Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Hyung! Kau melihat yeojun?" Tanya Gunwook pada Hwanhee.
"Oh? Yeojun.. tadi aku melihatnya bermain bersama daeul dan takuto.." jawab Hwanhee.
"Oh, terima kasih hyung! Aku pergi dulu!"
Gunwook beranjak pergi menuju kamar asrama Takuto. Biasanya jika bermain, mereka bermain disana.
Dan benar, saat tiba di kamar Takuto. Gunwook bisa melihat Yeojun yang tertawa terbahak-bahak bersama Daeul.
Tok! Tok! Tok!
"Ojunaah.." panggilnya lembut.
Yeojun, Daeul dan Takuto menoleh.
"Gonu.. ada apa?" Tanya Yeojun tak mau menatap mata Gunwook.
"Aku ingin mengajakmu pergi keluar, aku sudah minta izin pada jiwung hyung.." jawab Gunwook tersenyum hangat.
Namun Yeojun malah menggeleng singkat. Membuat senyum Gunwook luntur.
"Aku akan menghabiskan waktu bersama daeul hyung dan taku hari ini. Kau.. pergi bersama yang lain saja.." katanya pelan.
"Tapi jun.. kemarin juga kau menolak saat ku ajak mengunjungi agensi.. seharusnya hari ini kau meluangkan waktu untuk ku.." tukas Gunwook, sedikit tersulut emosi.
"Hey.. jaga bicaramu. Kalau kau marah-marah, akan ku laporkan pada seunghwan hyung! Mau?!" Omel Daeul mencoba mencairkan suasana.
Gunwook menghela nafas gusar dan membuang muka.
"Maaf." Ucapnya.
Gunwook kembali menatap Yeojun. Kekasihnya itu bahkan tidak menunjukkan wajah manisnya. Yeojun terus saja menunduk.
Gunwook merasa jika Yeojun menghindarinya.
"Jun.. jika aku ada salah, tolong beritahu aku. Jangan menghindari ku seperti ini.." tuturnya lalu pergi.
Takuto berlari menutup pintu kamarnya lalu kembali untuk menenangkan Yeojun yang mulai terisak.
"Sudah hyung.. lebih baik hyung cerita pada gonu hyung saja.." ucap si bayi takoyaki.
"Ti-tidak bisa, taku.. tidak bisa.." balas Yeojun terisak.