Rosemary menggantungkan kedua tangannya di udara, mendambahkan
cahaya bulan yang menyorotinya, kepalanya mendongak, rambut berantakannya berjatuhan. Matanya terpejam.
Hanze terheran. Tangannya tertahan di udara ketika para pasukan serempak mengarahkan senjata pada sang gadis.
Suasana malam yang kacau, berubah tegang dan misterius. Putaran awan masih berjalan, angin bertiup kencang.
Sama seperti yang Hanze lihat sebelumnya, Rosemary, bukanlah gadis biasa, bukan pula seorang penyihir seperti Zhao. Meski ia tidak memiliki magis seperti temannya, ia bisa membedakan aura lewat pandangan mata.
Dan kali ini, mata dari sosok di depan mereka semua, bukan sembarang sosok.
Sesuatu bercahaya. Carsein dengan jeli memperhatikan, di sampingnya Arienne tertegun. Keduanya saling memandang.
"Batu Eterea!/Liontin!"
Kompak.
Carsein meski mengetahui gambaran Pulau Phantom melalui Rosemary, tetap saja ia merinding dengan apa yang akan Rosemary lakukan sekarang.
Gestur tubuhnya, menghadap ke langit-langit, seolah membiarkan seluruh tubuhnya di selimuti cahaya bulan. Tangannya yang digantung di atas berputar membelai rambut, lengan kanan, pinggul, dan merayu ke udara.
Tanpa alas kaki lagi, telapak kakinya menyatu dengan semen. Berputar. Luwes dan pelik. Tarian Rosemary membekukan semua mata.
Gerakan Rosemary, nampak familiar. Yang terlintas dipikiran Arienne saat ini adalah, "Gerakannya ... seperti yang digambarkan di buku." Arienne tertegun.
Indah.
"Tapi ... " Carsein bergumam. Tenaganya tersedot sedikit demi sedikit.
Sedari tadi Juward mengamati, kakinya hendak runtuh jika ia memasrahkan diri. Segera ia menampar dirinya sendiri. Baru saat pandangannya turun, rembulan yang terangnya menyoroti bayangan para prajurit angkatan laut terlihat. Yang satu persatu menyusut menuju bayangan Rosemary pada panggungnya.
Begitupun bayangan para perompak yang dikepung. Sinyal bahaya menyala. Juward langsung menarik Arienne dan Carsein menjauh. Diikuti Jake yang kemudian merasa tidak beres.
Satu persatu prajurit yang awalnya menunggu arahan dengan mewaspadai Rosemary, jatuh ke tanah. Suara bising senjata yang lepas dari tangan angkatan laut buat Hanze mengernyit, mengedarkan pandangannya secara menyeluruh.
Sesuatu terjadi tanpa ia sadari. Hanze menggertak, ia maju, berusaha menghentikan panggung Rosemary yang sedang berlangsung. Angin meniup rambutnya. Lutut Hanze runtuh, terang-terangan mengamati Rosemary yang menari begitu eloknya.
Hanze tidak bisa menggerakkan tubuhnya. Tidak bisa berteriak memperingati. Kekuatan melemah tanpa ia ketahui alasannya. Maka Zhao, bergegas membawa Hanze ke belakang dengan sekali lompatan.
"Hanze!" Zhao berseru khawatir.
Berpikir cepat. Arienne, setelah mengetahui angkatan laut tumbang dengan sendirinya, menahan napas. Juward di sampingnya bilang mereka tidak boleh berdekatan dengan Rosemary.
Entah apa yang merasuki Rosemary sehingga ia menari di detik-detik penangkapan mereka. Arienne tidak punya jawaban, selain isi buku yang diberikan oleh Calypso beberapa hari terakhir. Ia yakin betul, gerakan Rosemary tergambar dalam buku.
"Sebelumnya dia demam tinggi─itu terjadi setelah Carsein masuk ke dalam ingatannya. Apa keduanya berhubungan?" Juward menerka-nerka di bawah kencangnya angin.
Tidak, Arienne tidak punya banyak waktu untuk berpikir. Sudah ada retakan celah, keputusasaan yang hendak menerkamnya beberapa waktu lalu dibuang mentah-mentah. Arienne celingak-celinguk, meski pintu masuk gerbang ditutup rapat-rapat, ia dapat melihat layar dari tiang kapal di balik tembok pembatas.
KAMU SEDANG MEMBACA
PHANTOM'S WAY
FantasiBACA SCYLLA'S WAY DULU YA *** Hampir dua tahun lamanya sejak Arienne kembali dari perjalanannya, gadis yang berhasil membawa kakaknya pulang. Kini ia hanya menghitung hari, berharap setidaknya teman-temannya mengabari. Namun, tidak ada tanda-ta...
