BACA SCYLLA'S WAY DULU YA
***
Hampir dua tahun lamanya sejak Arienne kembali dari perjalanannya, gadis yang berhasil membawa kakaknya pulang. Kini ia hanya menghitung hari, berharap setidaknya teman-temannya mengabari. Namun, tidak ada tanda-ta...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
. . .
Ethan meraih sarung pedangnya setelah ia membersihkan miliknya yang kotor. Ia bersandar di pintu kamar kapal, sesekali melirik Arienne yang menceritakan Rosemary kepada Carsein.
Penyihir itu menunjukkan berbagai ekspresi. Carsein mengamati simbol di perut putri itu. Raut wajahnya kini berubah serius, jemarinya menyentuh perut Rosemary dan sedikit menekannya.
"Ini ...," ucapnya. Sembari mengevaluasi, Carsein menatap tanda itu lamat-lamat.
Setahu ia yang merupakan penyihir asli, tanda ini dan rasa sakit yang dialami merupakan pemberontakan dari sesuatu yang tak bisa dilihat secara langsung.
Jika analoginya putri ini dikutuk atau diberi penyakit, sepertinya akan kurang tepat. Karena bekas ini akan tercipta jika yang terkena mantra itu akan tersegel.
"Ini bentuk sihir penyegelan."
Carsein akhirnya menemukan simpulan yang tepat. Ia menoleh pada Arienne yang tegang. Jadi, ini adalah masalah serius.
"Kalau begitu, tolong lepaskan segelnya, Sein. Apa kau bisa melakukannya?" pinta Arienne. Carsein berpikir sebentar, menopang dagunya sembari memejam. Kemudian ia mengangguk.
"Aku bisa, mungkin akan cukup banyak menguras tenaga." Carsein pun menarik kain lengannya ke siku, blouse hitam yang dibalut rompi kulitnya sedikit lusuh.
Iris hitam yang mengamati mereka sejak tadi segera menentang. Ethan merapikan tali pinggangnya, lalu melipat tangannya di depan dada.
"Bagaimana jika Rosemary disegel karena dia berbahaya?" Ethan melirik keduanya bergantian. Arienne merotasikan matanya. Ia meraih lengan kakaknya itu dan menghadang kakaknya untuk berkomentar. "Kakak sendiri yang bilang kalau dia akan mati, berhenti mencurigai Rosemary."
Tentu saja, Arienne memperhatikan Ethan yang selalu mengawasi pergerakan sang tuan putri meskipun hal-hal yang dilakukan Rosemary sejauh ini baik-baik saja.
Ethan sempat beradu tatap dengan adiknya, kemudian ia hanya diam memperhatikan simbol itu sebagai respon. Tak lama langkahnya menjauh, keluar dari kamar itu.
Arienne menghela napas. Itu sangat tidak mungkin Rosemary berbahaya, kan? Ia menggigit bibir bawahnya, kembali menatap Carsein.
Penyihir dengan rambut seputih kapur itu memiringkan kepalanya. "Jadi, bisa kita mulai?" Arienne pun mengangguk mantap.
Seketika cahaya ungu berkumpul di atas telapak tangan Carsein. Lelaki itu terpejam selama beberapa waktu, rambut putihnya bergerak seolah berada di dalam air. Arienne memutar pandangannya, benda-benda di sekitar bergetar.
Tak lama mata Carsein terbuka, iris ungunya begitu terang seolah dialiri sihir. Poni merah kecoklatannya tersapu ke belakang, mata hazel itu terbuka lebar oleh kekaguman saat tubuh Carsein dan Rosemary terangkat melawan gravitasi.