Tala menghentikan lariannya, saat dia melihat seorang lelaki berdiri tepat di jalan yang hendak dilewatinya.
Dengan reflek, Tala memunculkan bangunan lain yang cukup luas. Saat itu juga Tala langsung melarikan diri dari bangunan yang ia buat itu, Tala sejujurnya tidak ingin melawan siapa pun lagi, dia juga tidak ingin bertarung lagi seperti sebelumnya. Sudah cukup untuknya, dan Tala hanya ingin fokus pada tujuan awal.
Namun, tidak semudah itu.
Bangunan yang Tala buat perlahan-lahan menghilang, padahal Tala sama sekali tidak menonaktifkan kemampuan tersebut. Sampai matanya menatap seorang laki-laki yang sedang berlari cepat ke arahnya.
Benar-benar cepat.
"Ugh! Makhluk apa itu?!" Tala mempercepat langkahnya, sebab dia telah mengerti, sejak awal lelaki ini bukanlah tandingannya.
Tala membuat beberapa bahan material bangunan hingga bisa ia capai, menjadikan bahan-bahan tersebut sebagai tempat pelarian diri agar semakin mudah untuk dilewati. Sayangnya, saat Tala melihat ke belakang, lelaki itu menggunakan trik yang sama, membuat Tala membelalak, tak habis pikir.
Mengapa dia punya semua kemampuan?! Tala memejamkan matanya, mencoba menahan keseimbangannya dalam berlari di setiap langkah. Entah apa yang harus ia lakukan lagi, persentasenya memang--
[Nama: Tala Karla
Nama Pena: (belum didapatkan)
Nomor: MAP-4542-TLK
Jenis Kelamin: Perempuan
Usia: 17 Tahun
Jenis Kemampuan: Latar
Kemampuan: Pembuatan Latar Tempat
Tingkat: B+
Peringkat:
Kemampuan yang dipakai: 900%]
Waduh, aku melakukan apa saja selama ini? Tala tetap berlari, meskipun hatinya sudah berdegup tak karuan, dan seluruh tubuhnya bergetar dengan penuh kegugupan. Kalau aku terus berlari seperti ini, kemungkinan aku akan mati karena kelelahan di sini ....
Dan dia berhenti tepat di depan sebuah tebing, kemudian berbalik, dan menatap tajam lelaki yang sedang menghampirinya secara perlahan.
"Siapa dirimu?"
"Edion Ley."
Tala tersentak, nama itu tidak asing dalam ingatannya.
"Aku kerap disapa Eden. Aku juga lebih suka panggilan itu, jadi sebut saja aku seperti itu." Eden berdeham pelan, kemudian memberikan senyuman manis yang begitu sesuai dengan wajah tampan rupawannya. "Dan aku bisa mendapatkan apa saja yang aku inginkan, meskipun sebagian orang mengatakan bahwa aku sebenarnya pelanggaran, haha. Lucu sekali para panitia tidak tahu diri itu, huft ... untung aku daftar gratis ke sini, yah tapi sayangnya uang sudah tidak berguna, jadi aku harusnya menyesal atau apa?"
Tala terdiam, ternyata orang ini banyak bicara juga.
Kerennya dia berbicara dengan begitu lembut dan menenangkan, membuat Tala tidak bisa mengeluh sedikitpun dengan apa yang dicurahkan hati lelaki itu.
"Aturan pertama." Eden maju sedikit ke depan Tala, saat itu juga sebuah tembok berwarna putih bersih mengelilingi mereka, membuat Tala sedikit berwaspada. "Jangan pernah menunjukkan kemampuanmu padaku, karena aku akan meniru hal itu. Lalu kedua, aku suka dengan orang-orang yang pandai menyembunyikan, mereka keren menurutku, ah ini tidak penting, aku lupa. Ketiga--"
Tala mundur secara perlahan. Hendak menjatuhkan dirinya dari tebing. Namun, sayang sekali bahwa sekitarannya sudah dipenuhi dengan dinding, membuat punggung Tala teratuk dan tidak bisa menentukan jalan keluar secepat mungkin.
"Aku suka dengan kemampuan keren seperti ini, yang tidak mudah aku tiru."
BRRUKKK!!
Tala menghindar dengan cepat setelah dirinya membuat bangunan lain tepat di tengah-tengah mereka. Sebuah pilar yang agak besar terletak di sana, membuat Tala langsung berpindah keluar dari sana, lebih tepatnya berada di belakang Eden.
KAMU SEDANG MEMBACA
MAKE A PLOT
FantasySebuah karya telah dijadikan sebagai bahan kompetisi di awal tahun. Semua orang yang mengikutinya adalah orang-orang yang berkeinginan menjadi seorang penulis luar biasa. Tanpa mereka tahu jika kompetisi yang mereka alami bukan hanya sebuah kompetis...
