Alurnya tampak semakin kacau.
Lio mencoba untuk mengatur napasnya yang tersengal-sengal, ketika dirasa bahwa kakinya sudah sedikit lebih jauh dari tempat di mana Skya dan Kevin bertarung.
Lio harus waspada.
"Kertasnya!" Lio memegangi kepala, seharusnya dia juga sudah tahu mengenai hal itu. "Ah sial, apa memang benar sebaiknya aku langsung bertemu dengan The Bad Guy agar dia mengembalikan tanah yang dibuat Skya itu dan menyelamatkan kertas-kertasnya?"
Mereka semua tertimbun, seperti sudah tidak bisa diselamatkan lagi. Namun, apakah benar?
Lio berdecak, hendak kembali lagi ke tempat sebelumnya, berpikir bahwa waktunya saat kembali nanti cukup untuk mengulur waktu mereka.
Mengeluh sepanjang jalan memang tidak baik, tetapi kesabaran Lio sudah habis. Terlebih lagi seharusnya dia memiliki bantuan saat ini, hanya saja semuanya sibuk untuk menyerang dan melawan, tidak ada yang perlu dipikirkan hanya untuk secarik kertas yang sudah koyak sebelumnya.
"Lio?"
Lelaki itu berhenti sejenak. Kepalanya menoleh, melihat seorang pemuda berambut hitam yang mengangkat satu alisnya kebingungan. Lelaki itu juga sedang membawa sebuah kertas yang baru saja didiskusikan kemarin bersama yang lainnya.
Lio tahu jelas apa isi dari kertas itu.
"Katanya kita bisa saja berada dalam tingkat gawat, bukan waspada lagi." Kema berdeham pelan. "Kamu sudah menemui mereka, 'kan?"
"Mereka?"
Kema menatap kertas di tangannya, kemudian menghela napas pelan dan secara perlahan mendekat ke arah Lio. "Ada kejadian tidak terduga tentang alurnya. Kita tidak tahu apakah ini semua ulah sistem ... atau bahkan si pemilik hak cipta."
"Pemilik hak cipta?" Lio terdiam, memikirkan tentang apa yang baru saja dikatakan Kema. "Tunggu--"
Sampai dia mengerti dengan semua kalimat itu.
BRAAKK!!
"KEMA!"
Teriakan itu menggema ke penjuru kawasan. Kema tersungkur dengan kertasnya yang menghilangkan entah ke mana. Bahkan punggung tangannya yang tidak bisa diselamatkan kini mengeluarkan darah, membuat Lio yang masih berdiri tegak di sana membelalak, kemudian melirik ke arah seseorang yang baru saja memberikan mereka serangan.
"Bangsat," umpat Lio, kian dipenuhi emosi yang semakin menggebu-gebu. Apa dia mengetahui tentang kertas-kertas itu? Si pemilik hak cipta?
Lio mengambil satu pijakan dari sebuah beton di dekat salah satu bangunan. Tidak ada yang bisa dilakukannya selain menghindar, begitu pula dengan Kema yang ikut melarikan diri dari sana.
Kevin tertawa kencang, bagaikan orang gila yang sudah tidak sabar untuk menjadikan semuanya ilusi sesuai dengan apa yang diinginkannya.
Tidak tampak siapa pun di sini. Lio harus berpikir keras di tengah-tengah marabahaya yang sulit untuk ia atasi. Begitu pula Kema yang hanya bisa mengandalkan kecepatannya untuk menghindari serangan gila Kevin.
Skya mengkhianatiku.
Lebih tepatnya, mengkhianati mereka.
Lio bersembunyi, tidak ingin keberadaan diketahui oleh Kevin, sedangkan Kema yang menyadari tingkah Lio hanya bisa pasrah dan terus mengambil tindakan hanya untuk mengulur waktunya.
Apa yang harus aku lakukan? Lio bertanya dalam batinnya. Memasuki sebuah bangunan yang tidak terlalu tinggi, lalu berlari dari satu atap ke atap lain. Kemampuan ... kemampuanku?
KAMU SEDANG MEMBACA
MAKE A PLOT
FantasíaSebuah karya telah dijadikan sebagai bahan kompetisi di awal tahun. Semua orang yang mengikutinya adalah orang-orang yang berkeinginan menjadi seorang penulis luar biasa. Tanpa mereka tahu jika kompetisi yang mereka alami bukan hanya sebuah kompetis...
