Dia menatap ponselnya dengan kedua ibu jarinya yang aktif mengetik kata per kata di sebuah aplikasi. Mengabaikan sekeliling yang tampak ramai, dia terus fokus tanpa menyadari bahwa seseorang menghampirinya dan menyentuh punggungnya.
Lelaki itu sontak menoleh dan melihat seorang gadis yang tersenyum ceria ke arahnya lantas menyapa, "Sedang apa, Li?"
Lio, anak laki-laki itu menghentikan kegiatannya dengan meletakkan ponselnya di atas meja. Dia membalas senyuman gadis di depannya dengan anggukkan membuat sang gadis langsung mengerti.
"Memangnya ada apa, Esther?"
Gadis itu cepat-cepat membuka ponselnya dengan gugup mulai berbicara. "Kamu sering bertanya padaku tentang kompetisi-kompetisi itu, 'kan? Sejujurnya saat ini aku mendapatkan pesan undangan, tapi aku sedang sibuk belakangan ini, jadi aku ingin memberikan undangannya padamu."
"Undangan?" Lio mengangkat satu alisnya, bingung.
Esther sendiri mengangguk. "Iya, katanya kompetisi pengembangan alur. Di sini kamu tidak perlu susah payah mencari ide sendiri karena hanya perlu mengembangkan alur yang sudah tamat menjadi sebuah cerita baru," jelas Esther sembari memberikan ponselnya pada Lio agar lelaki itu membacanya.
Benar, ada banyak sekali peraturan di dalam pesan yang terlihat. Sebuah nomor dengan centang yang berarti bahwa nomor itu adalah nomor resmi. Lio sedikit kagum melihat Esther mendapatkan undangan resmi yang terlihat sangat penting. Namun sangat disayangkan, gadis itu justru menolak undangannya.
"Aku tidak yakin. Kamu benar-benar memberikan undangannya padaku? Padahal ini kesempatan besarmu." Lio menatap Esther, tetapi gadis itu hanya tertawa pelan dengan gugup. "Esther, ini perlombaan internasional lho, kamu serius memberikannya padaku?"
Esther mengangguk. "Itu benar, kamu masa tidak mau, sih? Aku sudah berbaik hati membuatmu bersinar." Gadis itu terlihat semakin panik entah kenapa, tapi setelah itu dia langsung beranjak dari tempatnya sembari melambaikan tangan ke arah Lio. "Kalau sudah lihatnya kembalikan ke ranselku! Aku tidak kuat ingin ke toilet!"
Melihat Esther yang dengan cepat berlari keluar kelas membuat Lio menggelengkan kepalanya. Tidak habis pikir, ada saja kejutannya ketika melihat tingkah Esther.
Lio kembali melihat ponsel milik Esther dan membaca pesan undangannya dari atas. Sungguh, dia masih bingung kenapa Esther menolak undangan itu. Memang benar Esther sibuk, bulan depan akan ada banyak ujian praktik tapi seharusnya dia tidak memberikan kepada seseorang yang juga akan sibuk sepertinya, kan?
"Aneh, tidak ada peraturan atau kata-kata terkait ...," ucap Lio semakin fokus memperhatikan.
Dia melihat lini masa dari kompetisinya. Itu di mulai pada tanggal 1 di bulan depan, sedangkan pengondisiannya tidak ada sama sekali. Benar-benar membuat Lio bingung, apa karena ini Esther tidak menerima undangannya?
Lio semakin menggulir pesannya ke bawah. Itu adalah informasi yang lebih jelas dari sebelumnya.
[Kompetisi Pengembangan Alur dengan pembahasan buku 'Sebuah Dunia' yang telah tamat satu tahun lalu. Para peserta akan melanjutkan alur dari Sebuah Dunia dan peringkatnya masing-masing yang akan dihitung setiap babaknya, peraturannya sendiri akan diberikan sekaligus dengan pengerjaannya di tanggal 1 Desember]
Lio mengernyit. Buku Sebuah Dunia yang dia ingat adalah novel ramai di kalangan masyarakat, novel itu banyak menjadi perbincangan lantaran alurnya yang cukup membingungkan. Banyak sekali kejadian-kejadian di dalam buku itu yang terlihat begitu nyata, termasuk beberapa waktu yang menceritakan tentang bencana di dalamnya.
Buku tersebut menceritakan tentang seorang penulis yang berhasil membuat dunianya sendiri. Entah bagaimana caranya, semua orang tidak paham, alurnya hanyalah khayalan sang tokoh utama atau memang kenyataan fiksi yang telah menjadi konsep dalam ceritanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
MAKE A PLOT
FantasySebuah karya telah dijadikan sebagai bahan kompetisi di awal tahun. Semua orang yang mengikutinya adalah orang-orang yang berkeinginan menjadi seorang penulis luar biasa. Tanpa mereka tahu jika kompetisi yang mereka alami bukan hanya sebuah kompetis...
