Rupanya, di malam hari itu. Di saat semua orang berhamburan untuk melihat pengumuman, hujan yang deras mengguyur daerah setempat, membuat udara semakin dingin, sunyi, hening, bahkan ada beberapa orang yang terdiam hanya untuk sekedar melihat-lihat pill-nya tanpa mempedulikan apa pun.
Katanya, mereka sedang bersedih.
Lio pun begitu. Anak laki-laki itu duduk di salah satu sofa bangunan, menatap layar biru di hadapannya yang memberikan banyak pemberitahuan mengenai suatu sistem eliminasi. Matanya yang sayu, tidak dapat ditahan lagi, Lio benar-benar kesulitan untuk berpikir.
[MAP-2036-KIR telah gugur]
[MAP-1572-ESH telah gugur]
[MAP-752-HIR telah gugur]
[MAP-...]
[MAP-...]
[MAP-...]
[MAP-...]
[....]
Sejak pukul 19.00 malam, di mana babak 2 telah dimulai, dan sebelum memasuki waktu pengumuman peringkat seluruhnya. Ada satu waktu yang akan digunakan untuk membersihkan peserta yang telah mengangkat bendera putih di dalam naskahnya, alias mereka telah mencantumkan kisah 'menyerah' di dalam tulisannya sebelum diserahkan kepada sistem.
Kini, tepat tengah malam, pemberitahuan itu sama sekali belum selesai, membuktikan bahwa banyak orang yang telah menyerah meski baru saja melewati satu babak. Mereka dibuat lebih hening karena beberapa orang yang berada dalam bangunan tersebut juga telah memberikan bendera putihnya.
Mereka semua menghilang tepat di malam hari, disaksikan dengan banyaknya orang yang sedang berlindung, tanpa aba-aba mulai meninggalkan.
Dan, Lio yang terus menatap layar di hadapannya, mengundang pantulan cahaya yang terlihat di tatapan kosongnya.
00.08 Pagi.
[Eliminasi selesai!]
[Jumlah peserta saat ini: 9254 Peserta!]
Lio mengangkat kedua alisnya, memang di babak pertama ada berapa peserta yang mendaftar? Apakah sebanyak itu?
[Jangan sedih! Mereka berpamitan untuk menghilangkan rasa hatinya, tapi kalian tidak akan seperti itu, 'kan? Kalian adalah peserta-peserta yang selalu teguh untuk tetap berada di kompetisi ini. Semangat terus untuk kalian dan asah terus kemampuan kalian di sini!]
[Untuk melanjutkan pemberitahuan, kami mohon maaf karena terpaksa menunda pengumuman peringkat menjadi bagian akhir. Sekarang, kami akan memberikan pengumuman mengenai babak 2]
[Sama dengan babak pertama, sayangnya babak ke-2 menambah peraturan. Peraturan eliminasi: orang-orang yang tewas secara realita akan ikut tereliminasi dan tidak dapat melanjutkan kembali kompetisi]
Lio terdiam, apakah contoh dari orang-orang yang mati secara realita itu orang-orang yang pernah tewas di insiden besar babak pertama? Jadi, mereka semua hidup lagi?
"Berarti, Arth juga...."
[Lalu, peraturan kemampuan. Di babak yang akan datang, diadakan pertarungan kemampuan. Beberapa orang dapat melawan satu sama lain dengan kemampuan masing-masing. Di saat itu juga, para peserta dapat meningkatkan kemampuannya untuk berada di tingkat yang lebih tinggi]
Sesaat, Lio merasa sedang disindir karena hatinya tersinggung.
[Peraturan baru: Pendampingan Panitia!]
Lio mengangkat satu alisnya. Lio mengerti jika ini kompetisi dan akan ada beberapa panitia. Namun, mereka tidak akan bersembunyi lagi seperti sebelumnya?
KAMU SEDANG MEMBACA
MAKE A PLOT
FantasySebuah karya telah dijadikan sebagai bahan kompetisi di awal tahun. Semua orang yang mengikutinya adalah orang-orang yang berkeinginan menjadi seorang penulis luar biasa. Tanpa mereka tahu jika kompetisi yang mereka alami bukan hanya sebuah kompetis...
