Manik mata Lio beralih, menatap layar pill di tangannya kemudian menatap pertarungan di depan.
[Pelindung itu tetap bergeming, tidak ada tanda-tanda kerusakan atau hal lainnya. Hanya kekuatan penuh yang telah aku kumpulkan saat ini.]
Lio memperhatikan dengan saksama. River tampak andal memutar-mutar sebuah pedang, berbeda dari apa yang ia pikirkan di dalam tulisannya. Pada awalnya, pelindung yang diciptakan Samuel adalah memanfaatkan latar. Namun, Samuel mengubahnya menjadi perisai tak terlihat.
Lio masih tidak paham dengan kemampuan yang dimiliki lelaki itu. Samuel tak sengaja bertatapan dengan Lio, kemudian memberikan senyum miring, cukup membuat Lio bergidik. Bukankah lelaki itu kuat juga? Sama seperti River?
"89%."
Samuel memberikan kedipannya kepada River, membuat lelaki itu semakin ganas untuk menghancurkan perisai Samuel yang melindungi Tuan Bert di belakangnya.
"Apa kamu tahu, River? Kekuatan energi yang kami butuhkan itu dihasilkan dari kekuatan-kekuatan besar seperti yang kamu lakukan saat ini," jelas Samuel masih mengangkat tangan kanannya secara santai untuk menghindari kegugupan.
Pada dasarnya Samuel memang tidak gugup, dia terus menerima semua yang disampaikan kepadanya, dan hanya bisa mengatasi masalah itu. River kesal, kenapa lelaki itu selalu saja bersikap sarkasme semenjak River melihatnya pertama kali.
Samuel tersenyum. "Dan kenapa juga kamu tidak menggunakan kemampuan aslimu? Apa kemampuan itu sudah dalam batasnya saat ini?" Dia cekikikan, sukses mendapatkan serangan di perisainya kembali.
Kali ini Samuel agak terkejut, karena melihat sebuah goresan di sekitar perisai. Tetap saja, sama sekali tidak menggoyahkan pemuda itu untuk terus mengajak bicara River yang masih memasang tampang datar.
"Meskipun begitu aku lebih kuat darimu."
Samuel mengangkat satu alisnya. "Benar juga, tingkat kemampuanku belum sebesar dirimu. Namun, kamu harus mengingat tentang ini, River. Sebuah ide lebih dulu diciptakan daripada alur, 'kan?"
[Menyebalkan, hanya ada kata menghabisi dalam benakku. Orang itu tidak penting, dia hanya pengganggu yang kerjaannya sekedar menunda aksiku dalam beberapa saat. Bukan dia yang aku butuhkan]
"Dia kehilangan fokusnya...," gumam Lio.
"Jika dia masih mampu menggunakan kemampuan pengubahan alurnya, aku yakin dia bisa menghilangkan Samuel sekarang juga," balas Darren masih memperhatikan pillnya untuk menjaga komunikasi dengan beberapa orang di luar.
John dan Shelly sudah tidak ada di dalam, mereka semua telah meninggalkan River sendirian. Terkadang Darren terheran, kenapa orang-orang ini membiarkan seorang bocah beraksi tanpa bantuan? Apa tidak ada rasa khawatir sama sekali?
Area luar sudah diawasi, sekarang dalam bangunan sudah mendapatkan perlindungan agar tidak ada seorang pun yang bisa menerobos masuk, kecuali Fane yang kemungkinan akan mendapat bantuan dari Darren.
"Dia bisa menambah tingkat kemampuannya jika saja ada seseorang yang memiliki kemampuan pengembangan karakter." Amaran mengangguk-anggukkan kepalanya. "Jika seperti itu, kita tidak perlu khawatir tentangnya. Hanya saja, aku tidak melihat satu pun peserta yang memiliki kemampuan seperti itu di sini."
"Gawat...."
Lio meneguk salivanya, tetap menatap lekat-lekat layar pill yang sedang ia perhatikan.
[Aku masih jauh lebih kuat darinya. Karena itu juga, aku masih bisa menggunakan kemampuanku.]
"Dia menggunakan kemampuannya."
Darren dan Amaran segera menoleh ke arah Lio dengan matanya yang dipenuhi pantulan layar pill.
KAMU SEDANG MEMBACA
MAKE A PLOT
FantasySebuah karya telah dijadikan sebagai bahan kompetisi di awal tahun. Semua orang yang mengikutinya adalah orang-orang yang berkeinginan menjadi seorang penulis luar biasa. Tanpa mereka tahu jika kompetisi yang mereka alami bukan hanya sebuah kompetis...
