Amaran tidak memiliki pekerjaan, semuanya sudah selesai—menurutnya. Sebenarnya tidak, selama ini Amaran hanya melihat sudut pandang gerakan dari luar kelompok tentang beberapa orang yang masih mencoba bertahan dan orang-orang lainnya. Dia masih tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan mereka tentang sudut pandang di luar kompetisi.
Namun, Amaran melupakan pekerjaan pentingnya itu. Terus mengekori Shelly dan John tidak terlalu buruk baginya, mendapatkan perlindungan dari dua orang dewasa cukup membuat Amaran nyaman dan pada akhirnya terlena pada tugas sampingannya saja.
Lagi pula Amaran tidak terlalu peduli, dia hanya menunggu kelompok Rafael untuk menyelematkan dirinya, terutama menanti kebebasan seorang Elio Brayan yang menjadikannya sebagai harapan utama Amaran.
Gadis bersurai merah muda itu hanya diam di tempatnya, melihat orang-orang yang sedang berbicara layaknya sebuah rapat. Terlihat hologram yang dikeluarkan dari salah satu pill seseorang di sana, menampakkan sebuah identitas dari salah satu peserta, menjelaskan tujuan mereka dalam membangkitkan seseorang.
Arth Elvis.
Seseorang yang sangat Amaran hindari namanya.
"Aku pikir pria tua itu tidak gugur?" ujar Amaran dengan nada berbisik, membuat John yang mendengar di samping kirinya menyahut.
"Memang tidak, kami bahkan sedang melepaskan tanda eliminasinya."
Amaran menatap John, lantas mengangkat satu alisnya. "Singkatnya, kalian memaksakan peraturan sistem? Apakah itu pelanggaran?"
"Tidak. Bukankah sudah kukatakan, dia tidak gugur," jawab John sambil memberikan senyum lebarnya membuat Amaran hanya memalingkan pandangan.
Mereka semua tidak pernah Amaran mengerti.
Ya Tuhan, aku ingin cepat-cepat keluar dari kawasan ini, batin Amaran, mengeluh terus-terusan.
"Arth Elvis, kawasan luar kompetisi."
Amaran mencoba santai, dia mengangkat kedua alisnya penasaran setelah suara seseorang yang baru saja membuka pembicaraan itu semakin mengeras. Di dalam hologram itu, sebuah format muncul, dengan isinya yang cukup membuat Amaran tertegun.
Itu adalah sebuah catatan dengan penuh penjelasan tentang sistem di dalamnya.
"Semua ini telah ditulis oleh Arth Elvis!" Pria itu kembali melanjutkan, semakin besar suaranya membuat yang lain kian memperhatikannya.
Sayangnya, Amaran tidak mengetahui apa-apa tentang lelaki bernama Arth Elvis itu. Namun, apa yang harus dilakukannya jika memang kebangkitan pria itu terjadi di babak kedua ini?
[Mereka semua menunggumu, selamat untuk dunia ini maka kamu akan selamat dalam dunia sebenarnya. Tidak ada yang lebih baik selain bertahan, tetapi bertahan juga membutuhkan bantuan]
Apa maksudnya kata-kata itu?
Amaran semakin mengernyit. Dia menoleh ke arah Shelly yang menatap meja bundar di depan, melirik satu per satu orang yang tampaknya memperlihatkan mata berbinar.
"Apa itu ada arti tersendiri?" gumam Amaran, memegangi dagunya seraya berpikir.
Shelly menatap Amaran. "Aku pikir akan menyenangkan, tetapi sayangnya aku harus berkumpul dengan orang-orang yang maniak hidup."
"Maksudmu?" Amaran kembali menatapnya, tetapi Shelly sama sekali tidak menggubris pertanyaan yang dilontarkan Amaran.
Kembali berbicara, terus berbicara sampai Amaran kehilangan semangatnya untuk terus mendengar. Dia menyandar di kursinya, hanya memejamkan mata, memikirkan sesuatu yang selalu mampir ke dalam pikirannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
MAKE A PLOT
FantasySebuah karya telah dijadikan sebagai bahan kompetisi di awal tahun. Semua orang yang mengikutinya adalah orang-orang yang berkeinginan menjadi seorang penulis luar biasa. Tanpa mereka tahu jika kompetisi yang mereka alami bukan hanya sebuah kompetis...
