini agak aneh karena banyak bangunan yang masih berdiri tegak, tidak seperti kawasan-kawasan yang mereka lewati di Inggris.
KAMU SEDANG MEMBACA
MAKE A PLOT
FantasySebuah karya telah dijadikan sebagai bahan kompetisi di awal tahun. Semua orang yang mengikutinya adalah orang-orang yang berkeinginan menjadi seorang penulis luar biasa. Tanpa mereka tahu jika kompetisi yang mereka alami bukan hanya sebuah kompetis...
