BACA SCYLLA'S WAY DULU YA
***
Hampir dua tahun lamanya sejak Arienne kembali dari perjalanannya, gadis yang berhasil membawa kakaknya pulang. Kini ia hanya menghitung hari, berharap setidaknya teman-temannya mengabari. Namun, tidak ada tanda-ta...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
. . .
Arienne termenung di sepanjang jalan. Angin semilir yang tengah menghiburnya tak ia hiraukan, hanya memandang kosong di depan sana.
Hatinya dirudung oleh berbagai emosi. Mungkin itulah kenapa sejak tadi ia memilih diam daripada salah bicara.
Ethan melirik diam-diam. Meski adiknya bilang tidak apa-apa, lalu kenapa senyum adiknya itu sirna? Apakah dia habis bertengkar dengan anggotanya?
Rosemary merasakan hangatnya sinar mentari setelah pergi menjauhi Congealed beberapa waktu lalu. Gadis itu berdiri di samping Arienne.
"Aria," panggil Rosemary dengan suara yang pelan.
Yang dipanggil menoleh seadanya. "Hm?" gumamnya.
Rosemary ingin mengatakan sesuatu, tetapi dia begitu ragu. Ia menggigit bibir bawahnya seraya memainkan jemarinya. Namun, saat kata itu ada diujung bibirnya, kapalnya bergetar kuat secara mendadak. Bahkan Rosemary kehilangan keseimbangannya dan terduduk di lantai sambil memegangi ujung kapal.
Arienne mundur dan terjatuh. Ia meringis ketika bokongnya mencium dek. Ia segera bangun dan melihat ke bawah.
Gelembung-gelembung bermunculan seperti ada sesuatu di dalam perairan itu. Arienne mengerutkan dahinya. Bayangan di dalam air itu kini nampak jelas. Mata emas yang menyala-nyala ukurannya besar dan membuat Arienne tersentak ketika kapal mereka bergoyang. Ombak di sekitar mereka bergerak secara bergelombang, seperti ada yang bergerak di sana.
Tak lama kepala ular bersisik baja itu bangun dari persembunyian, satu matanya buta karena seseorang menyerangnya setahun yang lalu.
Arienne membuka matanya lebar-lebar. Ular naga yang dahulu pernah menyerang Jake, Leviathan.
Rosemary amat terkejut oleh kemunculan kepala ular itu tiba-tiba, ukurannya sangatlah besar. Suara air berjatuhan dari kepalanya. Putri itu langsung menarik Arienne ke belakang.
"Aria!" pekik Ethan. Ia melompat dari tempatnya dan mencari-cari senjata, sial, dia begitu lengah sampai tidak membawa pegang di tangannya. Lalu ia melihat melihat kapak tergantung di dekat tiang, ia berlari untuk mengambilnya.
Leviathan mengibaskan ekornya ke arah Ethan, pria itu menunduk dan meluncur dengan lantai yang licin. Segera ia melompat dan mendapatkan kapak itu, tetapi saat hendak memotong ekor sang ular, Ethan sedikit terhempas karena sisiknya yang begitu keras.
"Sial!" umpatnya.
Sedangkan Rosamary membawa Arienne berlari mundur, tetapi nampaknya gadis yang rambutnya tengah dikuncir itu hendak menyerang. Tak ada meriam karena ini kapal biasa, bukan bajak laut.
Maka, Arienne menemukan tombak ikan di ujung kapal. Ia berlari ke arah sana dan menunduk sedikit meluncur ke bawah ekor ular karena lantai yang lumayan licin.