BACA SCYLLA'S WAY DULU YA
***
Hampir dua tahun lamanya sejak Arienne kembali dari perjalanannya, gadis yang berhasil membawa kakaknya pulang. Kini ia hanya menghitung hari, berharap setidaknya teman-temannya mengabari. Namun, tidak ada tanda-ta...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
. . .
Juward menarik napasnya dalam-dalam lalu menghembusnya dengan cepat. Ia telah berada di posisinya di lantai pertama setelah ia, Arienne, Rosemary, kecuali Carsein mendorong kursi dan meja perpustakaan ke tepi, meninggalkan keempatnya berada di tengah-tengah.
Carsein tidak membantu mereka dengan alasan penyihir itu harus fokus terkait kontrol sihir dan seberapa besar energi yang akan ia keluarkan tanpa menguras banyak tenaga. Rencananya Carsein akan mengeluarkan sihir dengan jumlah besar, untuk memancing bahaya datang dan menemukan peta yang berada di antara ribuan buku di Knowlock.
Akan tetapi, untuk memastikan kebenaran apakah peta tersebut berada di dalam perpustakaan, Carsein mesti tahu gambaran dan aura yang terpancar melalui Rosemary yang saat ini menghindari matanya seolah menyembunyikan sesuatu.
"Ayo mulai," ucap Carsein dengan intonasi serius. Rambut seputih kapurnya berantakan sejak tadi, ia berdiri berhadapan dengan Rosemary di bawah cahaya biru dan merah muda dari tembusan bulan pada kaca transparan perpustakaan.
Lalu jari-jari Carsein menari di udara bersama gelombang ungu yang bersinar mengelilinginya. Rosemary di depannya memperhatikan bagaimana perlahan sesuatu yang ingin merambat dari cahaya ungu yang terpancar, awalnya telapak tangan lalu bahunya, lehernya, kemudian seluruh tubuhnya dingin.
Mata Rosemary melirik Carsein, iris ungu penyihir itu menyala-nyala buat bulu kuduknya berdiri dan terbelalak saat pandangannya buram seolah ada awan ungu yang menyimutinya, kemudian tuan putri tersebut berdiri mematung dengan mata putih yang terbuka lebar.
Angin berhembus kencang melesat dari penyihir dan tuan putri itu. Rambut Arienne dan Juward tersapu karenanya, Arienne memegang pergelangan Juward ketika ia merasa keseimbangan tak stabil.
Rambut merah kecoklatannya tak lagi disanggul, turun ke bahu sedikit berantakan. Juward pula telah melepas gaun dan rambut palsunya yang menyebalkan. Kapten dan navigatornya saling memegang erat ketika merasa lantai bergemuruh dan rak-rak buku bergetar. Dua atau tiga buku jatuh dari rak lantai pertama.
Barulah setelah gelombang sihir milik Carsein stabil, semua kembali normal. Hanya ada Carsein dan Rosemary yang berdiri saling berhadapan, serta lingkaran seperti cincin melingkari keduanya.
Carsein memejam, samar-samar telinganya mendengar sorak-sorak dalam kegelapan. Perlahan suara gemericik aksesoris pinggang muncul bersama sorakan tersebut. Setelah nyalinya terkumpul, penyihir tersebut membuka kelopak matanya. Tahu-tahu ia berada di tengah-tengah sebuah perayaan dengan sekumpulan orang yang melingkari seorang anak kecil yang tertawa, mata anak itu berbinar menggemaskan.