Lio menyingkir, saat sesuatu tiba-tiba mendorong kepala Darren dari belakang, membuat kedua orang itu terjatuh tepat ke atas tanah. Lio membelakak terkejut, segera berlari ke pinggir atap dan melihat kondisinya.
Seorang lelaki kekar yang tampak asing ada di sana, tetapi sepertinya bukan orang tersebut, melainkan Claes yang menerjunkan diri dari atas atap, bahkan mengajak Darren untuk ikut terjatuh dari sana. Darren sendiri tidak terluka, karena seseorang membuat bantalan di bawah sana.
Lio tahu, yang membuat benda itu adalah Samuel. Tak lama kepalanya menoleh, menatap Amaran yang berjalan ke arahnya dengan sempoyongan. Lio mulai sadar, jika semua yang ia lihat saat ini mendukung Amaran, atau memang Amaran telah memberikan sinyal kepada seseorang yang dapat mengendalikan mereka secepat ini?
Fane, pasti anak itu baru saja menerima pesan Amaran dan memberitahukannya pada Lew untuk mengarahkan orang-orang untuk menyingkirkan Darren yang mencoba menghentikan aksi Amaran.
"Mengapa, Amaran?" Pupil mata Lio sedikit melebar, kedua alisnya menyatu, dia tampak begitu sedih dengan mata yang berkaca-kaca. "Aku tidak tahu apa tujuanmu sekarang."
"Aku menyayangi Darren, Lio." Amaran tersenyum senang. "Dia satu-satunya orang yang mungkin dapat melihat kelemahanku? Yah ... aku juga senang bertemu denganmu karena telah berjuang bersamaku belakangan ini."
Lio menggeleng, tetap menggenggam pill ganda di tangannya. "Aku tidak tahu, kenapa jadi seperti ini?"
"Tidak, Lio. Kamu berkata akan membantuku, 'kan? Kalau begitu buktikan saat ini. Kita akan mulai mengaktifkan pill yang telah dibuat Samuel itu." Amaran berjalan perlahan, memegangi tangan Lio yang sedikit bergerak untuk mewaspadai. "Aku akan melihat dunia luar kompetisi itu, selagi mereka menahan Darren. Jadi tolong, ya? Demi semua orang, demi dirimu, dan demi diriku, Lio."
Mata Lio terbuka lebar, laki-laki itu bergerak ke tengah atap, dengan tangan menadah yang membuat Amaran langsung memberikan pill miliknya. "Aku akan mencoba semua sistem pill ganda ini."
Amaran mengangguk. "Kalau begitu, biarkan aku mengamati terlebih dahulu."
Lio mengernyit, melihat Amaran yang berjalan untuk memberikan jarak yang cukup jauh dengannya. Amaran kembali memejamkan mata, sama seperti tadi, sedangkan Lio menelan ludahnya. Dia merasa dilema, peluh mulai membanjiri kepala, layaknya seseorang yang sedang sulit memutuskan sesuatu.
Bukan itu yang seharusnya dipikirkan Lio. Laki-laki itu mengaktifkan benda kecil berwarna putih yang ia dapatkan dari Samuel, lantas menyandingkannya dengan pill milik Amaran yang berada di tangan kiri. Sama seperti pill biasanya, Lio menekan tombol kecil di pill ganda tersebut, membuat benda itu berubah menjadi sebuah hologram kecil.
Lio juga membuka milik Amaran, membuat hologram yang sama kemudian meletakkan dua pill itu di atas tanah. Kedua tangan Lio sudah bersiap untuk memindahkan beberapa data. Lio memperhatikan, hanya sedikit orang yang aktif dari berbagai dunia, sepertinya mereka juga sedang kesulitan untuk mengatasi permasalahan sistem di babak ketiga ini.
[Peringkat; 1. Rafael]
Notif itu yang masih tersisa di pill ganda, membuat Lio menghela napasnya kemudian mencari informasi lain tentang sistem. Dia mencoba untuk membuka satu biodata, tetapi lagi-lagi ada peringatan yang mengatakan jika Lio tidak bisa membuka apa pun.
"Persetan!" Kemudian Lio memaksanya dengan cara menekan-nekan biodata yang sama terus-menerus. "Makhluk ini sama seperti ponsel, 'kan?!"
Pada akhirnya, sistem itu berubah.
Paksaan Lio dapat membuat hologram itu bergerak untuk memeriksa satu identitas di beranda pill ganda.
[Maaf, aku tidak sengaja menekannya]
KAMU SEDANG MEMBACA
MAKE A PLOT
FantasiSebuah karya telah dijadikan sebagai bahan kompetisi di awal tahun. Semua orang yang mengikutinya adalah orang-orang yang berkeinginan menjadi seorang penulis luar biasa. Tanpa mereka tahu jika kompetisi yang mereka alami bukan hanya sebuah kompetis...
