27 : Set the discussion

1.3K 296 19
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

. . .

Kapal Arienne dan kawan-kawan perlahan meninggalkan Pulau Storme. Kini di atas kapal, Hanze mengikat para perompak dengan tali tambang. Masih dalam tak sadarkan diri, mereka memasrahkan diri saat tali itu melingkar kencang.

Rosemary menghamburkan tubuhnya pada Arienne, mereka melompat-lompat berbagi keceriaan di atas kapal.

"Kau merasa lebih baik?" tanya Arienne penuh suka cita. Rosemary pun mengangguk dan tersenyum manis. Tetapi kemudian, alisnya mendadak sayu ketika menyadari luka di wajah Arienne, terutama rambut pendeknya. Sang putri seolah menggeledah tiap sudut tubuhnya, banyak goresan yang merobek pakaiannya.

Lalu matanya mengedar, seseorang dengan iris hijau dan wajah babak belurnya tengah beragumen dengan laki-laki yang tak dikenalinya. Siapa kedua orang ini? Kemudian laki-laki bersurai merah muda yang tertidur di dek kapal bersama pemuda yang rambutnya seperti biji matahari. Sepertinya Carsein dan Pierre kelelahan.

"Eh, apa yang terjadi selama aku pingsan?" Rosemary tersadar ia sudah tertidur dalam waktu yang lama. Ia ingat ia begitu kesakitan, tetapi sekarang ia tidak merasakan keram apapun di perutnya.

Ethan yang blousenya hangus sebelah itu memutuskan untuk telanjang dada dan mencari pakaian baru. Elf di dekatnya diam-diam mendekati Arienne sembari berkedip polos.

Arienne menggaruk rambutnya, sepertinya dia perlu memperkenalkan ulang mereka yang belum pernah bertemu. Tetapi, gadis itu ingin mereka berdiskusi lebih jauh ketika kondisi mereka lebih stabil.

"Sepertinya butuh waktu untuk meminta Carsein membuat ramuan penyembuh, itupun kalau dia tahu." Arienne menggaruk dagunya dengan telunjuk.

Sementara elf di sampingnya mendekat sembari menggoyangkan telinga runcingnya seolah ingin mengatakan sesuatu.

Arienne berbalik dan menunggunya berbicara. "Eh?"

Lalu gadis itu teringat ia belum tahu siapa identitas sang elf. "Siapa namamu dan kenapa kau bisa sampai ke sini? Apa seorang yang jahat juga membuatmu seperti ini?" Nadanya begitu lembut, seolah menyakini elf itu bahwa ia berada di tempat yang aman. Sehingga sang elf pun merasa terlindungi.

Kepalanya mengangguk.

Tanpa menyebutkan namanya, Elf menarik telapak tangan Arienne lalu digenggam halus. Rosemary memiringkan kepalanya, dilanda kebingungan dan penasaran.

Seiring malam beranjak makin dalam, bulan merayap di langit, mengawasi sekawanan di atas kapal dari jauh. Dalam keheningan malam yang makin pekat, elf tersebut merasa energi penyembuhannya mulai mengalir. Ia merasakan sentuhan lembut Arienne memancarkan cahaya hijau yang terasa seperti kehangatan yang membantu memulihkan luka-luka fisik dan batinnya.

PHANTOM'S WAY Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang